KABUPATEN PULANG PISAU
Kabupaten Pulang Pisau merupakan salah satu kabupaten di Kalimantan Tengah, dengan ibukota Pulang Pisau. Wilayah kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Gunung Mas di sebelah Utara, dengan Kabupaten Kapuas di sebelah Timur, dengan Katingan dan Kota Palangka Raya di Barat, dengan laut Jawa di sebelah Selatan. Luas wilayahnya 8.997 Km2, meliputi 6 kecamatan.
Kabupaten ini dikenal sebagai lumbung beras bagi Kalteng. Produksi padi dari tahun ke tahun selalu meningkat. Wilayah kabupaten terbelah dua di bagian Utara merupakan perbukitan berpasir dengan ketinggian 50-100 meter, cocok untuk perkebunan sawit dan karet. Di sebelah selatan berupa rawa-rawa dan pantai sepanjang 153,4 kilometer. Dari pantai dan daerah berair dihasilkan 7.344 ton ikan laut dan 2.958 ikan darat.
Industri di daerah ini yang terkenal adalah plywood. Produksinya diekspor ke Taiwan, Amerika Serikat, dan ke Timur Tengah. Pabrik pembuat plywood pernah berhenti, kemudian April 2004 berproduksi kembali.
Di sektor pertambangan, terdapat kaolin, pasir kuarsa, gravel, minyak, gambut, timah, dan emas. Minyak ini di sekitar Desa Garong di Kecamatan Kahayan Hilir dan Desa Buntoi di Kecamatan Pandih Batu. Minyak ini sudah ada sejak zaman Belanda. Emas ada di Desa Bareng Rambang sampai Desa Tangkahen, Kecamatan Banana Tingang.
Kabupaten Pulang Pisau merupakan salah satu lumbung pangan di Propinsi Kalimantan Tengah. Kabupaten yang merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Kapuas Tahun 2002 ini menghasilkan produksi bahan pangan terutama padi, ubi kayu, dan ubi jalar yang berlimpah. Produksi padi merupakan yang terbesar kedua, ubi kayu terbesar, dan ubi jalar terbesar ketiga se Kalimantan Tengah.
Dilihat secara sektoral, pertanian merupakan sektor paling berperan dalam perekonomian. Hal ini terlihat dari kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB Kabupaten Pulang Pisau. Dari keseluruhan nilai PDRB atas harga konstan 2000, Tahun 2006 sebesar Rp 728 milyar, kontribusi sektor pertanian mencapai Rp 326 milyar atau sebesar 44,76 persen.
Pada Tahun 2006, produksi padi di daerah ini mencapai 77.150,98 ton. Produksi ketela pohon mencapai 18.162 ton. Sedangkan produksi ketela rambat mencapai 1.082 ton.
Selain tanaman pangan, daerah ini juga menghasilkan produk sayur-sayuran dan buah-buahan. Produksi sayuran-sayuran yang jumlah produksinya signifikan adalah kacang panjang 445,30 ton, bawang daun 416,60 ton, dan labu 394,60 ton. Sedangkan buah-buahan yang produksinya signifikan adalah pisang sebesar 16.287 ton, nangka/cempedak 12.243 ton, dan mangga 7.394 ton.
Kabupaten Pulang Pisau juga menghasilkan produk-produk perkebunan. Untuk produk perkebunan ini, produk dengan hasil produksi terbesar adalah karet. Berdasarkan daerah produksi sekarang ini, klaster karet cocok dikembangkan di Kecamatan Kahayan Hilir, Banama Tingang, dan Kahayan Tengah. Produk perkebunan andalan lainnya adalah kopi. Klaster tanaman kopi cocok dikembangkan di Kecamatan Pandih Batu dan Maliku.
Di daerah ini juga terdapat hasil produksi peternakan. Ternak yang populasinya signifikan adalah Sapi, Kambing, Ayam Buras, dan Ayam pedaging. Sementara daerah yang cocok sebagai klaster peternakan adalah kecamatan Maliku, Pandih Batu, Kahayan Hilir, dan Kahayan Tengah.
Sebagai daerah yang memiliki batas laut, Kabupaten Pulang Pisau juga menghasilkan ikan laut. Daerah penghasil ikan laut terbesar adalah Kahayan Kuala dan Sebangau Kuala. Selain itu kabupaten ini potensial mengembangkan perikanan rawa dan sungai. Daerah yang cocok untuk perikanan rawa adalah Kecamatan Sebangau Kuala dan Kahayan Kuala. Sementara daerah yang cocok untuk perikanan sungai adalah Kecamatan Sebangau Kuala dan Pandih Batu.
Kabupaten ini dikenal sebagai lumbung beras bagi Kalteng. Produksi padi dari tahun ke tahun selalu meningkat. Wilayah kabupaten terbelah dua di bagian Utara merupakan perbukitan berpasir dengan ketinggian 50-100 meter, cocok untuk perkebunan sawit dan karet. Di sebelah selatan berupa rawa-rawa dan pantai sepanjang 153,4 kilometer. Dari pantai dan daerah berair dihasilkan 7.344 ton ikan laut dan 2.958 ikan darat.
Industri di daerah ini yang terkenal adalah plywood. Produksinya diekspor ke Taiwan, Amerika Serikat, dan ke Timur Tengah. Pabrik pembuat plywood pernah berhenti, kemudian April 2004 berproduksi kembali.
Di sektor pertambangan, terdapat kaolin, pasir kuarsa, gravel, minyak, gambut, timah, dan emas. Minyak ini di sekitar Desa Garong di Kecamatan Kahayan Hilir dan Desa Buntoi di Kecamatan Pandih Batu. Minyak ini sudah ada sejak zaman Belanda. Emas ada di Desa Bareng Rambang sampai Desa Tangkahen, Kecamatan Banana Tingang.
