KABUPATEN BENGKAYANG
Kabupaten Bengkayang merupakan salah satu kabupaten di Kalbar dengan ibukota Bengkayang. Sebelumnya merupakan pemekaran dari Kabupaten Sambas, karena UU Otonomi Daerah dimekarkan menjadi 3 daerah, yaitu; Kabupaten Sambas, Kabupaten Bengkayang, dan Kota Singkawang. Kabupaten ini berbatasan langsung dengan Sarawak, Malaysia.
Bengkayang memiliki tanah subur sehingga sektor pertanian pegang peran penting dalam perekonomian daerah. Apalagi dengan relief yang beragam, dari pegunungan hingga daerah pesisir pantai, menjadikan daerah ini kaya akan keanekaragaman sumber daya alam. Sumbangan pertanian atas PDRB yang ada mencapai 43,94 persen. Sektor lain yang berperan adalah sektor perdagangan, hotel dan restoran, dan sektor jasa-jasa.
Kabupaten ini merupakan produsen utama komoditi jagung di Kalimantan Barat. Kontribusi produksi jagung daerah ini bagi Kalimantan Barat mencapai 74,34 persen. Sebaran produksi jagung tidak merata, melainkan terdapat konsentrasi yang besar di Kecamatan Sanggau Ledo. Dengan kata lain, Kecamatan Sanggau Ledo merupakan sentra produksi jagung. Kecamatan ini tidak hanya andal dalam tanaman jagung, melainkan juga dalam produksi padi dan ubi kayu.
daerah Bengkayang juga menghasilkan produk sayur-sayuran namun dalam jumlah kecil. Hasil produksinya cenderung bersifat subsisten. Diantara sayuran yang banyak ditanam petani adalah ketimun 306 ton, kacang panjang 267 ton, dan labu siam 172 ton.
Berbeda dengan produksi sayuran yang sedikit, petani di Kabupaten Bengkayang memproduksi buah-buahan dalam jumlah besar. Produksi buah-buahan daerah ini, terutama durian, jeruk siam, dan rambutan menyumbang cukup besar bagi jumlah produksi di tingkat propinsi. Produksi jeruk siam daerah ini berada di tempat kedua setelah Kabupaten Sambas. Sedangkan produksi durian dan rambutan berada di posisi ketiga se Kalimantan Barat.
Jenis tanaman perkebunan yang menjadi komoditas utama daerah ini adalah karet, kelapa, kelapa sawit, kelapa hibrida, cengkeh, lada, kopi, kemiri, pinang, dan kakao. Produksi tanaman perkebunan yang terbesar karet 22.814 ton dalam bentuk sheet angin dengan luas tanam sebesar 50.326 hektar.
Dilihat dari jumlah produksi, Kecamatan Samalantan, Monterado, dan Sanggau Ledo cocok untuk dijadikan klaster perkebunan karet. Kecamatan Ledo, Seluas, dan Jagoi Babang cocok untuk dijadikan klaster perkebunan kelapa sawit. Sedangkan Kecamatan Sungai Raya dan Capkala cocok dijadikan klaster kelapa dalam. Sementara Kecamatan Seluas, Sanggau Ledo, dan Ledo cocok dijadikan klaster tanaman lada.
Kecamatan yang paling luas tanaman karet adalah Samalantan 16.984 hektar. Produksi kelapa sebesar 3.045.670.000 butir dan 3.484 ton kopra. Kecamatan yang paling luas tanaman kelapa adalah Sungai Raya. Produksi tanaman kelapa hibrida sebesar 180.000.000 butir dan 72 ton kopra dengan luas tanam 233 hektar. Kecamatan paling luas dengan kelapa hibrida adalah Sanggau Ledo. Produksi tanaman kopi 138 ton dalam bentuk biji kering dengan luas tanam 489 hektar. Kecamatan yang paling luas tanaman kopinya adalah Sanggau Ledo.
Produksi tanaman cengkeh sebesar 178 ton dengan luas tanam 822 hektar. Kecamatan paling luas tanaman cengkehnya Sungai Raya. Produksi lada ada dua jenis yaitu lada hitam dan lada putih, untuk jenis lada hitam produksinya 431 ton, lada putih sebesar 1.006 ton dengan luas tanam (baik lada hitam maupun lada putih) sebesar 3.263 hektar. Kecamatan yang paling luas dengan tanaman ladanya adalah Kecamatan Seluas.
Produksi tanaman kakao pada tahun 2006 adalah sebesar 278 ton dalam bentuk biji kering dengan luas tanam sebesar 995 hektar. Kecamatan paling banyak tanaman kakaonya di Kecamatan Sungai Raya. Produksi tanaman kelapa sawit sebesar 21.283 ton dengan luas tanam 24.510 hektar, kecamatan paling luas tanaman kelapa sawitnya Kecamatan Ledo. Jenis tanaman perkebunan yang ada saat ini perlu dikembangkan lagi, untuk investor dari dalam maupun luar negeri yang bisa mengembangkan sub sektor perkebunan khususnya di Bengkayang.
