KABUPATEN INDRAGIRI HULU
Kabupaten Indragiri Hulu sebagaimana kabupaten lain di Propinsi Riau memiliki corak perekonomian yang sama dengan daerah lain. Daerah dengan luas wilayah 8.198,26 Km2 ini, penduduknya 607.656 jiwa, meliputi 9 Kecamatan. Lebih dari 54 persen wilayahnya merupakan daerah pertanian, perkebunan dan kawasan hutan.
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tahun 2004 menurut harga konstan (2000) mencapai lebih dari Rp 4.590.853 milyar. Sumbangan terbesar atas PDRB tersebut berasal dari sektor Pertanian 47,19 persen, Industri Pengolahan 27,87 persen, dan Perdagangan 8,28 persen.
Potensi sektor pertanian yang paling menonjol adalah tanaman pangan seperti; padi 27.270,74 ton, sayuran 27.532,15 ton, dan buah-buahan 22.310,96 ton. Beberapa komoditas hasil tanaman pangan itu banyak dihasilkan dari Kecamatan Rengat termasuk Kuala Cenaku, Kelayang, Batang Peranap (kecamatan pemekaran), dan Rengat Barat.
Sementara hasil perkebunan yang paling menjanjikan; kelapa sawit 593.220 ton, dan karet 51.169,96 ton. Dari hasil kelapa sawit ini, ekspor CPO mencapai 156.000 ton dengan nilai US$ 33,471,154.56. Hasil komoditas perkebunan tersebut banyak dihasilkan dari perkebunan rakyat dan swasta besar yang terkonsentrasi di Kecamatan Saberida, Pasir Penyu termasuk Sungai Lalat dan Lubuk Batu Jaya atau Lirik. Di antara perkebunan swasta besar (BUMN) adalah; PT Ineeda, PT Kencana Amal Tani, PT Sumatera Makmur, PT Rigunas Agri Utama, PT Tunggal Perkasa, PTP Nusantara V, PT Gandaerah Gendana, dan PT Putra Lirik Domas, PT Indri Plantations, dan PT Rigunas Agri Utama.
Sedangkan hasil kehutanan yang menonjol kayu bulat 140.973,37 M3 dan kayu bakau 154.066,86 M3. Hutan produksi di daerah ini mencapai lebih dari 205.000 Ha. Tetapi hutan di daerah Indragiti Hulu sudah rusak berat dan mulai gundul. Hasil hutan banyak diperoleh dari Kecamatan Kelayang, Batang Cenaku, Batang Gansal, Rengat Barat, Rengat, dan Peranap.
Selanjutnya wisata di Indragiri Hulu harus digalakkan secara lebih progresif. Apalagi daerah ini memiliki potensi wisata yang sangat baik dan dapat dimanfaatkan lebih optimal. Banyak keindahan alam yang fantastis dimiliki daerah ini. Dengan demikian daerah Indragiri Hulu seperti halnya Indragiri Hilir punyai potensi wisata untuk dijadikan tujuan touris manca negara.
Untuk Klaster perlu dipertahankan hasil perkebunan karet dan kelapa sawit, tanaman padi, sayur-sayuran dan buah-buahan. Namun peningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) harus dilakukan berikut kualitas infrastruktur pertanian dan perkebunan yang merupakan warisan masa lalu. Dengan munculnya industri olahan hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan di daerah ini pertanda awal pertumbuhan ekonomi di Indragiri Hulu.
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tahun 2004 menurut harga konstan (2000) mencapai lebih dari Rp 4.590.853 milyar. Sumbangan terbesar atas PDRB tersebut berasal dari sektor Pertanian 47,19 persen, Industri Pengolahan 27,87 persen, dan Perdagangan 8,28 persen.
Potensi sektor pertanian yang paling menonjol adalah tanaman pangan seperti; padi 27.270,74 ton, sayuran 27.532,15 ton, dan buah-buahan 22.310,96 ton. Beberapa komoditas hasil tanaman pangan itu banyak dihasilkan dari Kecamatan Rengat termasuk Kuala Cenaku, Kelayang, Batang Peranap (kecamatan pemekaran), dan Rengat Barat.
Sementara hasil perkebunan yang paling menjanjikan; kelapa sawit 593.220 ton, dan karet 51.169,96 ton. Dari hasil kelapa sawit ini, ekspor CPO mencapai 156.000 ton dengan nilai US$ 33,471,154.56. Hasil komoditas perkebunan tersebut banyak dihasilkan dari perkebunan rakyat dan swasta besar yang terkonsentrasi di Kecamatan Saberida, Pasir Penyu termasuk Sungai Lalat dan Lubuk Batu Jaya atau Lirik. Di antara perkebunan swasta besar (BUMN) adalah; PT Ineeda, PT Kencana Amal Tani, PT Sumatera Makmur, PT Rigunas Agri Utama, PT Tunggal Perkasa, PTP Nusantara V, PT Gandaerah Gendana, dan PT Putra Lirik Domas, PT Indri Plantations, dan PT Rigunas Agri Utama.
Sedangkan hasil kehutanan yang menonjol kayu bulat 140.973,37 M3 dan kayu bakau 154.066,86 M3. Hutan produksi di daerah ini mencapai lebih dari 205.000 Ha. Tetapi hutan di daerah Indragiti Hulu sudah rusak berat dan mulai gundul. Hasil hutan banyak diperoleh dari Kecamatan Kelayang, Batang Cenaku, Batang Gansal, Rengat Barat, Rengat, dan Peranap.
