KABUPATEN GIANYAR
Kabupaten Gianyar yang merupakan kabupaten di Propinsi Bali, letaknya berbatasan dengan Kabupaten Bangli di sebelah Utara, Selat Badung di sebelah Selatan, Kabupaten Badung di sebelah Barat, dan Kabupaten Klungkung di sebelah Timur. Secara administratif daerahnya terbagi tujuh kecamatan dengan luas wilayah 368 Km2.
Perekonomian Kabupaten Gianyar didominasi oleh sektor perdagangan, pertanian, industri pengolahan dan jasa. Menjamurnya industri kerajinan dan industri rumah tangga meningkatkan produktivitas penduduk, menciptakan lapangan usaha, dan memperluas kesempatan kerja.
Sentuhan kreativitas seniman kerajinan kayu dan perak paling diminati konsumen manca negara. Hasil industri kerajinan tersebut dikirim ke 40 negara. Bebarapa diantaranya Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Irlandia, Perancis, Jerman, Spanyol, Austria, Belgia, Ceko, Denmark, Hongaria, Italia, Turki dan Jepang. Bali selama ini menempatkan sektor pariwisata sebagai leading sektor, tak terkecuali Kabupaten Gianyar.
Kabupaten ini memang eksotik, selain suasana pariwisata di tengah kehidupan pedesaan, Gianyar juga dikenal memiliki puluhan tempat yang menyimpan sisa keagungan budaya Bali tempo dulu, diantaranya Candi Tebing Tegallinggah, Pura dan Pemandian Tirta Empul Tampaksiring, relief Bitera dan Yeh Pulu. Presiden Soekarno, di masa jayanya juga membangun salah satu tempat peristirahatan di tempat ini, yaitu Istana Presiden Tampaksiring.
Kabupaten Gianyar juga dikenal sebagai rohnya Pulau Bali. Kabupaten ini kaya akan nilai-nilai adat istiadat, kesenian, keindahan alam, warisan purbakala dan kerajinan seni. Potensi itu membawa Gianyar berpredikat sebagai gudang seniman. Sejarah telah membuktikan bahwa dari Gianyar telah banyak dilahirkan maestro seni, baik seni patung, seni lukis, seni tabuh, seni tari dan sebagainya. Warisan seni dan budaya yang tak ternilai itu sam[ai sekarang masih berkembang seiring semangat ngayah masyarakat Gianyar dalam pengebdiannya sebagai insan ciptaan Tuhan.
Di daerah ini terkenal banyak objek wisata, seperti; kawasan wisata Goa Gajah, Tampak Siring, Gunung Kawi, Kawasan Wisata Gajah di Desa Taro, Bali Zoo Park, pusat perbelanjaan kerajinan pasar seni Sukawati dan Guang serta berbagai obyek wisata lain. Demikian juga aktivitas adat dan budaya, sudah menjadi keseharian masyarakat Gianyar, hingga menarik bagi wisatawan asing sebagai atraksi wisata budaya.
Kontribusi dari empat sektor dominan terhadap PDRB harga konstan (2000) secara berurutan adalah sektor perdagangan, hotel dan restoran 31,02 persen, pertanian 19,33 persen, industri pengolahan 18,44 persen, dan jasa-jasa 15,97 persen. Untuk hasil pertanian, Kabupaten Gianyar tidak kalah dengan kabupaten lain, hingga mampu mempertahankan produksi beras dan komoditi pertanian lainnya.
Jumlah kumulatif usaha perdagangan barang dan jasa yang sudah memiliki SIUP dan TDUP pada tahun 2006 bertambah sebanyak 70 usaha. Pada 2006 jumlah pedagang yang telah mendapat ijin usaha dari masing-masing Kecamatan Ubud (13 unit), Sukawati (25 unit), Gianyar (11 unit), Tegallang (7 unit), Blahbatuh (7 unit), Tampaksiring (2 unit), dan Payangan (1 unit). Dan penerbitan Tanda Daftar Perusahaan (TDP) menurut bentuk Badan Hukum berturut-turut yang terbanyak adalah Perusahaan Perorangan, PT, CV, dan Koperasi.
