KABUPATEN SUMBA TIMUR
Kabupaten Sumba Timur merupakan salah satu kabupaten di Propinsi NTT yang terletak di bagian timur Pulau Sumba. Di sebelah Utara berbatasan dengan Selat Sumba, di sebelah Timur dengan Laut Sabu, di sebelah Selatan dengan Samudra Hindia, dan di sebelah Barat dengan Kabupaten Sumba Barat. Di daerah ini terdapat empat pulau kecil di Selatan, Pulau Salura, Pulau Mengkudu, Pulau Kotak, dan Pulau Nusa. Jumlah penduduknya (2002) sebanyak 190.214 jiwa.
Perekonomian di Sumba Timur sebagian besar adalah pertanian, peternakan, industri rumah tangga terutama kerajinan tekstil/tenun, serta pariwisata. Industri rumah tangga didominasi kerajinan kain tenun ikat yang terdapat di hampir seluruh Kecamatan. Kerajinan kain tenun ikat sudah dikenal sejak ratusan tahun. Ada dua kelompok pengrajin, (1) yang menggantungkan seluruh penghasilannya pada tenun; dan (2) melakukan hanya sebagai kerja sambilan. Seniman sambilan ini umumnya secara sosial memiliki fungsi adat seperti kaum bangsawan. Walaupun hasil sambilan, tenun jenis ini bermutu tinggi karena tenunan itu bukan barang dagangan, melainkan hanya sebagai koleksi atau digunakan untuk upacara adat.
Ada beberapa daerah yang terkenal dengan kain tenun, seperti desa Kaliuda di Pahungalodu, Rindi dan Watuhadang di kecamatan Rindiumalulu, Rambangaru yang terletak di kecamatan Pandawai, dan Kelurahan Prailulu.
Tenunan daerah itu bermutu tinggi karena dibuat dengan menggunakan ramuan tradisional dan membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikannya. Tidak jarang ada tenunan yang penyelesaiannya hingga tahunan, menyebabkan harga jualnya mencapai jutaan rupiah, terutama dari Rindi, Kaliuda, dan kampung Pau. Kerajinan tenun juga mendukung kegiatan pariwisata di Sumba Timur.
Terdapat tiga sektor ekonomi utama yang dominan di Kabupaten Sumba Timur, yakni: sektor pertanian; sektor jasa-jasa; serta sektor perdagangan, hotel dan restoran. Struktur ekonomi Sumba Timur masih didominasi sektor pertanian dengan kontribusi terhadap total PDRB atas dasar harga konstan 2000 sebesar 39,31 persen. Karena itu, sektor pertanian memegang peranan penting dalam perekonomian di daerah ini.
Data pertanian tanaman pangan produksi tahun 2005 lebih banyak berasal dari komoditi ubi kayu 27.114 ton, jagung 25.582 ton, padi 23.545 ton, ubi jalar 3.223 ton, kacang tanah 1.301 ton, kacang hijau 315 ton dan sorghum 138 ton.
Kecamatan andalan penghasil ubi kayu adalah Karera, Nggaha Oriangu dan Tabundung. Produksi jagung di Kecamatan Nggaha Oriangu dan Wula Waijelu. Produksi padi terkonsentrasi di Kecamatan Lewa, Pahunga Lodu dan Nggaha Oriangu. Tanaman ubi jalar terbanyak di Nggaha Oriangu dan Wula Waijelu. Dan produksi kacang tanah banyak di Kecamatan Pandawai dan Haharu.
Komoditas perkebunan yang potensial adalah kelapa dan jambu mete. Perkebunan kelapa terkonsentrasi di Kecamatan Karera, Lewa dan Paberiwai. Produksi jambu mete terbanyak di Karera dan Pinu Pahar.
Sektor peternakan memiliki sejarah panjang dan cukup berbeda dari daerah lain di Indonesia, karena keadaan alam wilayah ini yang memiliki musim penghujan pendek dan padang rumput luas. Sumba Timur terkenal sebagai pusat penangkaran dan perdagangan Kuda sejak abad ke-19. Kuda Sandel, yang merupakan hasil perbaikan (grading up) kuda lokal dengan Kuda Arab, telah menjadi maskot dan figurnya dimasukkan dalam lambang daerah.
