KABUPATEN MUSI RAWAS
Kabupaten Musi Rawas merupakan salah satu kabupaten di Propinsi Sumatera Selatan, dengan penduduk tahun 2003 sekitar 454.142 jiwa, meliputi 17 Kecamatan dan wilayahnya seluas 12.365,83 Km². Daerah ini merupakan daerah pertambangan dan pertanian.
Daerah ini selain kaya akan sumberdaya alam letaknya juga strategis pada posisi persimpangan antar propinsi di Jambi, Bengkulu, dan Lampung. Meski secara umum tidak berbeda dengan kondisi ekonomi daerah lain di Sumatera. Tingkat perekonomiannya mengalami pertumbuhan mengesankan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Sumbangan terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang ada didominasi sektor pertambangan sekitar 40 persen, pertanian 38 persen, konstruksi dan bangunan 10, serta industri pengolahan 8 persen.
Pada sektor pertanian terutama tanaman pangan yang dominan adalah padi mencapai 236.886 ton, terkonsentrasi di kecamatan Tugumulyo, Purwodadi dan BKL. Ulu. Dari 17 kecamatan, hanya tiga kecamatan defisit tanaman padi, yakni Nibung, Rawas Ilir dan Rakitan. Selain padi, hasil tanaman jagung 1.961 ton, kedelai 1.063 ton, ubi kayu 8.158 ton, dan ubi jalar 1.193 ton, sayur-sayuran 11.286,4 ton, dan buah-buahan mencapai 28.561 ton, terkonsentrasi di Kecamatan BKLU Terawas, Tugumulyo, Megah, Karang Jaya, Muara Rupit, Jaya Loka, Bts Ulu, Nibung, Selangit, dan Muara Beliti.
Di luar hasil tanaman pangan hasil perkebunan yang menonjol karet dan kopi, masing-masing 145.356 ton dan 11.778 ton. Hasil tanaman karet dan kopi terkonsentrasi di Kecamatan Rawas Ulu, Muara Beliti, Muara Kelingi, dan Purwodadi, Selangit, Muara Beliti, dan Muara Lakitan.
Dengan demikian, untuk klaster di Kabupaten Musi Rawas harus tetap bertahan atau konsentrasi pada hasil produksi karet, kopi, padi dan ubi jalar. Ini perlu dikembangkan dan dibangun industri pengolahan hasil pertanian dan perkebunan ke depan. Melalui cara itu, diharapkan akan dapat mengangkat kemiskinan dan menambah pundit-pundi keuangan di Musi Rawas.
Daerah ini selain kaya akan sumberdaya alam letaknya juga strategis pada posisi persimpangan antar propinsi di Jambi, Bengkulu, dan Lampung. Meski secara umum tidak berbeda dengan kondisi ekonomi daerah lain di Sumatera. Tingkat perekonomiannya mengalami pertumbuhan mengesankan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Sumbangan terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang ada didominasi sektor pertambangan sekitar 40 persen, pertanian 38 persen, konstruksi dan bangunan 10, serta industri pengolahan 8 persen.
Pada sektor pertanian terutama tanaman pangan yang dominan adalah padi mencapai 236.886 ton, terkonsentrasi di kecamatan Tugumulyo, Purwodadi dan BKL. Ulu. Dari 17 kecamatan, hanya tiga kecamatan defisit tanaman padi, yakni Nibung, Rawas Ilir dan Rakitan. Selain padi, hasil tanaman jagung 1.961 ton, kedelai 1.063 ton, ubi kayu 8.158 ton, dan ubi jalar 1.193 ton, sayur-sayuran 11.286,4 ton, dan buah-buahan mencapai 28.561 ton, terkonsentrasi di Kecamatan BKLU Terawas, Tugumulyo, Megah, Karang Jaya, Muara Rupit, Jaya Loka, Bts Ulu, Nibung, Selangit, dan Muara Beliti.
Di luar hasil tanaman pangan hasil perkebunan yang menonjol karet dan kopi, masing-masing 145.356 ton dan 11.778 ton. Hasil tanaman karet dan kopi terkonsentrasi di Kecamatan Rawas Ulu, Muara Beliti, Muara Kelingi, dan Purwodadi, Selangit, Muara Beliti, dan Muara Lakitan.
Dengan demikian, untuk klaster di Kabupaten Musi Rawas harus tetap bertahan atau konsentrasi pada hasil produksi karet, kopi, padi dan ubi jalar. Ini perlu dikembangkan dan dibangun industri pengolahan hasil pertanian dan perkebunan ke depan. Melalui cara itu, diharapkan akan dapat mengangkat kemiskinan dan menambah pundit-pundi keuangan di Musi Rawas.
| Nama Daerah | : | Kabupaten Musi Rawas | |
| Status | : | Kabupaten | |
| Luas | : | 1.236.583 | km2 |
| Jumlah Kecamatan | : | 17 | Kecamatan |
| Penduduk Laki-Laki | : | 240.289 | jiwa |
| Penduduk Perempuan | : | 237.900 | jiwa |
| Jumlah Penduduk | : | 478.189 | jiwa |
|
Chart.
|
Peta Ekonomi Kabupaten Musi Rawas
|
Chart.
|
Potensi Ekonomi Andalan Kabupaten Musi Rawas
PERTANIAN, PETERNAKAN, KEHUTANAN DAN PERIKANAN
Tanaman Bahan Makanan
| Buah-buahan | Total | Satuan | ||
|---|---|---|---|---|
| Durian | 2.540,00 | ton | ||
| Rambutan | 1.764,00 | ton | ||
| Jeruk | 1.619,00 | ton | ||
| Pisang | 1.172,00 | ton | ||
| Semangka | 697,00 | ton | ||
| Melinjo | 189,00 | ton |
Tanaman Bahan Makanan
| Padi dan Palawija | Total | Satuan | ||
|---|---|---|---|---|
| Padi Sawah | 211.555,00 | ton | ||
| Padi Ladang | 25.331,00 | ton | ||
| Ubi Kayu | 8.158,00 | ton | ||
| Jagung | 1.961,00 | ton | ||
| Ubi Jalar | 1.193,00 | ton | ||
| Kedelai | 1.063,00 | ton |
Tanaman Bahan Makanan
| Sayur-sayuran | Total | Satuan | ||
|---|---|---|---|---|
| Kacang Panjang | 694,00 | ton | ||
| Ketimun | 456,00 | ton | ||
| Kangkung | 365,00 | ton | ||
| Tomat | 359,00 | ton | ||
| Cabe | 329,00 | ton |
Sumber : Kabupaten Musi Rawas dalam Angka 2005, BPS Kabupaten Musi Rawas