Potensi kepariwisataan di Kabupaten Gianyar adalah obyek pariwisata berupa keindahan alam dan seni budaya yang bersumber dari agama Hindu. Obyek wisata tersebut tersebar di Kecamatan Ubud, Blahbatu, Sukawati dan Gianyar. Hasil pendataan akhir tahun 2005 terdapat 447 buah hotel/penginapan dengan kapasitas kamar 3.810 buah dan tempat tidur 5.059 buah, dimana 14 buah diantaranya merupakan hotel berbintang. Lokasi hotel atau tempat akomodasi terbanyak terdapat di Kecamatan Ubud (410 buah), di Kecamatan Blahbatuh (12), Kecamatan Sukawati (9), dan di Kecamatan Gianyar (7 buah).
Selain dikenal sebagai daerah tujuan wisata dan sentra industri kecil dan rumahtangga, Kabupaten Gianyar juga merupakan wilayah agraris dengan andalan hasil pertanian. Namun pesatnya pembangunan di daerah membawa konsekuensi terjadinya peralihan penggunaan lahan dari lahan pertanian sawah menjadi lahan kering seperti bangunan tempat tinggal, art shop/ toko, jalan maupun pembangunan prasarana fisik lain.
Sejauh ini Kecamatan Sukawati mempunyai lahan sawah yang terluas (2.844 Ha), sedangkan lahan pertanian tanah kering yang terluas terdapat di Kecamatan Payangan (3.599 Ha). Hasil produksi pertanian Gianyar yang menonjol adalah padi, ubi kayu, ubi jalar dan kedelai. Produksi padi sawah tahun 2006 sebesar 191.759,83 ton dimana terjadi peningkatan 4,54 persen dari tahun sebelumnya. Padi banyak dihasilkan di kecamatan Sukawati, Gianyar dan Blahbatu. Untuk ubi kayu banyak terdapat di Sukawati. Ubi jalar di Payangan dan tegallalang. Sedangkan kedelai banyak ditanam di daerah Sukawati dan Gianyar.
Pertanian di Kabupaten Gianyar juga menghasilkan sayur dan buah-buahan. Sayuran yang paling banyak dihasilkan adalah kacang panjang yang mencapai produksi sebesar 15.990,60 Kw, cabe (8.046,75 Kw), cabe rawit (12.656,34 Kw) dan kangkung (354.591,85 Kw). Kecamatan andalan untuk produksi kacang panjang adalah Blahbatu. Begitupula dengan cabai. Untuk cabe rawit kecamatan andalannya adalah Sukawati. Demikian juga dengan kangkung.
Buah-buahan yang paling banyak dihasilkan di Kabupaten Gianyar adalah pepaya, yang terdapat di kecamatan Payangan dan Sukawati. Pisang terdapat Payangan, Ubud, Tampaksiring. Nangka lebih banyak diproduksi di Payangan, Ubud, dan Tampaksiring. Untuk alpukat di wilayah Tegallalang dan Payangan. Mangga di Sukawati dan Ubud. Yang cukup menarik adalah melon, yang baru dikembangkan secara efektif mulai tahun 1994 dengan pasar yang cukup baik, produksi pada 2005 mencapai 12.012 Kw melon.
Luas areal produktif tanaman perkebunan kelapa mengalami peningkatan pada 2006 dan total produksinya mencapai 3.485,8 ton. Produksi tanaman kopi (Arabika dan Robusta) sebesar 138,15 ton yang turun 28,80 persen dari tahun sebelumnya. Komoditi lainnya seperti tembakau, kencur, jahe, kunir, dan kakao pada 2006 mengalami peningkatan produksi.
Populasi ternak di Kabupaten Gianyar yang mendominasi adalah ternak Sapi, Babi, Unggas. Populasi ternak Sapi 56.279 ekor dimana Kecamatan Payangan adalah pemelihara ternak Sapi terbanyak 17.095 ekor dan diikuti Kecamatan Tegallalang 11.635 ekor. Populasi ternak kecil yang terbanyak dipelihara adalah Babi 115.746 ekor dan Kambing sebanyak 352 ekor. Populasi unggas tahun 2006 meningkat sebesar 35,30 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dan produksi telur Ayam mencapai 1.310,25 ton pada 2006 yang mengalami peningkatan 29,90 persen dibanding tahun sebelumnya. Babi banyak terdapat di Tegallalang dan Sukawati. Untuk Ayam Kampung banyak terdapat di Payangan, Tampaksiring, dan Tegallang. Sedangkan Itik banyak diproduksi di Gianyar, Blahbatuh, dan Payangan.
