KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT
Kabupaten Kotawaringin Barat merupakan salah satu kabupaten di Kalimantan Tengah, dengan ibukota Pangkalan Bun. Wilayah ini di sebelah utara berbatasan dengan Propinsi Kalimantan Barat, di sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Seruyan, di sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Lamandau dan Kabupaten Sukamara, sedangkan di Selatan berbatasan dengan Laut Jawa. Luas wilayahnya 10.759 Km2, meliputi enam kecamatan.
Peta wilayah yang berubah pasca pemekaran mengubah roda perekonomian daerah yang dikenal sebagai penghasil perkebunan dan hutan. Kondisi sebelum pemekaran, perkebunan kelapa sawit Kobar merupakan setengah dari luas perkebunan kelapa sawit di Kalteng. Luas areal kelapa sawit 124.951 hektar dengan total produksi 640.016 ton. Begitu pula dengan perkebunan karet, luas arealnya 5 persen dari total perkebunan karet di Kalteng, luasnya meningkat menjadi 16.205 hektar, produksinya 9.958 ton.
Sebagian besar perkebunan dan hutan produksi terdapat di empat kecamatan yang sekarang membentuk Kobar baru. Kabupaten ini masih menguasai perkebunan kelapa sawit seluas 84.728 hektar. Demikian pula dengan penanam modal. Dari 24 perusahaan yang bergerak dalam komoditas kelapa sawit, 16 di antaranya masih tetap berada di Kobar. Begitu juga perkebunan karet dan lada. Kayu masih akan menjadi andalan kegiatan ekonomi, mengingat Kobar yang baru masih memiliki hutan produksi yang luas. Dari hutan itu dihasilkan kayu meranti, ramin, keruing, dan jenis kayu lainnya.
Tanaman kelapa sawit merupakan salah satu andalan Kabupaten Kotawaringin Barat. Daerah ini merupakan produsen kelapa sawit terbesar di Kalimantan Tengah. Dari sisi produksi perkebunan daerah ini, tanaman kelapa sawit menghasilkan tingkat produksi terbesar dibanding tanaman perkebunan lainya.
Dalam PDRB Kabupaten Kotawaringin Barat, kontribusi perkebunan, khususnya kelapa sawit, terlihat signifikan bagi perekonomian. Dari keseluruhan PDRB ADHK 1993 Tahun 2003 sebesar Rp 615,9 milyar, kontribusi pertanian mencapai Rp 202,8 milyar atau 32,93 persen. Dari nilai ekonomi pertanian sebesar Rp 202,8 milyar tersebut, Rp 91,8 milyar diantaranya dihasilkan dari perkebunan dimana bagian terbesarnya dihasilkan oleh perkebunan kelapa sawit.
Dari sisi hasil produksi, tiga kecamatan cocok dikembangkan menjadi klaster tanaman kelapa sawit, yaitu Kecamatan Kumai, Arut Selatan, dan Arut Utara. Ketiga kecamatan ini merupakan penghasil kelapa sawit yang amat potensial untuk terus berkembang.
Selain kelapa sawit, produk perkebunan andalan lainnya adalah karet dan kelapa. Klaster karet cocok dikembangkan di Kecamatan Kumai, Ktw Lama, dan Arut Selatan. Sedangkan klaster kelapa cocok dikembangkan di Kecamatan Kumai, Ktw Lama dan Arut Selatan.
Subsektor lain yang berperan signifikan adalah kehutanan. Produksi kayu bulat Tahun 2003 mencapai 201.342,62 M3, yang terdiri dari kelompok kayu meranti sebesar 175.958,13 M3, Kayu rimba campuran 24.564,04 M3, dan Kayu Indah 820,45 M3. Selain itu terdapat produksi kayu gergajian, moulding, dan Plywood. Produksi kayu gergajian sebesar 38.549,37 M3, Moulding 23.574,26 M3, dan plywood 199.998,15 M3.
Selain produk-produk kayu, subsektor kehutanan juga menghasilkan hasil hutan bukan kayu. Produksi hasil hutan bukan kayu Tahun 2003 antara lain balokan 55 M3, rotan 788,69 ton, sirap 20.000 Kg, dan kulit kayu 517 ton.
Subsektor lain yang berperan signifikan adalah perikanan. Kabupaten Kotawaringin Barat menghasilkan produksi berbagai jenis perikanan, baik perikanan laut ataupun perikanan darat. Produksi ikan laut merupakan yang tertinggi dibanding ikan jenis lainnya.
Klaster ikan laut cocok dikembangkan di dua kecamatan, yaitu Kumai dan Arut Selatan. Selain ikan laut, daerah ini menghasilkan ikan darat budidaya dan ikan darat perairan umum. Klaster ikan darat budidaya cocok dikembangkan di Kecamatan Arut Selatan, Kumai, dan Kotawaringin Lama. Sedangkan klaster ikan darat perairan umum cocok dikembangkan di Kecamatan Arut Selatan, Kotawaringin Lama, dan Arut Utara.