Berdasarkan data tahun 2006, kondisi hutan dirinci menurut statusnya adalah sebagai berikut: Data produksi hasil hutan dengan produksi hasil hutan paling besar; kayu olahan, sebesar 631,0802 M³ semua merupakan kayu temuan. Luas kawasan kritis sebesar 235.626 hektar dengan pembagian di kawasan 88.722 hektar dan di luar kawasan 146.408 hektar.
Kabupaten Bengkayang juga menghasilkan produk peternakan dan perikanan. Namun jika dibandingkan kabupaten lain di Kalbar produksinya tidak signifikan. Pada sektor perdagangan, pemerintah menerbitkan 120 buah Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP) selama Tahun 2006. Jumlah SIUP terbesar dikeluarkan untuk usaha perdagangan menengah yaitu 78 buah. Sisanya, 38 buah untuk usaha perdagangan kecil, dan 4 buah untuk usaha perdagangan besar.
Bengkayang memiliki tanah subur sehingga sektor pertanian pegang peran penting dalam perekonomian daerah. Apalagi dengan relief yang beragam, dari pegunungan hingga daerah pesisir pantai, menjadikan daerah ini kaya akan keanekaragaman sumber daya alam. Sumbangan pertanian atas PDRB yang ada mencapai 43,94 persen. Sektor lain yang berperan adalah sektor perdagangan, hotel dan restoran, dan sektor jasa-jasa.
Kabupaten ini merupakan produsen utama komoditi jagung di Kalimantan Barat. Kontribusi produksi jagung daerah ini bagi Kalimantan Barat mencapai 74,34 persen. Sebaran produksi jagung tidak merata, melainkan terdapat konsentrasi yang besar di Kecamatan Sanggau Ledo. Dengan kata lain, Kecamatan Sanggau Ledo merupakan sentra produksi jagung. Kecamatan ini tidak hanya andal dalam tanaman jagung, melainkan juga dalam produksi padi dan ubi kayu.
daerah Bengkayang juga menghasilkan produk sayur-sayuran namun dalam jumlah kecil. Hasil produksinya cenderung bersifat subsisten. Diantara sayuran yang banyak ditanam petani adalah ketimun 306 ton, kacang panjang 267 ton, dan labu siam 172 ton.
Berbeda dengan produksi sayuran yang sedikit, petani di Kabupaten Bengkayang memproduksi buah-buahan dalam jumlah besar. Produksi buah-buahan daerah ini, terutama durian, jeruk siam, dan rambutan menyumbang cukup besar bagi jumlah produksi di tingkat propinsi. Produksi jeruk siam daerah ini berada di tempat kedua setelah Kabupaten Sambas. Sedangkan produksi durian dan rambutan berada di posisi ketiga se Kalimantan Barat.
Jenis tanaman perkebunan yang menjadi komoditas utama daerah ini adalah karet, kelapa, kelapa sawit, kelapa hibrida, cengkeh, lada, kopi, kemiri, pinang, dan kakao. Produksi tanaman perkebunan yang terbesar karet 22.814 ton dalam bentuk sheet angin dengan luas tanam sebesar 50.326 hektar.
Dilihat dari jumlah produksi, Kecamatan Samalantan, Monterado, dan Sanggau Ledo cocok untuk dijadikan klaster perkebunan karet. Kecamatan Ledo, Seluas, dan Jagoi Babang cocok untuk dijadikan klaster perkebunan kelapa sawit. Sedangkan Kecamatan Sungai Raya dan Capkala cocok dijadikan klaster kelapa dalam. Sementara Kecamatan Seluas, Sanggau Ledo, dan Ledo cocok dijadikan klaster tanaman lada.
Kecamatan yang paling luas tanaman karet adalah Samalantan 16.984 hektar. Produksi kelapa sebesar 3.045.670.000 butir dan 3.484 ton kopra. Kecamatan yang paling luas tanaman kelapa adalah Sungai Raya. Produksi tanaman kelapa hibrida sebesar 180.000.000 butir dan 72 ton kopra dengan luas tanam 233 hektar. Kecamatan paling luas dengan kelapa hibrida adalah Sanggau Ledo. Produksi tanaman kopi 138 ton dalam bentuk biji kering dengan luas tanam 489 hektar. Kecamatan yang paling luas tanaman kopinya adalah Sanggau Ledo.
Produksi tanaman cengkeh sebesar 178 ton dengan luas tanam 822 hektar. Kecamatan paling luas tanaman cengkehnya Sungai Raya. Produksi lada ada dua jenis yaitu lada hitam dan lada putih, untuk jenis lada hitam produksinya 431 ton, lada putih sebesar 1.006 ton dengan luas tanam (baik lada hitam maupun lada putih) sebesar 3.263 hektar. Kecamatan yang paling luas dengan tanaman ladanya adalah Kecamatan Seluas.
Produksi tanaman kakao pada tahun 2006 adalah sebesar 278 ton dalam bentuk biji kering dengan luas tanam sebesar 995 hektar. Kecamatan paling banyak tanaman kakaonya di Kecamatan Sungai Raya. Produksi tanaman kelapa sawit sebesar 21.283 ton dengan luas tanam 24.510 hektar, kecamatan paling luas tanaman kelapa sawitnya Kecamatan Ledo. Jenis tanaman perkebunan yang ada saat ini perlu dikembangkan lagi, untuk investor dari dalam maupun luar negeri yang bisa mengembangkan sub sektor perkebunan khususnya di Bengkayang.