Produksi perikanan laut pada 2006 tercatat 710,20 ton yang menurun sebesar 72,5 persen yang diduga karena pengaruh cuaca yang kurang bersahabat dan kejadian alam. Produksi pindang yang merupakan proses pengolahan pasca penangkapan juga terjadi penurunan, dan komoditi rumput laut pada tahun 2006 bahkan tidak ada produksi.
Jumlah industri besar dan sedang serta kondisinya sangat berfluatif terutama sub sektor industri kayu (patung), disebabkan adanya sistem pesanan sehingga jumlah tenaga kerja cenderung berubah-ubah. Jumlah industri besar/sedang sampai dengan akhir 2005 ada sebanyak 63 perusahaan, yang mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 2.475 orang dengan nilai output sebesar 203 milyar rupiah lebih. Menurut modal usaha dan investai tercatat jumlah usaha subsektor industri kecil/kerajinan tahun 2005 sebanyak 21.867 unit usaha dengan tenaga kerja 62.584 orang, sedangkan industri kecil berjumlah 179 unit yang terdiri dari industri pertanian dan hasil hutan, industri logam mesin dan kimia, serta industri aneka dan tekstil.
Untuk sebaran daerah, industri hasil pertanian dan kehutanan yang menjadi andalan adalah Kecamatan Sukawati, Tegallalang dan Gianyar. Sukawati juga dikenal sebagai kecamatan andalan untuk inddustri logam mesin dan kimia. Sedangkan daerah seperti Ubud, Gianyar dikenal sebagai daerah industri aneka.
Perekonomian Kabupaten Gianyar didominasi oleh sektor perdagangan, pertanian, industri pengolahan dan jasa. Menjamurnya industri kerajinan dan industri rumah tangga meningkatkan produktivitas penduduk, menciptakan lapangan usaha, dan memperluas kesempatan kerja.
Sentuhan kreativitas seniman kerajinan kayu dan perak paling diminati konsumen manca negara. Hasil industri kerajinan tersebut dikirim ke 40 negara. Bebarapa diantaranya Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Irlandia, Perancis, Jerman, Spanyol, Austria, Belgia, Ceko, Denmark, Hongaria, Italia, Turki dan Jepang. Bali selama ini menempatkan sektor pariwisata sebagai leading sektor, tak terkecuali Kabupaten Gianyar.
Kabupaten ini memang eksotik, selain suasana pariwisata di tengah kehidupan pedesaan, Gianyar juga dikenal memiliki puluhan tempat yang menyimpan sisa keagungan budaya Bali tempo dulu, diantaranya Candi Tebing Tegallinggah, Pura dan Pemandian Tirta Empul Tampaksiring, relief Bitera dan Yeh Pulu. Presiden Soekarno, di masa jayanya juga membangun salah satu tempat peristirahatan di tempat ini, yaitu Istana Presiden Tampaksiring.
Kabupaten Gianyar juga dikenal sebagai rohnya Pulau Bali. Kabupaten ini kaya akan nilai-nilai adat istiadat, kesenian, keindahan alam, warisan purbakala dan kerajinan seni. Potensi itu membawa Gianyar berpredikat sebagai gudang seniman. Sejarah telah membuktikan bahwa dari Gianyar telah banyak dilahirkan maestro seni, baik seni patung, seni lukis, seni tabuh, seni tari dan sebagainya. Warisan seni dan budaya yang tak ternilai itu sam[ai sekarang masih berkembang seiring semangat ngayah masyarakat Gianyar dalam pengebdiannya sebagai insan ciptaan Tuhan.
Di daerah ini terkenal banyak objek wisata, seperti; kawasan wisata Goa Gajah, Tampak Siring, Gunung Kawi, Kawasan Wisata Gajah di Desa Taro, Bali Zoo Park, pusat perbelanjaan kerajinan pasar seni Sukawati dan Guang serta berbagai obyek wisata lain. Demikian juga aktivitas adat dan budaya, sudah menjadi keseharian masyarakat Gianyar, hingga menarik bagi wisatawan asing sebagai atraksi wisata budaya.
Kontribusi dari empat sektor dominan terhadap PDRB harga konstan (2000) secara berurutan adalah sektor perdagangan, hotel dan restoran 31,02 persen, pertanian 19,33 persen, industri pengolahan 18,44 persen, dan jasa-jasa 15,97 persen. Untuk hasil pertanian, Kabupaten Gianyar tidak kalah dengan kabupaten lain, hingga mampu mempertahankan produksi beras dan komoditi pertanian lainnya.