Kabupaten Pulang Pisau merupakan salah satu lumbung pangan di Propinsi Kalimantan Tengah. Kabupaten yang merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Kapuas Tahun 2002 ini menghasilkan produksi bahan pangan terutama padi, ubi kayu, dan ubi jalar yang berlimpah. Produksi padi merupakan yang terbesar kedua, ubi kayu terbesar, dan ubi jalar terbesar ketiga se Kalimantan Tengah.
Dilihat secara sektoral, pertanian merupakan sektor paling berperan dalam perekonomian. Hal ini terlihat dari kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB Kabupaten Pulang Pisau. Dari keseluruhan nilai PDRB atas harga konstan 2000, Tahun 2006 sebesar Rp 728 milyar, kontribusi sektor pertanian mencapai Rp 326 milyar atau sebesar 44,76 persen.
Pada Tahun 2006, produksi padi di daerah ini mencapai 77.150,98 ton. Produksi ketela pohon mencapai 18.162 ton. Sedangkan produksi ketela rambat mencapai 1.082 ton.
Selain tanaman pangan, daerah ini juga menghasilkan produk sayur-sayuran dan buah-buahan. Produksi sayuran-sayuran yang jumlah produksinya signifikan adalah kacang panjang 445,30 ton, bawang daun 416,60 ton, dan labu 394,60 ton. Sedangkan buah-buahan yang produksinya signifikan adalah pisang sebesar 16.287 ton, nangka/cempedak 12.243 ton, dan mangga 7.394 ton.
Kabupaten Pulang Pisau juga menghasilkan produk-produk perkebunan. Untuk produk perkebunan ini, produk dengan hasil produksi terbesar adalah karet. Berdasarkan daerah produksi sekarang ini, klaster karet cocok dikembangkan di Kecamatan Kahayan Hilir, Banama Tingang, dan Kahayan Tengah. Produk perkebunan andalan lainnya adalah kopi. Klaster tanaman kopi cocok dikembangkan di Kecamatan Pandih Batu dan Maliku.
Di daerah ini juga terdapat hasil produksi peternakan. Ternak yang populasinya signifikan adalah Sapi, Kambing, Ayam Buras, dan Ayam pedaging. Sementara daerah yang cocok sebagai klaster peternakan adalah kecamatan Maliku, Pandih Batu, Kahayan Hilir, dan Kahayan Tengah.
Sebagai daerah yang memiliki batas laut, Kabupaten Pulang Pisau juga menghasilkan ikan laut. Daerah penghasil ikan laut terbesar adalah Kahayan Kuala dan Sebangau Kuala. Selain itu kabupaten ini potensial mengembangkan perikanan rawa dan sungai. Daerah yang cocok untuk perikanan rawa adalah Kecamatan Sebangau Kuala dan Kahayan Kuala. Sementara daerah yang cocok untuk perikanan sungai adalah Kecamatan Sebangau Kuala dan Pandih Batu.
| Nama Daerah | : | Kabupaten Pulang Pisau | |
| Status | : | Kabupaten | |
| Luas | : | 8.997 | km2 |
| Jumlah Kecamatan | : | 8 | Kecamatan |
| Penduduk Laki-Laki | : | 59.977 | jiwa |
| Penduduk Perempuan | : | 58.231 | jiwa |
| Jumlah Penduduk | : | 118.208 | jiwa |
|
Chart.
|
Peta Ekonomi Kabupaten Pulang Pisau
|
Chart.
|
Potensi Ekonomi Andalan Kabupaten Pulang Pisau
| Perikanan | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Ikan Laut | 61.793,50 | Kecamatan Kahayan Kuala | 43.287,00 | ton |
| Kecamatan Sebangau Kuala | 15.822,50 | |||
| Perikanan Rawa | 3.668,00 | Kecamatan Sebangau Kuala | 1.072,00 | ton |
| Kecamatan Kahayan Kuala | 953,00 | |||
| Ikan Sungai | 1.842,00 | Kecamatan Sebangau Kuala | 713,00 | ton |
| Kecamatan Pandih Batu | 350,00 |
Peternakan dan Hasil-hasilnya
| Ternak Kecil | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Kambing | 7.228,00 | Kecamatan Maliku | 4.148,00 | ton |
| Kecamatan Pandih Batu | 1.326,00 | |||
| Kecamatan Kahayan Hilir | 1.042,00 |
Peternakan dan Hasil-hasilnya
| Ternak Unggas | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Ayam Buras | 264.174,00 | Kecamatan Pandih Batu | 83.960,00 | ekor |
| Kecamatan Maliku | 81.798,00 | |||
| Kecamatan Kahayan Hilir | 40.969,00 | |||
| Ayam Pedaging/broiler | 39.657,00 | Kecamatan Kahayan Hilir | 10.797,00 | ekor |
| Kecamatan Maliku | 10.226,00 | |||
| Kecamatan Kahayan Tengah | 7.863,00 |
Tanaman Perkebunan
| Perkebunan | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Karet | 10.703,08 | Kecamatan Kahayan Hilir | 4.986,80 | ton |
| Kecamatan Banama Tingang | 2.254,70 | |||
| Kecamatan Kahayan Tengah | 1.478,40 | |||
| Kopi | 1.464,21 | Kecamatan Pandih Batu | 702,09 | ton |
| Kecamatan Maliku | 667,29 |
Sumber : Pulang Pisau dalam Angka 2006, BPS Kabupaten Pulang Pisau