Pada awal abad ke-20 (1906-1907) pemerintah Belanda memasukkan empat ras Sapi ke Sumba, Sapi Jawa, Sapi Madura, Sapi Bali, dan Sapi Ongole dari India. Hanya yang terakhir beradaptasi dengan baik dan menjadi komoditi peternakan unggulan menggeser ternak kuda. Tujuh tahun pemerintah menetapkan Sumba Timur sebagai pusat penangkaran Sapi ongole murni dan sejak itu hasilnya dikenal sebagai ras Sumba Ongole, ini berlangsung hingga sekarang.
Di subsektor peternakan, ternak Babi dan Sapi merupakan jenis ternak yang paling banyak dipelihara, diikuti ternak Kambing, Kerbau dan Kuda. Peternakan di Sumba Timur sangat ditunjang dengan kondisi daerah yang memiliki padang rumput yang luas. Populasi Babi terkonsentrasi di Kecamatan Pandawai, Lewa dan Pahunga Lodu. Sedangkan Sapi di Pandawai, Rindi dan Kahaungu Eti. Ternak Kuda banyak terdapat di Pahunga Lodu, Pandawai dan Haharu. Ternak Kerbau terkonsentrasi di Pahunga Lodu dan Karera. Dan Kambing banyak di Kecamatan Pandawai, Pahunga Lodu dan Kota Waingapu.
Potensi kelautan dan perikanan yang cukup besar tetapi sayang belum dikelola secara maksimal, sehingga pemanfaatan potensi kelautan belum terkontribusi secara signifikan dalam ekonomi daerah. Potensi pengembangan perikanan laut terdapat di Kecamatan Kota Waingapu, Haharu dan Pandawai.
Pantai Kalala, Tarimbang, Purukaberta, dan Walakiri sudah mendunia dan dikenal sebagai tempat berselancar yang indah. Sisa-sisa kebudayaan megalitik berupa kubur batu dan rumah-rumah adat asli yang sering menjadi tempat pelaksanaan upacara adat penguburan jenazah bangsawan menarik minat para wisatawan. Wisata alam lainnya di Taman Nasional Laiwangi Wanggameti.
Di sektor perdagangan, bidang usaha yang banyak berkembang pada subsektor perdagangan besar dan eceran. Keberadaan kedua subsektor ini berhubungan dengan arus distribusi barang dan perdagangan antar pulau untuk memenuhi bahan kebutuhan pokok masyarakat. Jumlah perusahaan perdagangan di seluruh Sumba Timur sebanyak 226 unit, meliputi 142 perusahaan kecil, 76 perusahaan menengah, dan 8 perusahaan besar. Pedagang besar banyak terdapat di Kecamatan Kota Waingapu, sedangkan pedagang kecil dan menengah banyak di Kecamatan Kota Waingapu dan Kecamatan Umalulu.
Perekonomian di Sumba Timur sebagian besar adalah pertanian, peternakan, industri rumah tangga terutama kerajinan tekstil/tenun, serta pariwisata. Industri rumah tangga didominasi kerajinan kain tenun ikat yang terdapat di hampir seluruh Kecamatan. Kerajinan kain tenun ikat sudah dikenal sejak ratusan tahun. Ada dua kelompok pengrajin, (1) yang menggantungkan seluruh penghasilannya pada tenun; dan (2) melakukan hanya sebagai kerja sambilan. Seniman sambilan ini umumnya secara sosial memiliki fungsi adat seperti kaum bangsawan. Walaupun hasil sambilan, tenun jenis ini bermutu tinggi karena tenunan itu bukan barang dagangan, melainkan hanya sebagai koleksi atau digunakan untuk upacara adat.
Ada beberapa daerah yang terkenal dengan kain tenun, seperti desa Kaliuda di Pahungalodu, Rindi dan Watuhadang di kecamatan Rindiumalulu, Rambangaru yang terletak di kecamatan Pandawai, dan Kelurahan Prailulu.