Jumlah kumulatif usaha perdagangan barang dan jasa yang sudah memiliki SIUP dan TDUP pada tahun 2006 bertambah sebanyak 70 usaha. Pada 2006 jumlah pedagang yang telah mendapat ijin usaha dari masing-masing Kecamatan Ubud (13 unit), Sukawati (25 unit), Gianyar (11 unit), Tegallang (7 unit), Blahbatuh (7 unit), Tampaksiring (2 unit), dan Payangan (1 unit). Dan penerbitan Tanda Daftar Perusahaan (TDP) menurut bentuk Badan Hukum berturut-turut yang terbanyak adalah Perusahaan Perorangan, PT, CV, dan Koperasi.
Potensi kepariwisataan di Kabupaten Gianyar adalah obyek pariwisata berupa keindahan alam dan seni budaya yang bersumber dari agama Hindu. Obyek wisata tersebut tersebar di Kecamatan Ubud, Blahbatu, Sukawati dan Gianyar. Hasil pendataan akhir tahun 2005 terdapat 447 buah hotel/penginapan dengan kapasitas kamar 3.810 buah dan tempat tidur 5.059 buah, dimana 14 buah diantaranya merupakan hotel berbintang. Lokasi hotel atau tempat akomodasi terbanyak terdapat di Kecamatan Ubud (410 buah), di Kecamatan Blahbatuh (12), Kecamatan Sukawati (9), dan di Kecamatan Gianyar (7 buah).
Selain dikenal sebagai daerah tujuan wisata dan sentra industri kecil dan rumahtangga, Kabupaten Gianyar juga merupakan wilayah agraris dengan andalan hasil pertanian. Namun pesatnya pembangunan di daerah membawa konsekuensi terjadinya peralihan penggunaan lahan dari lahan pertanian sawah menjadi lahan kering seperti bangunan tempat tinggal, art shop/ toko, jalan maupun pembangunan prasarana fisik lain.
Sejauh ini Kecamatan Sukawati mempunyai lahan sawah yang terluas (2.844 Ha), sedangkan lahan pertanian tanah kering yang terluas terdapat di Kecamatan Payangan (3.599 Ha). Hasil produksi pertanian Gianyar yang menonjol adalah padi, ubi kayu, ubi jalar dan kedelai. Produksi padi sawah tahun 2006 sebesar 191.759,83 ton dimana terjadi peningkatan 4,54 persen dari tahun sebelumnya. Padi banyak dihasilkan di kecamatan Sukawati, Gianyar dan Blahbatu. Untuk ubi kayu banyak terdapat di Sukawati. Ubi jalar di Payangan dan tegallalang. Sedangkan kedelai banyak ditanam di daerah Sukawati dan Gianyar.
Pertanian di Kabupaten Gianyar juga menghasilkan sayur dan buah-buahan. Sayuran yang paling banyak dihasilkan adalah kacang panjang yang mencapai produksi sebesar 15.990,60 Kw, cabe (8.046,75 Kw), cabe rawit (12.656,34 Kw) dan kangkung (354.591,85 Kw). Kecamatan andalan untuk produksi kacang panjang adalah Blahbatu. Begitupula dengan cabai. Untuk cabe rawit kecamatan andalannya adalah Sukawati. Demikian juga dengan kangkung.
Buah-buahan yang paling banyak dihasilkan di Kabupaten Gianyar adalah pepaya, yang terdapat di kecamatan Payangan dan Sukawati. Pisang terdapat Payangan, Ubud, Tampaksiring. Nangka lebih banyak diproduksi di Payangan, Ubud, dan Tampaksiring. Untuk alpukat di wilayah Tegallalang dan Payangan. Mangga di Sukawati dan Ubud. Yang cukup menarik adalah melon, yang baru dikembangkan secara efektif mulai tahun 1994 dengan pasar yang cukup baik, produksi pada 2005 mencapai 12.012 Kw melon.
Luas areal produktif tanaman perkebunan kelapa mengalami peningkatan pada 2006 dan total produksinya mencapai 3.485,8 ton. Produksi tanaman kopi (Arabika dan Robusta) sebesar 138,15 ton yang turun 28,80 persen dari tahun sebelumnya. Komoditi lainnya seperti tembakau, kencur, jahe, kunir, dan kakao pada 2006 mengalami peningkatan produksi.
