KOTA BATAM
Kota Batam merupakan salah satu Kota di Propinsi Kepulauan Riau. Daerahnya merupakan pulau yang sangat strategis karena terletak di jalur pelayaran internasional. Kota Batam merupakan salah satu kota dengan pertumbuhan terpesat di Indonesia dan sangat dekat dengan Singapura dan Malaysia. Ketika dibangun awal tahun 1970-an, kota ini hanya dihuni sekitar 6.000 penduduk, kini penduduknya 713.960 jiwa, meliputi 12 kecamatan dengan luas 1.647,83 Km2.
Sejak awal dekade 1990-an, Kota Batam menjadi salah satu primadona sentra industri dan perdagangan. Sektor perekonomian yang memberikan sumbangan besar terhadap PDRB adalah sektor industri pengolahan, sektor perdagangan, dan jasa-jasa keuangan. Sumbangan sektor industri pengolahan 63,32 persen, perdagangan 23,04 persen, dan jasa keuangan 5,18 persen.
Melihat PDRB itu, terlihat dua aktivitas besar, yakni Industri pengolahan dan Perdagangan. Ekspor Batam 2006-2007 mencapai US$ 5.238.149.658 melalui tujuh pelabuhan. Tetapi yang terbesar adalah pelabuhan Batu Ampar mencapai US$ 2.830.311.256, kemudian pelabuhan Sekupang US$ 1.238.041.658 dan Kabil/Panau US$ 869.913.695. Jenis barang yang diekspor antara lain; alat Listrik (barang elektronik), barang logam, besi, tembaga dan baja, kain tenun, hasil tambang, damar dan barang plastik. Sedangkan negara tujuan ekspor; Singapura, Taiwan, China, Hongkong, Thailand, Malaysia, Amerika Serikat, Inggris dan negara-negara Arab.
Sementara aktivitas sektor industri pengolahan yang dominan adalah industri barang elektronik, barang logam, industri kimia, minyak, batu bara, dan industri tekstil (kain tenun). Total industri di Batam mencapai 143 industri besar dan 73 industri sedang, mampu menyerap tenaga kerja lebih dari 250 ribu buruh. Daerah sentra industri adalah Sei Beduk, Nongsa, Sekupang, dan Batu Ampar.
Selain itu, meningkatnya aktivitas perdagangan dan pariwisata menyambut berlakunya kembali kawasan free Trade Zone (FTZ) di Batam, Bintan dan Karimun, serta ditetapkannya Batam sebagai salah satu kota MICE (Meetings, Incentive, Convention & Exhebition) membuat daerah Kepri semarak. Pertumbuhan sektor jasa-jasa sebagian besar dihasilkan dari penerimaan pemerintah daerah, terkait pajak dan retribusi yang meningkat 24,17 persen. Sektor perdagangan, hotel dan restoran meningkat 18,10 persen, dihasilkan dari sub sektor perdagangan besar. Aktivitas itu memberi kontribusi terhadap sektor angkutan dan komunikasi yang tumbuh sebesar 15,32 persen.
Meningkatnya aktivitas perekonomian menjelang Free Trade Zone yang didukung stabilitas politik memberi peluang besar terhadap bangkitnya investasi asing dan domestik di Kota Batam, terutama industri dan galangan kapal. Pertumbuhan industri itu ikut menstimulus pertumbuhan perdagngan.
Sementara pengembangan pariwisata yang unik, spesifik dan prospektif dapat ditinjau dari berbagai sudut pandang. Upaya Pemerintah Kota menggairahkan dunia wisata melalui “Visit Batam 2010? merupakan pilihan yang baik dari sisi waktu, tempat, dan relevansi pembangunan jangka panjang. Apalagi tahun ini Pemerintah Pusat memetapkan “Visit Indonesia 2008? seharusnya gerakan kunjungan ini juga di rasakan di Batam.
Kebudayaan Indonesia bisa menjadi atraksi wisata menarik. Ini salah satu keunggulan yang tidak dimiliki dua negara tetangga terdekat Kota Batam. Kebudayaan Indonesia yang Bhineka Tunggal Ika dapat dikemas menjadi atraksi wisata Kota Batam. Untuk itu, kluster Kota Batam adalah industri pengolahan, pariwisata dan perdagangan.