Tenunan daerah itu bermutu tinggi karena dibuat dengan menggunakan ramuan tradisional dan membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikannya. Tidak jarang ada tenunan yang penyelesaiannya hingga tahunan, menyebabkan harga jualnya mencapai jutaan rupiah, terutama dari Rindi, Kaliuda, dan kampung Pau. Kerajinan tenun juga mendukung kegiatan pariwisata di Sumba Timur.
Terdapat tiga sektor ekonomi utama yang dominan di Kabupaten Sumba Timur, yakni: sektor pertanian; sektor jasa-jasa; serta sektor perdagangan, hotel dan restoran. Struktur ekonomi Sumba Timur masih didominasi sektor pertanian dengan kontribusi terhadap total PDRB atas dasar harga konstan 2000 sebesar 39,31 persen. Karena itu, sektor pertanian memegang peranan penting dalam perekonomian di daerah ini.
Data pertanian tanaman pangan produksi tahun 2005 lebih banyak berasal dari komoditi ubi kayu 27.114 ton, jagung 25.582 ton, padi 23.545 ton, ubi jalar 3.223 ton, kacang tanah 1.301 ton, kacang hijau 315 ton dan sorghum 138 ton.
Kecamatan andalan penghasil ubi kayu adalah Karera, Nggaha Oriangu dan Tabundung. Produksi jagung di Kecamatan Nggaha Oriangu dan Wula Waijelu. Produksi padi terkonsentrasi di Kecamatan Lewa, Pahunga Lodu dan Nggaha Oriangu. Tanaman ubi jalar terbanyak di Nggaha Oriangu dan Wula Waijelu. Dan produksi kacang tanah banyak di Kecamatan Pandawai dan Haharu.
Komoditas perkebunan yang potensial adalah kelapa dan jambu mete. Perkebunan kelapa terkonsentrasi di Kecamatan Karera, Lewa dan Paberiwai. Produksi jambu mete terbanyak di Karera dan Pinu Pahar.
Sektor peternakan memiliki sejarah panjang dan cukup berbeda dari daerah lain di Indonesia, karena keadaan alam wilayah ini yang memiliki musim penghujan pendek dan padang rumput luas. Sumba Timur terkenal sebagai pusat penangkaran dan perdagangan Kuda sejak abad ke-19. Kuda Sandel, yang merupakan hasil perbaikan (grading up) kuda lokal dengan Kuda Arab, telah menjadi maskot dan figurnya dimasukkan dalam lambang daerah.
Pada awal abad ke-20 (1906-1907) pemerintah Belanda memasukkan empat ras Sapi ke Sumba, Sapi Jawa, Sapi Madura, Sapi Bali, dan Sapi Ongole dari India. Hanya yang terakhir beradaptasi dengan baik dan menjadi komoditi peternakan unggulan menggeser ternak kuda. Tujuh tahun pemerintah menetapkan Sumba Timur sebagai pusat penangkaran Sapi ongole murni dan sejak itu hasilnya dikenal sebagai ras Sumba Ongole, ini berlangsung hingga sekarang.
Di subsektor peternakan, ternak Babi dan Sapi merupakan jenis ternak yang paling banyak dipelihara, diikuti ternak Kambing, Kerbau dan Kuda. Peternakan di Sumba Timur sangat ditunjang dengan kondisi daerah yang memiliki padang rumput yang luas. Populasi Babi terkonsentrasi di Kecamatan Pandawai, Lewa dan Pahunga Lodu. Sedangkan Sapi di Pandawai, Rindi dan Kahaungu Eti. Ternak Kuda banyak terdapat di Pahunga Lodu, Pandawai dan Haharu. Ternak Kerbau terkonsentrasi di Pahunga Lodu dan Karera. Dan Kambing banyak di Kecamatan Pandawai, Pahunga Lodu dan Kota Waingapu.
Potensi kelautan dan perikanan yang cukup besar tetapi sayang belum dikelola secara maksimal, sehingga pemanfaatan potensi kelautan belum terkontribusi secara signifikan dalam ekonomi daerah. Potensi pengembangan perikanan laut terdapat di Kecamatan Kota Waingapu, Haharu dan Pandawai.