Populasi ternak di Kabupaten Gianyar yang mendominasi adalah ternak Sapi, Babi, Unggas. Populasi ternak Sapi 56.279 ekor dimana Kecamatan Payangan adalah pemelihara ternak Sapi terbanyak 17.095 ekor dan diikuti Kecamatan Tegallalang 11.635 ekor. Populasi ternak kecil yang terbanyak dipelihara adalah Babi 115.746 ekor dan Kambing sebanyak 352 ekor. Populasi unggas tahun 2006 meningkat sebesar 35,30 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dan produksi telur Ayam mencapai 1.310,25 ton pada 2006 yang mengalami peningkatan 29,90 persen dibanding tahun sebelumnya. Babi banyak terdapat di Tegallalang dan Sukawati. Untuk Ayam Kampung banyak terdapat di Payangan, Tampaksiring, dan Tegallang. Sedangkan Itik banyak diproduksi di Gianyar, Blahbatuh, dan Payangan.
Produksi perikanan laut pada 2006 tercatat 710,20 ton yang menurun sebesar 72,5 persen yang diduga karena pengaruh cuaca yang kurang bersahabat dan kejadian alam. Produksi pindang yang merupakan proses pengolahan pasca penangkapan juga terjadi penurunan, dan komoditi rumput laut pada tahun 2006 bahkan tidak ada produksi.
Jumlah industri besar dan sedang serta kondisinya sangat berfluatif terutama sub sektor industri kayu (patung), disebabkan adanya sistem pesanan sehingga jumlah tenaga kerja cenderung berubah-ubah. Jumlah industri besar/sedang sampai dengan akhir 2005 ada sebanyak 63 perusahaan, yang mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 2.475 orang dengan nilai output sebesar 203 milyar rupiah lebih. Menurut modal usaha dan investai tercatat jumlah usaha subsektor industri kecil/kerajinan tahun 2005 sebanyak 21.867 unit usaha dengan tenaga kerja 62.584 orang, sedangkan industri kecil berjumlah 179 unit yang terdiri dari industri pertanian dan hasil hutan, industri logam mesin dan kimia, serta industri aneka dan tekstil.
Untuk sebaran daerah, industri hasil pertanian dan kehutanan yang menjadi andalan adalah Kecamatan Sukawati, Tegallalang dan Gianyar. Sukawati juga dikenal sebagai kecamatan andalan untuk inddustri logam mesin dan kimia. Sedangkan daerah seperti Ubud, Gianyar dikenal sebagai daerah industri aneka.
| Nama Daerah | : | Kabupaten Gianyar | |
| Status | : | Kabupaten | |
| Luas | : | 368 | km2 |
| Jumlah Kecamatan | : | 7 | Kecamatan |
| Penduduk Laki-Laki | : | 218.065 | jiwa |
| Penduduk Perempuan | : | 211.330 | jiwa |
| Jumlah Penduduk | : | 429.395 | jiwa |
|
Chart.
|
Peta Ekonomi Kabupaten Gianyar
|
Chart.
|
Potensi Ekonomi Andalan Kabupaten Gianyar
| Hotel dan Akomodasi | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Hotel dan Akomodasi | 447,00 | Kecamatan Ubud | 410,00 | unit |
| Kecamatan Blahbatuh | 12,00 | |||
| Kecamatan Sukawati | 9,00 | |||
| Kecamatan Gianyar | 7,00 | |||
| Hotel Non Bintang | 433,00 | unit | ||
| Art Shop dan Kios Barang Kerajinan | 66,00 | Kecamatan Sukawati | 25,00 | unit |
| Kecamatan Ubud | 13,00 | |||
| Kecamatan Gianyar | 11,00 | |||
| Obyek Wisata | 37,00 | Kecamatan Ubud | 12,00 | unit |
| Kecamatan Blahbatuh | 9,00 | |||
| Kecamatan Sukawati | 7,00 | |||