Berdasarkan data tahun 2006, kondisi hutan dirinci menurut statusnya adalah sebagai berikut: Data produksi hasil hutan dengan produksi hasil hutan paling besar; kayu olahan, sebesar 631,0802 M³ semua merupakan kayu temuan. Luas kawasan kritis sebesar 235.626 hektar dengan pembagian di kawasan 88.722 hektar dan di luar kawasan 146.408 hektar.
Kabupaten Bengkayang juga menghasilkan produk peternakan dan perikanan. Namun jika dibandingkan kabupaten lain di Kalbar produksinya tidak signifikan. Pada sektor perdagangan, pemerintah menerbitkan 120 buah Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP) selama Tahun 2006. Jumlah SIUP terbesar dikeluarkan untuk usaha perdagangan menengah yaitu 78 buah. Sisanya, 38 buah untuk usaha perdagangan kecil, dan 4 buah untuk usaha perdagangan besar.
| Nama Daerah | : | Kabupaten Bengkayang | |
| Status | : | Kabupaten | |
| Luas | : | 5.396 | km2 |
| Jumlah Kecamatan | : | 17 | Kecamatan |
| Penduduk Laki-Laki | : | 109.109 | jiwa |
| Penduduk Perempuan | : | 102.774 | jiwa |
| Jumlah Penduduk | : | 211.883 | jiwa |
|
Chart.
|
Peta Ekonomi Kabupaten Bengkayang
|
Chart.
|
Potensi Ekonomi Andalan Kabupaten Bengkayang
| Ternak Besar | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Sapi | 10.425,00 | Kecamatan Sanggau Ledo | 4.741,00 | ekor |
| Kecamatan Monterado | 1.841,00 | |||
| Kecamatan Bengkayang | 1.071,00 |
Peternakan dan Hasil-hasilnya
| Ternak Kecil | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Babi | 24.309,00 | Kecamatan Samalantan | 8.866,00 | ekor |
| Kecamatan Monterado | 5.510,00 | |||
| Kecamatan Sungai Raya | 1.756,00 | |||
| Kambing | 8.592,00 | Kecamatan Sanggau Ledo | 3.191,00 | ekor |
| Kecamatan Seluas | 1.838,00 | |||
| Kecamatan Samalantan | 878,00 |
Peternakan dan Hasil-hasilnya
| Ternak Unggas | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Ayam Buras | 228.594,00 | Kecamatan Sanggau Ledo | 67.021,00 | ekor |
| Kecamatan Seluas | 41.068,00 | |||
| Kecamatan Monterado | 26.646,00 | |||
| Ayam Pedaging | 43.000,00 | Kecamatan Sungai Raya | 28.100,00 | ekor |
| Kecamatan Bengkayang | 10.000,00 | |||
| Kecamatan Sanggau Ledo | 4.500,00 |
Tanaman Bahan Makanan
| Buah-buahan | Total | Satuan | ||
|---|---|---|---|---|
| Durian | 55.936,00 | kwintal | ||
| Jeruk Siam | 31.205,00 | kwintal | ||
| Rambutan | 27.216,00 | kwintal |
Tanaman Bahan Makanan
| Padi dan Palawija | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Jagung | 101.678,00 | Kecamatan Sanggau Ledo | 90.062,00 | ton |
| Kecamatan Seluas | 5.077,00 | |||
| Kecamatan Ledo | 1.729,00 | |||
| Padi | 73.522,00 | Kecamatan Sanggau Ledo | 18.701,00 | ton |
| Kecamatan Teriak | 6.946,00 | |||
| Kecamatan Samalantan | 2.434,00 | |||
| Ubi Kayu | 12.328,00 | Kecamatan Sanggau Ledo | 3.069,00 | ton |
| Kecamatan Samalantan | 2.434,00 | |||
| Kecamatan Suti Semarang | 2.335,00 |
Tanaman Perkebunan
| Perkebunan | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Karet | 22.814,00 | Kecamatan Samalantan | 8.786,00 | ton |
| Kecamatan Monterado | 3.302,00 | |||
| Kecamatan Sanggau Ledo | 2.240,00 | |||
| Kelapa Sawit | 21.283,00 | Kecamatan Ledo | 11.812,00 | ton |
| Kecamatan Seluas | 5.895,00 | |||
| Kecamatan Jagoi Babang | 2.497,00 | |||
| Kelapa Dalam | 3.484,00 | Kecamatan Sungai Raya | 2.268,00 | ton |
| Kecamatan Capkala | 964,00 | |||
| Lada | 1.827,00 | Kecamatan Seluas | 792,00 | ton |
| Kecamatan Sanggau Ledo | 333,00 | |||
| Kecamatan Ledo | 114,00 |
Sumber : Kabupaten Bengkayang dalam Angka 2007, BPS Kabupaten Bengkayang

