SSS KAS
HOME| NUSA TENGGARA TIMUR | ADVANCED SEARCH | LIVE SEARCH



KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN


Kabupaten Timor Tengah Selatan merupakan salah satu Kabupaten di Nusa Tenggara Timur. Wilayahnya di sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Timor Tengah Utara, di Selatan dengan Laut Timor, di Barat dengan Kabupaten Kupang, dan di sebelah Timur dengan Kabupaten Belu.

Luas wilayahnya sekitar 3.947 Km2. Secara administratif, meliputi 21 kecamatan dengan penduduk berjumlah 412.353 jiwa, terdiri dari 209.840 jiwa pria dan 202.513 jiwa wanita. Penduduknya 75 persen berprofesi sebagai petani dan sisanya PNS.

Di kabupaten ini terdapat beberapa dataran yang luas yang dimanfaatkan masyarakat sebagai lahan pertanian dan sawah. Komoditas utama pertanian disini adalah Jeruk Soe yang terkenal. Selain itu, kabupaten ini terkenal sebagai gudang ternak dan kayu cendana yang harum, meski kini kian langka. Saat ini daerah Timor Tengah Selatan mengandalkan projek pertambangan marmer di Mollo, dan penambangan Batu Warna di Kolbano.

Kabupaten ini letak geografisnya lebih dekat dengan Australia daripada Asia. Kondisi itu menyebabkan curah hujan di wilayah ini relatif rendah. Dua sektor ekonomi utama adalah sektor pertanian, peternakan, perkebunan, dan jasa-jasa.

Kabupaten Timor Tengah Selatan tahun 2006 memiliki beberapa komoditi unggulan di sektor perkebunan. Komoditi yang dihasilkannya antara lain, Kelapa sebesar 1.329 ton, jambu mete 207 ton, dan kopi robusta jumlah produksi sebesar 40 ton.

Dilihat dari segi ekonomi, nilai PDRB yang dicapai Kabupaten ini tahun 2005 sebesar Rp 863.615.880.000 dengan konstribusi terbesar berasal dari sektor pertanian sebesar Rp 430.749,56; sektor jasa Rp 268.039,05 dan sektor perdagangan, hotel, restoran Rp 66.454,98.

Kabupaten ini juga dikenal sebagai penghasil cendana yanng digunakan sebagai bahan baku kosmetika, ramuan industri obat tradisional dan kerajinan tangan, namun untuk sekarang tidak lagi menjadi potensi unggulan, karena tanaman cendana terancam punah, berkurangnya populasi cendana akibat dari ekstraksi yang berlebihan serta keengganan masyarakat mengikuti program peremajaan dan upaya mempertahankan eksistensi kayu cendana. Akibatnya mereka tidak dapat lagi secara langsung mendapatkan keuntungan ekonomis. Daerah ini menyimpan potensi alam yang cukup menjanjikan seperti batu marmer, silika, batu gamping.

Kabupaten Timor Timur Selatan memiliki cagar alam Gunung Mutis, di kawasan gunung yang puncaknya mencapai ketinggian 2.427 meter di atas permukaan laut dan mengandung hutan ampupu. Ampupu ini berfungsi sebagai tanaman penghijauan sebagai bahan baku industri pulp dan kertas.

Pembangunan ekonomi sektor pertanian bertujuan meningkatkan produksi pertanian sekaligus meningkatkan pendapatan petani yang sebagian besar berada di daerah pedesaan. Subsektor pertanian yang dikembangkan antara lain pertanian tanaman pangan, tanaman perkebunan dan usaha peternakan.

Potensi produksi tanaman pangan mencakup komoditi padi-padian, ubi-ubian dan kacang-kacangan. Daerah produksi padi banyak terkonsentrasi di Kecamatan Amanuban Selatan dan Mollo Selatan. Produksi jagung banyak dihasilkan dari Kecamatan Amanuban Tengah dan Kuanfatu. Komoditi ubi kayu tersebar di Kecamatan Boking, Amanatun Selatan dan Pollen. Dan sentra produksi ubi jalar berada di Kecamatan Boking.

Tanaman perkebunan yang cukup potensial dikembangkan di wilayah ini adalah kelapa, kemiri, kapuk dan jambu mente. Perkebunan kelapa terkonsentrasi di Kecamatan Amanatun Selatan dan Kuanfatu. Produksi kemiri banyak terdapat di Kecamatan Kualin, Boking dan Amanatun Selatan.

Bidang usaha peternakan mengembangbiakkan beberapa hewan ternak andalan di antaranya; Kuda, Sapi, Kambing, Babi dan Ayam Kampung. Populasi Kuda paling banyak terdapat di Kecamatan Fatumnasi dan Mollo Utara. Ternak Sapi terdapat di Kecamatan Mollo Utara dan Amanuban Barat.

Ternak Kambing di Kecamatan Amanuban Selatan, Kolbano dan Kualin. Peternakan Babi banyak di Amanuban Selatan, Amanuban Barat dan Mollo Utara. Dan peternakan Ayam kampung di Kecamatan Amanuban Timur, Mollo Utara dan Amanuban Barat.