| Kecamatan Gianyar | 7,00 | |||
| Hotel Berbintang | 14,00 | unit |
Perdagangan Besar dan Eceran
| Tanda Daftar Perusahaan (tdp) | Total | Satuan | ||
|---|---|---|---|---|
| Tdp Sektor Perdagangan, Rumah Makan, dan Hotel | 151,00 | unit | ||
| Tdp Perseorangan | 139,00 | unit | ||
| Tdp Pt | 13,00 | unit | ||
| Tdp Cv | 12,00 | unit | ||
| Tdp Sektor Keuangan, Asuransi, Sewa, Jasa Perusahaan | 11,00 | unit | ||
| Tdp Sektor Industri Pengolahan | 4,00 | unit | ||
| Tdp Sektor Angkutan, Pergudangan, dan Komunikasi | 3,00 | unit | ||
| Tdp Sektor Pertanian | 1,00 | unit |
PERTANIAN, PETERNAKAN, KEHUTANAN DAN PERIKANAN
Peternakan dan Hasil-hasilnya
| Peternakan | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Ayam Ras | 1.147.201,00 | Kecamatan Gianyar | 270.554,00 | ekor |
| Kecamatan Payangan | 240.374,00 | |||
| Kecamatan Sukawati | 153.267,00 | |||
| Ayam Kampung | 507.280,00 | Kecamatan Payangan | 126.455,00 | ekor |
| Kecamatan Tampaksiring | 100.996,00 | |||
| Kecamatan Tegallalang | 97.934,00 | |||
| Itik | 164.942,00 | Kecamatan Gianyar | 37.352,00 | ekor |
| Kecamatan Blahbatuh | 30.245,00 | |||
| Kecamatan Payangan | 25.968,00 | |||
| Babi | 115.746,00 | Kecamatan Payangan | 34.360,00 | ekor |
| Kecamatan Tegallalang | 16.432,00 | |||
| Kecamatan Sukawati | 16.238,00 | |||
| Sapi | 56.279,00 | Kecamatan Payangan | 17.095,00 | ekor |
| Kecamatan Tegallalang | 11.635,00 | |||
| Kecamatan Gianyar | 8.045,00 | |||
| Kecamatan Tampaksiring | 8.000,00 |
Tanaman Bahan Makanan
| Sayuran dan Buah | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Kangkung | 354.591,85 | Kecamatan Sukawati | 321.930,00 | kwintal |
| Kecamatan Blahbatuh | 25.327,62 | |||
| Kecamatan Tampaksiring | 3.984,00 | |||
| Pisang | 49.935,11 | Kecamatan Payangan | 23.160,50 | kwintal |
| Kecamatan Ubud | 11.091,28 | |||
| Kecamatan Tampaksiring | 9.902,00 | |||
| Nangka | 21.637,07 | Kecamatan Payangan | 9.443,99 | kwintal |
| Kecamatan Ubud | 5.760,00 | |||
| Kecamatan Tampaksiring | 2.730,08 | |||
| Kacang Panjang | 15.990,60 | Kecamatan Blahbatuh | 10.224,80 | kwintal |
| Kecamatan Tegallalang | 4.512,80 | |||
| Kecamatan Gianyar | 408,00 | |||
| Pepaya | 14.658,97 | Kecamatan Payangan | 7.310,00 | kwintal |
| Kecamatan Sukawati | 2.436,00 | |||
| Kecamatan Tampaksiring | 1.589,97 | |||
| Cabe Rawit | 12.656,34 | Kecamatan Sukawati | 10.150,67 | kwintal |
| Kecamatan Gianyar | 1.223,50 | |||
| Kecamatan Blahbatuh | 992,67 | |||
| Mangga | 12.443,89 | Kecamatan Sukawati | 5.350,00 | kwintal |
| Kecamatan Ubud | 3.883,50 | |||
| Kecamatan Tampaksiring | 1.505,01 | |||
| Kecamatan Blahbatuh | 1.223,78 | |||
| Alpukat | 8.181,81 | Kecamatan Tegallalang | 3.821,00 | kwintal |
| Kecamatan Payangan | 3.449,96 | |||
| Kecamatan Tampaksiring | 384,81 | |||
| Cabai | 8.046,75 | Kecamatan Tegallalang | 6.444,15 | kwintal |
| Kecamatan Payangan | 1.095,50 | |||
| Kecamatan Blahbatuh | 432,10 | |||
| Ketimun | 5.195,00 | Kecamatan Sukawati | 5.080,00 | kwintal |
| Kecamatan Tampaksiring | 115,00 | |||
| Durian | 4.958,25 | Kecamatan Tampaksiring | 3.643,72 | kwintal |