Pantai Kalala, Tarimbang, Purukaberta, dan Walakiri sudah mendunia dan dikenal sebagai tempat berselancar yang indah. Sisa-sisa kebudayaan megalitik berupa kubur batu dan rumah-rumah adat asli yang sering menjadi tempat pelaksanaan upacara adat penguburan jenazah bangsawan menarik minat para wisatawan. Wisata alam lainnya di Taman Nasional Laiwangi Wanggameti.
Di sektor perdagangan, bidang usaha yang banyak berkembang pada subsektor perdagangan besar dan eceran. Keberadaan kedua subsektor ini berhubungan dengan arus distribusi barang dan perdagangan antar pulau untuk memenuhi bahan kebutuhan pokok masyarakat. Jumlah perusahaan perdagangan di seluruh Sumba Timur sebanyak 226 unit, meliputi 142 perusahaan kecil, 76 perusahaan menengah, dan 8 perusahaan besar. Pedagang besar banyak terdapat di Kecamatan Kota Waingapu, sedangkan pedagang kecil dan menengah banyak di Kecamatan Kota Waingapu dan Kecamatan Umalulu.
| Nama Daerah | : | Kabupaten Sumba Timur | |
| Status | : | Kabupaten | |
| Luas | : | 7.001 | km2 |
| Jumlah Kecamatan | : | 15 | Kecamatan |
| Penduduk Laki-Laki | : | 106.167 | jiwa |
| Penduduk Perempuan | : | 99.550 | jiwa |
| Jumlah Penduduk | : | 205.717 | jiwa |
|
Chart.
|
Peta Ekonomi Kabupaten Sumba Timur
|
Chart.
|
Potensi Ekonomi Andalan Kabupaten Sumba Timur
| Perikanan | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Perikanan Laut | 4.730,00 | Kecamatan Kota Waingapu | 1.438,60 | ton |
| Kecamatan Haharu | 767,10 | |||
| Kecamatan Pandawai | 606,40 | |||
| Kecamatan Rindi | 442,00 | |||
| Kecamatan Pahunga Lodu | 374,90 | |||
| Kecamatan Karera | 356,20 | |||
| Kecamatan Wula Waijelu | 355,20 | |||
| Perikanan Darat | 11,00 | Kecamatan Lewa | 2,70 | ton |
| Kecamatan Nggaha Oriangu | 2,30 | |||
| Kecamatan Pahunga Lodu | 1,50 | |||
| Kecamatan Kota Waingapu | 1,40 | |||
| Kecamatan Matawai La Pawu | 0,70 |
Peternakan dan Hasil-hasilnya
| Peternakan | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Babi | 42.679,00 | Kecamatan Pandawai | 7.221,00 | ekor |
| Kecamatan Lewa | 6.261,00 | |||
| Kecamatan Pahunga Lodu | 4.580,00 | |||
| Kecamatan Nggaha Oriangu | 4.164,00 | |||
| Kecamatan Wula Waijelu | 4.051,00 | |||
| Kecamatan Karera | 3.034,00 | |||
| Sapi | 38.820,00 | Kecamatan Pandawai | 5.318,00 | ekor |
| Kecamatan Rindi | 4.847,00 | |||
| Kecamatan Kahaungu Eti | 4.708,00 | |||
| Kecamatan Pahunga Lodu | 4.661,00 | |||
| Kecamatan Lewa | 2.930,00 | |||
| Kerbau | 33.653,00 | Kecamatan Pahunga Lodu | 5.595,00 | ekor |
| Kecamatan Karera | 4.133,00 | |||
| Kecamatan Lewa | 3.936,00 | |||
| Kecamatan Nggaha Oriangu | 3.618,00 | |||
| Kecamatan Wula Waijelu | 2.373,00 | |||
| Kecamatan Kahaungu Eti | 2.140,00 | |||