Kabupaten Timor Tengah Selatan juga memiliki obyek wisata yang tidak kalah menarik dibandingkan daerah lain seperti; Pantai Kolbano yang terkenal dengan Batu Berwarnanya, Pantai Oetune, Air Terjun Oehala, Taman Rekreasi Buat, dan masih banyak lagi. Ke depan, daerah ini harus fokus pada pembangunan ekonomi berkelanjutan yang ditopang sektor pertanian, peternakan, perkebunan, dan pariwisata. Semua upaya itu jika dikerjakan dengan sungguh-sungguh pasti dapat meningkatkan pendapatan daerah dan menambah kesejahteraan rakyat.






Nama Daerah : Kabupaten Timor Tengah Selatan
Status : Kabupaten
Luas : 3.947 km2
Jumlah Kecamatan : 21 Kecamatan
Penduduk Laki-Laki : 208.131 jiwa
Penduduk Perempuan : 212.667 jiwa
Jumlah Penduduk : 420.798 jiwa


Chart.

Peta Ekonomi Kabupaten Timor Tengah Selatan


Chart.

Potensi Ekonomi Andalan Kabupaten Timor Tengah Selatan

PERTANIAN, PETERNAKAN, KEHUTANAN DAN PERIKANAN

Perikanan
PerikananTotalSatuan
Perikanan Laut 487,90ton
Perikanan Darat 207,00ton
Kolam 126,00ton
Kubai 67,00ton
Perikanan Umum 14,00ton
Peternakan dan Hasil-hasilnya
PeternakanTotalKecamatanJumlahSatuan
Ayam Kampung387.483,00Kecamatan Amanuban Timur34.054,00ekor
Kecamatan Mollo Utara33.896,00
Kecamatan Amanuban Barat30.278,00
Kecamatan Amanuban Selatan25.572,00
Babi155.801,00Kecamatan Amanuban Selatan12.566,00ekor
Kecamatan Amanuban Barat11.385,00
Kecamatan Mollo Utara11.371,00
Kecamatan Boking10.603,00
Sapi153.906,00Kecamatan Mollo Utara19.579,00ekor
Kecamatan Amanuban Barat18.693,00
Kecamatan Amanuban Selatan12.315,00
Kecamatan Fatumnasi10.359,00
Kecamatan Mollo Selatan10.285,00
Kecamatan Amanuban Timur10.067,00
Kecamatan Batu Putih
Kambing32.069,00Kecamatan Amanuban Selatan6.041,00ekor
Kecamatan Kolbano3.828,00
Kecamatan Kualin3.215,00
Kecamatan Kuanfatu3.097,00
Kecamatan Amanuban Timur2.073,00
Kecamatan Kie2.072,00
Kuda2.800,00Kecamatan Fatumnasi1.088,00ekor
Kecamatan Mollo Utara937,00
Kecamatan Mollo Selatan158,00
Kecamatan Amanuban Timur141,00
Kecamatan Amanuban Selatan109,00
Itik2.649,00Kecamatan Kota Soe459,00ekor
Kecamatan Amanuban Tengah282,00
Kecamatan Boking252,00
Kecamatan Mollo Selatan219,00
Kecamatan Batu Putih216,00
Tanaman Bahan Makanan
Buah-buahanTotalSatuan
Jeruk 13.393,00ton
Pepaya 8.527,00ton
Pisang 7.750,00ton
Alpukat 1.420,00ton
Tanaman Bahan Makanan
Padi dan PalawijaTotalKecamatanJumlahSatuan
Ubi Kayu153.889,00Kecamatan Boking23.658,00ton
Kecamatan Amanatun Selatan23.494,00
Kecamatan Mollo Utara15.493,00
Kecamatan Amanuban Tengah13.021,00
Kecamatan Nunkolo12.968,00
Kecamatan Amanuban Timur12.766,00
Kecamatan Fatumnasi11.202,00
Jagung138.662,00Kecamatan Amanuban Tengah18.085,00ton
Kecamatan Kuanfatu14.069,00
Kecamatan Amanuban Timur12.029,00
Kecamatan Kie11.860,00
Ubi Jalar19.436,00Kecamatan Boking9.281,00ton
Kecamatan Amanuban Tengah3.475,00
Kecamatan Amanuban Selatan2.323,00
Padi11.971,00Kecamatan Amanuban Selatan4.403,00ton
Kecamatan Mollo Selatan3.007,00
Kecamatan Fatumnasi1.769,00
Kecamatan Pollen1.022,00
Tanaman Bahan Makanan
Sayur-sayuranTotalSatuan
Kentang 903,00ton
Bawang Putih 747,00ton
Labu Siam 406,00ton
Tomat 201,00ton
Tanaman Perkebunan
PerkebunanTotalKecamatanJumlahSatuan
Kemiri1.122,98Kecamatan Kualin210,03ton
Kecamatan Boking151,54
Kecamatan Amanatun Selatan137,62
Kecamatan Kolbano108,97
Kecamatan Kuanfatu70,05
Kelapa1.104,14Kecamatan Amanatun Selatan170,35ton
Kecamatan Kuanfatu101,18
Kecamatan Mollo Selatan96,22
Kecamatan Kualin94,24
Kecamatan Kie81,98


Sumber : Timor Tengah Selatan dalam Angka 2005, BPS Kabupaten Timor Tengah Selatan