Selanjutnya wisata di Indragiri Hulu harus digalakkan secara lebih progresif. Apalagi daerah ini memiliki potensi wisata yang sangat baik dan dapat dimanfaatkan lebih optimal. Banyak keindahan alam yang fantastis dimiliki daerah ini. Dengan demikian daerah Indragiri Hulu seperti halnya Indragiri Hilir punyai potensi wisata untuk dijadikan tujuan touris manca negara.
Untuk Klaster perlu dipertahankan hasil perkebunan karet dan kelapa sawit, tanaman padi, sayur-sayuran dan buah-buahan. Namun peningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) harus dilakukan berikut kualitas infrastruktur pertanian dan perkebunan yang merupakan warisan masa lalu. Dengan munculnya industri olahan hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan di daerah ini pertanda awal pertumbuhan ekonomi di Indragiri Hulu.
| Nama Daerah | : | Kabupaten Indragiri Hulu | |
| Status | : | Kabupaten | |
| Luas | : | 8.198 | km2 |
| Jumlah Kecamatan | : | 9 | Kecamatan |
| Penduduk Laki-Laki | : | 108.007 | jiwa |
| Penduduk Perempuan | : | 102.554 | jiwa |
| Jumlah Penduduk | : | 210.561 | jiwa |
|
Chart.
|
Peta Ekonomi Kabupaten Indragiri Hulu
|
Chart.
|
Potensi Ekonomi Andalan Kabupaten Indragiri Hulu
PERTANIAN, PETERNAKAN, KEHUTANAN DAN PERIKANAN
Peternakan dan Hasil-hasilnya
| Peternakan | Total | Satuan | ||
|---|---|---|---|---|
| Ayam Buras | 709.676,00 | ekor | ||
| Ayam Ras Pedaging | 112.469,00 | ekor | ||
| Itik | 31.676,00 | ekor | ||
| Sapi | 26.063,00 | ekor | ||
| Kambing | 17.778,00 | ekor | ||
| Kerbau | 4.149,00 | ekor | ||
| Ayam Ras Petelor | 3.622,00 | ekor |
Tanaman Bahan Makanan
| Buah-buahan | Total | Satuan | ||
|---|---|---|---|---|
| Pisang | 10.661,56 | ton | ||
| Jeruk | 4.319,74 | ton | ||
| Rambutan | 1.917,79 | ton | ||
| Durian | 1.082,38 | ton |
Tanaman Bahan Makanan
| Padi dan Palawija | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Padi | 7.270,74 | Kecamatan Rengat | 4.185,54 | ton |
| Kecamatan Kelayang | 986,52 | |||
| Kecamatan Pasir Penyu | 766,00 | |||
| Ubi Kayu | 4.226,60 | Kecamatan Rengat Barat | 1.131,60 | ton |
| Kecamatan Batang Cenaku | 951,40 | |||
| Kecamatan Pasir Penyu | 763,00 | |||
| Jagung | 2.446,53 | Kecamatan Rengat | 1.256,23 | ton |
| Kecamatan Rengat Barat | 540,00 | |||
| Kecamatan Pasir Penyu | 304,00 |
Tanaman Bahan Makanan
| Tanaman Pisang | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Pisang | 10.661,56 | Kecamatan Pasir Penyu | 3.630,00 | ton |
| Kecamatan Peranap | 1.993,05 | |||
| Kecamatan Rengat | 1.578,50 |
Tanaman Perkebunan
| Perkebunan | Total | Satuan | ||
|---|---|---|---|---|
| Kelapa Sawit | 1.434.032,00 | ton | ||
| Karet | 84.053,96 | ton | ||
| Kelapa Dalam | 1.619,05 | ton |
Tanaman Perkebunan
| Perusahaan Perkebunan Besar Swasta/bumn | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Perusahaan Besar Perkebunan Kelapa Sawit | 15,00 | Kecamatan Seberida | 5,00 | unit |
| Kecamatan Pasir Penyu | 5,00 | |||
| Kecamatan Peranap | 2,00 | |||
| Kecamatan Kelayang | 1,00 | |||
| Kecamatan Rengat | 1,00 | |||
| Kecamatan Rengat Barat | 1,00 | |||
| Perusahaan Besar Perkebunan Karet | 1,00 | Kecamatan Pasir Penyu | 1,00 | unit |
Tanaman Perkebunan
| Produksi Perkebunan | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Kelapa Sawit | 104.372,60 | Kecamatan Pasir Penyu | 31.715,60 | ton |
| Kecamatan Pasir Penyu | 30.949,00 | |||
| Kecamatan Batang Gansal | 18.536,00 | |||
| Karet | 32.107,00 | Kecamatan Kelayang | 8.583,00 | ton |
| Kecamatan Peranap | 7.420,00 | |||
| Kecamatan Seberida | 4.360,00 | |||
| Kelapa Dalam | 1.414,20 | Kecamatan Pasir Penyu | 648,00 | ton |
| Kecamatan Seberida | 198,00 | |||
| Kecamatan Lirik | 187,00 |
Sumber : Kabupaten Indragiri Hulu dalam Angka 2005, BPS, Kabupaten Indragiri Hulu.