Sejak awal dekade 1990-an, Kota Batam menjadi salah satu primadona sentra industri dan perdagangan. Sektor perekonomian yang memberikan sumbangan besar terhadap PDRB adalah sektor industri pengolahan, sektor perdagangan, dan jasa-jasa keuangan. Sumbangan sektor industri pengolahan 63,32 persen, perdagangan 23,04 persen, dan jasa keuangan 5,18 persen.
Melihat PDRB itu, terlihat dua aktivitas besar, yakni Industri pengolahan dan Perdagangan. Ekspor Batam 2006-2007 mencapai US$ 5.238.149.658 melalui tujuh pelabuhan. Tetapi yang terbesar adalah pelabuhan Batu Ampar mencapai US$ 2.830.311.256, kemudian pelabuhan Sekupang US$ 1.238.041.658 dan Kabil/Panau US$ 869.913.695. Jenis barang yang diekspor antara lain; alat Listrik (barang elektronik), barang logam, besi, tembaga dan baja, kain tenun, hasil tambang, damar dan barang plastik. Sedangkan negara tujuan ekspor; Singapura, Taiwan, China, Hongkong, Thailand, Malaysia, Amerika Serikat, Inggris dan negara-negara Arab.
Sementara aktivitas sektor industri pengolahan yang dominan adalah industri barang elektronik, barang logam, industri kimia, minyak, batu bara, dan industri tekstil (kain tenun). Total industri di Batam mencapai 143 industri besar dan 73 industri sedang, mampu menyerap tenaga kerja lebih dari 250 ribu buruh. Daerah sentra industri adalah Sei Beduk, Nongsa, Sekupang, dan Batu Ampar.
Selain itu, meningkatnya aktivitas perdagangan dan pariwisata menyambut berlakunya kembali kawasan free Trade Zone (FTZ) di Batam, Bintan dan Karimun, serta ditetapkannya Batam sebagai salah satu kota MICE (Meetings, Incentive, Convention & Exhebition) membuat daerah Kepri semarak. Pertumbuhan sektor jasa-jasa sebagian besar dihasilkan dari penerimaan pemerintah daerah, terkait pajak dan retribusi yang meningkat 24,17 persen. Sektor perdagangan, hotel dan restoran meningkat 18,10 persen, dihasilkan dari sub sektor perdagangan besar. Aktivitas itu memberi kontribusi terhadap sektor angkutan dan komunikasi yang tumbuh sebesar 15,32 persen.
Meningkatnya aktivitas perekonomian menjelang Free Trade Zone yang didukung stabilitas politik memberi peluang besar terhadap bangkitnya investasi asing dan domestik di Kota Batam, terutama industri dan galangan kapal. Pertumbuhan industri itu ikut menstimulus pertumbuhan perdagngan.
Sementara pengembangan pariwisata yang unik, spesifik dan prospektif dapat ditinjau dari berbagai sudut pandang. Upaya Pemerintah Kota menggairahkan dunia wisata melalui “Visit Batam 2010? merupakan pilihan yang baik dari sisi waktu, tempat, dan relevansi pembangunan jangka panjang. Apalagi tahun ini Pemerintah Pusat memetapkan “Visit Indonesia 2008? seharusnya gerakan kunjungan ini juga di rasakan di Batam.
Kebudayaan Indonesia bisa menjadi atraksi wisata menarik. Ini salah satu keunggulan yang tidak dimiliki dua negara tetangga terdekat Kota Batam. Kebudayaan Indonesia yang Bhineka Tunggal Ika dapat dikemas menjadi atraksi wisata Kota Batam. Untuk itu, kluster Kota Batam adalah industri pengolahan, pariwisata dan perdagangan.
| Nama Daerah | : | Kota Batam | |
| Status | : | Kota | |
| Luas | : | 1.648 | km2 |
| Jumlah Kecamatan | : | 12 | Kecamatan |
| Penduduk Laki-Laki | : | 347.575 | jiwa |
| Penduduk Perempuan | : | 366.385 | jiwa |
| Jumlah Penduduk | : | 713.960 | jiwa |
|
Chart.
|
Peta Ekonomi Kota Batam
|
Chart.