| Kecamatan Ubud | 597,68 | |||
| Kecamatan Payangan | 501,00 | |||
| Semangka | 4.530,22 | Kecamatan Sukawati | 2.889,32 | kwintal |
| Kecamatan Blahbatuh | 1.540,90 | |||
| Sirsak | 2.967,80 | Kecamatan Tegallalang | 2.910,60 | kwintal |
| Kecamatan Tampaksiring | 57,00 | |||
| Jambu Air | 2.707,61 | Kecamatan Tegallalang | 2.101,60 | kwintal |
| Kecamatan Sukawati | 325,00 | |||
| Kecamatan Tampaksiring | 129,01 | |||
| Melon | 2.047,78 | Kecamatan Blahbatuh | 1.147,78 | kwintal |
| Kecamatan Sukawati | 900,00 |
Tanaman Bahan Makanan
| Tanaman Pangan | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Padi Sawah | 191.759,83 | Kecamatan Gianyar | 33.938,79 | ton |
| Kecamatan Sukawati | 33.413,30 | |||
| Kecamatan Blahbatuh | 29.048,93 | |||
| Ubi Jalar | 8.700,90 | Kecamatan Payangan | 5.734,81 | ton |
| Kecamatan Tegallalang | 1.097,32 | |||
| Kecamatan Ubud | 914,78 | |||
| Ubi Kayu | 5.490,04 | Kecamatan Sukawati | 3.053,08 | ton |
| Kecamatan Payangan | 999,99 | |||
| Kecamatan Tegallalang | 650,50 | |||
| Kedelai | 1.288,22 | Kecamatan Sukawati | 556,33 | ton |
| Kecamatan Gianyar | 353,60 | |||
| Kecamatan Blahbatuh | 283,82 | |||
| Jagung | 956,68 | Kecamatan Payangan | 269,20 | ton |
| Kecamatan Tegallalang | 257,04 | |||
| Kecamatan Tampaksiring | 231,85 | |||
| Kacang Tanah | 835,91 | Kecamatan Payangan | 257,47 | ton |
| Kecamatan Ubud | 192,83 | |||
| Kecamatan Sukawati | 145,28 | |||
| Padi Gogo | 783,87 | Kecamatan Tegallalang | 671,88 | ton |
| Kecamatan Payangan | 63,63 | |||
| Kecamatan Tampaksiring | 48,36 |
Tanaman Perkebunan
| Perkebunan | Total | Satuan | ||
|---|---|---|---|---|
| Kelapa Dalam | 3.460,75 | ton | ||
| Jahe | 448,82 | ton | ||
| Kunir | 215,30 | ton | ||
| Tembakau Rakyat | 181,75 | ton | ||
| Kakao | 166,56 | ton | ||
| Kopi Robusta | 104,80 | ton |
INDUSTRI PENGOLAHAN
Industri Bukan Migas
| Industri Besar dan Sedang | Total | Satuan | ||
|---|---|---|---|---|
| Industri Kayu dan Barang dari Kayu | 30,00 | unit | ||
| Industri Lain-lain | 17,00 | unit | ||
| Industri Tekstil, Pakaian Jadi, dan Kulit | 11,00 | unit | ||
| Industri Makanan, Minuman, dan Tembakau | 3,00 | unit | ||
| Industri Barang-barang Galian Logam | 1,00 | unit | ||
| Industri Kimia dan Barang-barang Kimia | 1,00 | unit | ||
| Industri Lain-lain | 1.017,00 | orang | ||
| Industri Tekstil, Pakaian Jadi dan Kulit | 937,00 | orang | ||
| Industri Tekstil, Pakaian Jadi, dan Kulit | 937,00 | orang | ||
| Industri Makanan, Minuman, dan Tembakau | 253,00 | orang | ||
| Industri Kayu dan Barang dari Kayu | 165,00 | orang | ||
| Industri Barang-barang Galian Logam | 70,00 | orang | ||
| Industri Kimia dan Barang-barang Kimia | 33,00 | orang |
Industri Bukan Migas
| Industri Kecil dan Kerajinan | Total | Satuan | ||
|---|---|---|---|---|
| Industri Kayu dan Barang dari Kayu | 14.495,00 | unit | ||
| Industri Lain-lain | 3.679,00 | unit | ||
| Industri Makanan, Minuman, dan Tembakau | 1.600,00 | unit | ||
| Industri Logam Dasar | 1.191,00 | unit | ||