Selain pertanian, sektor lain yang berperan signifikan bagi perekonomian Kabupaten Kotawaringin Barat adalah Industri Pengolahan. Industri yang berkembang di daerah ini adalah kelompok Industri Logam, Mesin, dan Aneka (ILMKA) dan kelompok Industri Hasil Pertanian dan Kehutanan (IHPK). Klaster ILMKA cocok dikembangkan di Arut Selatan, Kumai, dan Kotawaringin Lama. Sedangkan kelompok industri IHPK cocok dikembangkan di Kecamatan Arut Selatan, Kumai, dan Kotawaringin Lama.
Peta wilayah yang berubah pasca pemekaran mengubah roda perekonomian daerah yang dikenal sebagai penghasil perkebunan dan hutan. Kondisi sebelum pemekaran, perkebunan kelapa sawit Kobar merupakan setengah dari luas perkebunan kelapa sawit di Kalteng. Luas areal kelapa sawit 124.951 hektar dengan total produksi 640.016 ton. Begitu pula dengan perkebunan karet, luas arealnya 5 persen dari total perkebunan karet di Kalteng, luasnya meningkat menjadi 16.205 hektar, produksinya 9.958 ton.
Sebagian besar perkebunan dan hutan produksi terdapat di empat kecamatan yang sekarang membentuk Kobar baru. Kabupaten ini masih menguasai perkebunan kelapa sawit seluas 84.728 hektar. Demikian pula dengan penanam modal. Dari 24 perusahaan yang bergerak dalam komoditas kelapa sawit, 16 di antaranya masih tetap berada di Kobar. Begitu juga perkebunan karet dan lada. Kayu masih akan menjadi andalan kegiatan ekonomi, mengingat Kobar yang baru masih memiliki hutan produksi yang luas. Dari hutan itu dihasilkan kayu meranti, ramin, keruing, dan jenis kayu lainnya.
Tanaman kelapa sawit merupakan salah satu andalan Kabupaten Kotawaringin Barat. Daerah ini merupakan produsen kelapa sawit terbesar di Kalimantan Tengah. Dari sisi produksi perkebunan daerah ini, tanaman kelapa sawit menghasilkan tingkat produksi terbesar dibanding tanaman perkebunan lainya.
Dalam PDRB Kabupaten Kotawaringin Barat, kontribusi perkebunan, khususnya kelapa sawit, terlihat signifikan bagi perekonomian. Dari keseluruhan PDRB ADHK 1993 Tahun 2003 sebesar Rp 615,9 milyar, kontribusi pertanian mencapai Rp 202,8 milyar atau 32,93 persen. Dari nilai ekonomi pertanian sebesar Rp 202,8 milyar tersebut, Rp 91,8 milyar diantaranya dihasilkan dari perkebunan dimana bagian terbesarnya dihasilkan oleh perkebunan kelapa sawit.
Dari sisi hasil produksi, tiga kecamatan cocok dikembangkan menjadi klaster tanaman kelapa sawit, yaitu Kecamatan Kumai, Arut Selatan, dan Arut Utara. Ketiga kecamatan ini merupakan penghasil kelapa sawit yang amat potensial untuk terus berkembang.
Selain kelapa sawit, produk perkebunan andalan lainnya adalah karet dan kelapa. Klaster karet cocok dikembangkan di Kecamatan Kumai, Ktw Lama, dan Arut Selatan. Sedangkan klaster kelapa cocok dikembangkan di Kecamatan Kumai, Ktw Lama dan Arut Selatan.
Subsektor lain yang berperan signifikan adalah kehutanan. Produksi kayu bulat Tahun 2003 mencapai 201.342,62 M3, yang terdiri dari kelompok kayu meranti sebesar 175.958,13 M3, Kayu rimba campuran 24.564,04 M3, dan Kayu Indah 820,45 M3. Selain itu terdapat produksi kayu gergajian, moulding, dan Plywood. Produksi kayu gergajian sebesar 38.549,37 M3, Moulding 23.574,26 M3, dan plywood 199.998,15 M3.
Selain produk-produk kayu, subsektor kehutanan juga menghasilkan hasil hutan bukan kayu. Produksi hasil hutan bukan kayu Tahun 2003 antara lain balokan 55 M3, rotan 788,69 ton, sirap 20.000 Kg, dan kulit kayu 517 ton.
Subsektor lain yang berperan signifikan adalah perikanan. Kabupaten Kotawaringin Barat menghasilkan produksi berbagai jenis perikanan, baik perikanan laut ataupun perikanan darat. Produksi ikan laut merupakan yang tertinggi dibanding ikan jenis lainnya.
Klaster ikan laut cocok dikembangkan di dua kecamatan, yaitu Kumai dan Arut Selatan. Selain ikan laut, daerah ini menghasilkan ikan darat budidaya dan ikan darat perairan umum. Klaster ikan darat budidaya cocok dikembangkan di Kecamatan Arut Selatan, Kumai, dan Kotawaringin Lama. Sedangkan klaster ikan darat perairan umum cocok dikembangkan di Kecamatan Arut Selatan, Kotawaringin Lama, dan Arut Utara.