|
Potensi Ekonomi Andalan Kota Batam
INDUSTRI PENGOLAHAN
Industri Bukan Migas
| Industri Menurut Skala | Total | Satuan | ||
|---|---|---|---|---|
| Industri Besar | 148,00 | unit | ||
| Industri Sedang | 70,00 | unit |
PERDAGANGAN, HOTEL DAN RESTORAN
Perdagangan Besar dan Eceran
| Data Ekspor Impor | Total | Satuan | ||
|---|---|---|---|---|
| Impor | 1.566.469.804,00 | kilogram | ||
| Ekspor | 1.458.172.966,00 | kilogram | ||
| Impor | 914.497.175,00 | US Dollar |
PERTANIAN, PETERNAKAN, KEHUTANAN DAN PERIKANAN
Perikanan
| Nilai Produksi Perikanan | Total | Satuan | ||
|---|---|---|---|---|
| Perikanan Laut | 64.134.215.018,00 | Rp. (000) | ||
| Budidaya Laut | 10.634.850.031,00 | Rp. (000) |
Perikanan
| Total Perikanan | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Perikanan Laut | 31.675,00 | Kecamatan Galang | 7.526,00 | ton |
| Kecamatan Belakang Padang | 6.585,00 | |||
| Kecamatan Bulang | 5.644,00 | |||
| Budidaya Laut | 355,00 | Kecamatan Bulang | 121,00 | ton |
| Kecamatan Galang | 85,00 | |||
| Kecamatan Belakang Padang | 67,00 |
Tanaman Bahan Makanan
| Buah-buahan | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Mangga | 876,00 | Kecamatan Belakang Padang | 563,00 | ton |
| Kecamatan Galang | 120,00 | |||
| Kecamatan Bulang | 98,00 | |||
| Rambutan | 456,00 | Kecamatan Belakang Padang | 303,00 | ton |
| Pisang | 429,00 | Kecamatan Galang | 140,00 | ton |
| Kecamatan Belakang Padang | 111,00 | |||
| Kecamatan Bulang | 77,00 | |||
| Nangka | 197,00 | Kecamatan Belakang Padang | 70,00 | ton |
| Kecamatan Bulang | 40,00 | |||
| Kecamatan Galang | 40,00 | |||
| Pepaya | 166,00 | Kecamatan Galang | 48,00 | ton |
| Kecamatan Belakang Padang | 35,00 | |||
| Kecamatan Bulang | 26,00 | |||
| Nanas | 142,00 | Kecamatan Galang | 41,00 | ton |
| Kecamatan Sei Beduk | 35,00 | |||
| Kecamatan Belakang Padang | 26,00 |
Tanaman Bahan Makanan
| Padi dan Palawija | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Ketela Pohon | 963,00 | Kecamatan Belakang Padang | 381,00 | ton |
| Kecamatan Galang | 190,00 | |||
| Kecamatan Sei Beduk | 112,00 | |||
| Jagung | 286,00 | Kecamatan Sei Beduk | 63,00 | ton |
| Kecamatan Galang | 63,00 | |||
| Kecamatan Sekupang | 57,00 | |||
| Ketela Rambat | 143,00 | Kecamatan Galang | 43,00 | ton |
| Kecamatan Belakang Padang | 31,00 | |||
| Kecamatan Bulang | 22,00 |
Tanaman Bahan Makanan
| Sayur-sayuran | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Kacang Panjang | 866,00 | Kecamatan Sekupang | 250,00 | ton |
| Kecamatan Sei Beduk | 193,00 | |||
| Kecamatan Galang | 192,00 | |||
| Ketimun | 840,00 | Kecamatan Sei Beduk | 261,00 | ton |
| Kecamatan Belakang Padang | 181,00 | |||
| Kecamatan Sekupang | 160,00 | |||
| Bayam | 754,00 | Kecamatan Sei Beduk | 198,00 | ton |
| Kecamatan Galang | 195,00 | |||
| Kecamatan Sekupang | 183,00 | |||
| Sawi | 627,00 | Kecamatan Sei Beduk | 189,00 | ton |
| Kecamatan Galang | 123,00 | |||
| Kecamatan Bulang | 112,00 | |||
| Kangkung | 463,00 | Kecamatan Galang | 124,00 | ton |
| Kecamatan Sei Beduk | 113,00 | |||
| Kecamatan Sekupang | 102,00 | |||
| Pitula | 422,00 | Kecamatan Sekupang | 90,00 | ton |
| Kecamatan Bulang | 87,00 | |||
| Kecamatan Galang | 81,00 | |||
| Cabai | 284,00 | Kecamatan Galang | 60,00 | ton |
| Kecamatan Sei Beduk | 58,00 | |||
| Kecamatan Sekupang | 52,00 |
Sumber : Kota Batam dalam Angka 2007, BPS Kota Batam