| Kuda | 32.845,00 | Kecamatan Pahunga Lodu | 6.394,00 | ekor |
| Kecamatan Pandawai | 4.720,00 | |||
| Kecamatan Haharu | 4.330,00 | |||
| Kecamatan Nggaha Oriangu | 2.802,00 | |||
| Kecamatan Rindi | 2.655,00 | |||
| Kecamatan Lewa | 2.104,00 | |||
| Kambing | 29.918,00 | Kecamatan Pandawai | 6.150,00 | ekor |
| Kecamatan Pahunga Lodu | 5.210,00 | |||
| Kecamatan Kota Waingapu | 3.964,00 | |||
| Kecamatan Haharu | 2.508,00 | |||
| Kecamatan Umalulu | 2.217,00 |
Tanaman Bahan Makanan
| Padi dan Palawija | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Ubi Kayu | 27.114,00 | Kecamatan Karera | 6.203,00 | ton |
| Kecamatan Nggaha Oriangu | 3.043,00 | |||
| Kecamatan Tabundung | 2.992,00 | |||
| Kecamatan Pahunga Lodu | 1.978,00 | |||
| Kecamatan Pandawai | 1.962,00 | |||
| Kecamatan Wula Waijelu | 1.914,00 | |||
| Jagung | 25.582,00 | Kecamatan Nggaha Oriangu | 3.773,00 | ton |
| Kecamatan Wula Waijelu | 2.904,00 | |||
| Kecamatan Lewa | 2.394,00 | |||
| Kecamatan Pahunga Lodu | 2.304,00 | |||
| Kecamatan Pandawai | 2.267,00 | |||
| Padi | 23.545,00 | Kecamatan Lewa | 5.021,00 | ton |
| Kecamatan Pahunga Lodu | 3.224,00 | |||
| Kecamatan Nggaha Oriangu | 2.890,00 | |||
| Kecamatan Kota Waingapu | 2.056,00 | |||
| Kecamatan Tabundung | 1.842,00 | |||
| Ubi Jalar | 3.223,00 | Kecamatan Nggaha Oriangu | 1.196,00 | ton |
| Kecamatan Wula Waijelu | 665,00 | |||
| Kecamatan Lewa | 389,00 | |||
| Kecamatan Paberiwai | 302,00 | |||
| Kecamatan Pahunga Lodu | 202,00 | |||
| Kacang Tanah | 1.301,00 | Kecamatan Pandawai | 417,00 | ton |
| Kecamatan Haharu | 272,00 | |||
| Kecamatan Nggaha Oriangu | 169,00 |
Tanaman Perkebunan
| Perkebunan | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Kelapa | 2.518,00 | Kecamatan Karera | 383,00 | ton |
| Kecamatan Lewa | 382,00 | |||
| Kecamatan Paberiwai | 348,00 | |||
| Kecamatan Pandawai | 321,00 | |||
| Kecamatan Umalulu | 228,00 | |||
| Jambu Mete | 1.699,00 | Kecamatan Karera | 528,00 | ton |
| Kecamatan Pinu Pahar | 359,00 | |||
| Kecamatan Lewa | 248,00 | |||
| Kecamatan Pahunga Lodu | 127,00 |
PERDAGANGAN, HOTEL DAN RESTORAN
Perdagangan Besar dan Eceran
| Perdagangan | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Pedagang Kecil | 142,00 | Kecamatan Kota Waingapu | 57,00 | unit |
| Kecamatan Umalulu | 47,00 | |||
| Kecamatan Pandawai | 12,00 | |||
| Kecamatan Pahunga Lodu | 8,00 | |||
| Kecamatan Rindi | 6,00 | |||
| Kecamatan Wula Waijelu | 6,00 | |||
| Pedagang Menengah | 76,00 | Kecamatan Kota Waingapu | 64,00 | unit |
| Kecamatan Umalulu | 8,00 | |||
| Pedagang Besar | 8,00 | Kecamatan Kota Waingapu | 7,00 | unit |
| Kecamatan Pandawai | 1,00 |
Sumber : Sumba Timur dalam Angka 2005/2006, BPS Kabupaten Sumba Timur