| Industri Tekstil, Pakaian Jadi, dan Kulit | 484,00 | unit | ||
| Industri Barang Galian Bukan Logam | 222,00 | unit | ||
| Industri Barang-barang Galian Logam | 176,00 | unit | ||
| Industri Kayu dan Barang dari Kayu | 39.060,00 | orang | ||
| Industri Lain-lain | 12.341,00 | orang | ||
| Industri Logam Dasar | 4.028,00 | orang | ||
| Industri Makanan, Minuman, dan Tembakau | 3.109,00 | orang | ||
| Industri Tekstil, Pakaian Jadi, dan Kulit | 3.028,00 | orang | ||
| Industri Barang Galian Bukan Logam | 800,00 | orang | ||
| Industri Barang-barang Galian Logam | 368,00 | orang |
Industri Bukan Migas
| Industri Pengolahan | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Wilayah Sentra Industri | 191,00 | Kecamatan Sukawati | 46,00 | unit |
| Kecamatan Gianyar | 38,00 | |||
| Kecamatan Blahbatuh | 26,00 | |||
| Kecamatan Ubud | 25,00 | |||
| Kecamatan Tegallalang | 24,00 | |||
| Industri Hasil Pertanian dan Kehutanan (ihpk) | 102,00 | Kecamatan Sukawati | 24,00 | unit |
| Kecamatan Tegallalang | 19,00 | |||
| Kecamatan Gianyar | 17,00 | |||
| Kecamatan Ubud | 14,00 | |||
| Industri Tekstil | 33,00 | Kecamatan Gianyar | 8,00 | unit |
| Kecamatan Blahbatuh | 7,00 | |||
| Kecamatan Tampaksiring | 7,00 | |||
| Kecamatan Sukawati | 7,00 | |||
| Industri Aneka (ia) | 32,00 | Kecamatan Gianyar | 9,00 | unit |
| Kecamatan Ubud | 8,00 | |||
| Kecamatan Blahbatuh | 6,00 | |||
| Industri Logam Mesin dan Kimia (ilmk) | 24,00 | Kecamatan Sukawati | 13,00 | unit |
| Kecamatan Gianyar | 4,00 | |||
| Kecamatan Blahbatuh | 3,00 |
Industri Bukan Migas
| Keadaan Sektor Industri | Total | Satuan | ||
|---|---|---|---|---|
| Nilai Produksi 2006 | 1.173.131,00 | Rp. (Juta) | ||
| Investasi 2006 | 48.177,00 | Rp. (Juta) | ||
| Unit Usaha 2006 | 21.893,00 | unit | ||
| Tenaga Kerja 2006 | 62.951,00 | orang |
JASA-JASA
Swasta
| Objek Wisata | Total | Satuan | ||
|---|---|---|---|---|
| Wisata Alam | 10,00 | unit | ||
| Wisata Budaya | 8,00 | unit | ||
| Wisata Purbakala | 7,00 | unit | ||
| Wisata Bahari | 6,00 | unit | ||
| Taman Rekreasi | 5,00 | unit | ||
| Wisata Wana | 1,00 | unit |
Swasta
| Pengunjung Wisata | Total | Satuan | ||
|---|---|---|---|---|
| Tirta Empul | 139.174,00 | orang | ||
| Pengunjung Wisata Kesenian Pentas Barong | 68.189,00 | orang | ||
| Goa Gajah | 66.482,00 | orang | ||
| Gunung Kawi | 60.403,00 | orang | ||
| Pengunjung Wisata Kesenian Pentas Legong | 13.683,00 | orang | ||
| Pengunjung Wisata Kesenian Pentas Sendratari | 10.162,00 | orang | ||
| Pengunjung Wisata Kesenian Pentas Kecak | 6.385,00 | orang |
KEUANGAN, PERSEWAAN DAN JASA PERUSAHAAN
Jasa Penunjang Keuangan
| Pdrb Per Kapita | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Pdrb Per Kapita | 8.779.896,09 | Kecamatan Ubud | 14.569.592,49 | Rp |
| Kecamatan Tampaksiring | 8.866.659,94 | |||
| Kecamatan Gianyar | 8.200.931,53 | |||
| Kecamatan Payangan | 8.035.101,09 | |||
| Kecamatan Tegallalang | 7.944.507,72 | |||
| Kecamatan Sukawati | 7.329.715,17 | |||
| Kecamatan Blahbatuh | 6.644.030,00 |
Sumber : Gianyar dalam Angka 2007, BPS Kabupaten Gianyar