Selain pertanian, sektor lain yang berperan signifikan bagi perekonomian Kabupaten Kotawaringin Barat adalah Industri Pengolahan. Industri yang berkembang di daerah ini adalah kelompok Industri Logam, Mesin, dan Aneka (ILMKA) dan kelompok Industri Hasil Pertanian dan Kehutanan (IHPK). Klaster ILMKA cocok dikembangkan di Arut Selatan, Kumai, dan Kotawaringin Lama. Sedangkan kelompok industri IHPK cocok dikembangkan di Kecamatan Arut Selatan, Kumai, dan Kotawaringin Lama.
| Nama Daerah | : | Kabupaten Kotawaringin Barat | |
| Status | : | Kabupaten | |
| Luas | : | 10.759 | km2 |
| Jumlah Kecamatan | : | 4 | Kecamatan |
| Penduduk Laki-Laki | : | 99.928 | jiwa |
| Penduduk Perempuan | : | 88.566 | jiwa |
| Jumlah Penduduk | : | 188.494 | jiwa |
|
Chart.
|
Peta Ekonomi Kabupaten Kotawaringin Barat
|
Chart.
|
Potensi Ekonomi Andalan Kabupaten Kotawaringin Barat
| Jenis Ikan | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Ikan Laut | 9.600,00 | Kecamatan Jelai | 9.600,00 | ton |
Perikanan
| Perikanan | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Perairan Umum | 8.384,00 | Kecamatan Sukamara | 5.184,00 | ton |
Perikanan
| Perikanan Budidaya | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Budi Daya | 1.956,00 | Kecamatan Jelai | 1.800,00 | ton |
Peternakan dan Hasil-hasilnya
| Ternak Besar | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Sapi Potong | 2.587,00 | Kecamatan Bulik | 1.497,00 | ekor |
| Kecamatan Jelai | 1.242,00 | |||
| Kecamatan Balai Riam | 588,00 | |||
| Kecamatan Sukamara | 562,00 | |||
| Sapi Biasa | 1.924,00 | Kecamatan Arut Selatan | 875,00 | ekor |
| Kecamatan Kumai | 636,00 | |||
| Kecamatan Arut Selatan | 279,00 |
Peternakan dan Hasil-hasilnya
| Ternak Kecil | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Babi | 3.083,00 | Kecamatan Bulik | 1.248,00 | ekor |
Peternakan dan Hasil-hasilnya
| Ternak Unggas | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Ayam Ras Pedaging | 132.000,00 | Kecamatan Sukamara | 72.000,00 | ekor |
| Kecamatan Balai Riam | 36.000,00 | |||
| Ayam Buras | 50.004,00 | Kecamatan Bulik | 27.214,00 | ekor |
| Ayam Buras | 34.402,00 | Kecamatan Sukamara | 12.885,00 | ekor |
| Kecamatan Balai Riam | 11.400,00 | |||
| Ayam Ras Pedaging | 12.400,00 | Kecamatan Bulik | 12.400,00 | ekor |
Tanaman Bahan Makanan
| Buah-buahan | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Pisang | 870,99 | Kecamatan Bulik | 725,00 | ton |
| Rambutan | 865,00 | Kecamatan Bulik | 536,00 | ton |
| Semangka | 480,00 | Kecamatan Bulik | 480,00 | ton |
Tanaman Bahan Makanan
| Padi dan Palawija | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Ubi Kayu | 1.870,00 | Kecamatan Bulik | 1.510,00 | ton |
| Ubi Jalar | 450,00 | Kecamatan Bulik | 378,00 | ton |
Tanaman Bahan Makanan
| Sayur-sayuran | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Ketimun | 299,00 | Kecamatan Bulik | 285,00 | ton |
| Terung | 176,00 | Kecamatan Bulik | 176,00 | ton |
Tanaman Bahan Makanan
| Tanaman Sayur | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Kacang Panjang | 173,60 | Kecamatan Bulik | 152,00 | ton |
Tanaman Perkebunan
| Perkebunan | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Kelapa Sawit | 830.654,00 | Kecamatan Kumai | 567.153,00 | ton |
| Kecamatan Arut Selatan | 210.602,00 | |||
| Kecamatan Arut Utara | 62.899,00 | |||
| Kecamatan Balai Riam | 32.249,00 |
Tanaman Perkebunan
| Tanaman Perkebunan | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Karet | 3.283,00 | Kecamatan Kumai | 2.981,00 | ton |
| Kecamatan Kotawaringin Lama | 254,00 | |||
| Kecamatan Arut Selatan | 48,00 | |||
| Kecamatan Balai Riam | 1.785,50 | |||
| Kelapa | 1.405,00 | Kecamatan Kumai | 1.390,00 | ton |
| Kecamatan Kotawaringin Lama | 12,00 | |||
| Kecamatan Arut Selatan | 3,00 | |||
| Kecamatan Jelai | 654,50 | |||
| Jagung | 254,40 | Kecamatan Balai Riam | 211,20 | ton |
Sumber : Kabupaten Sukamara dalam Angka 2003, BPS Kabupaten Kotawaringin Barat

