KOTA BITUNG
Kota Bitung merupakan salah satu Kota di Propinsi Sulawesi Utara dengan luas keseluruhan 304 Km2 berbatasan langsung dengan Kecamatan Lukupang Kabupaten Minahasa dan Laut Maluku di sebelah Utara, dengan Laut Maluku di sebelah Timur dan Selatan, dengan Kabupaten Minahasa di sebelah Barat. Secara administratif, daerahnya terbagi menjadi 5 Kecamatan.
Kota Bitung berada di bibir Samudera Pasifik, dihiasi keindahan pohon nyiur melambai serta pemandangan Gunung Dua Saudara, itulah ciri Kota Bitung. Kota Bitung merupakan salah satu kota strategis di Sulawesi Utara, karena Bitung merupakan pintu gerbang kawasan timur Indonesia dari arah Utara, karena letaknya strategis secara ekonomis dan dianggap urat nadi perekonomian Sulawesi Utara.
Adanya pelabuhan besar, industri pengolahan, industri pengolahan ikan dan kelapa membuat kota ini menjadi maju. Khusus industri pengolahan ikan, produknya berupa ikan beku, ikan segar dan ikan kaleng yang pemasarannya tidak hanya untuk pasar domestik melainkan juga pasar luar negeri seperti Eropa, Amerika, Kanada, dan terutama Jepang. Terdapat tujuh perusahaan besar pengolahan minyak kelapa yang lokasinya di Bitung, salah satunya adalah PT. Bimoli. Lima perusahaan lain memproduksi minyak kelapa, tepung kelapa, serabut kelapa, arang tempurung, seperti halnya produk pengolahan ikan, produk industri pengolahan kelapa juga menjadi andalan ekspor.
Sebagian besar wilayah daratan merupakan daerah berombak, berbukit dan gunung. Wilayah daratan secara administratif terbagi dalam lima wilayah kecamatan serta enam puluh kelurahan. Lima kecamatan itu masing-masing Kecamatan Bitung Utara, Kecamatan Bitung Tengah, Kecamatan Bitung Barat, Kecamatan Bitung Timur, dan Kecamatan Bitung Selatan.
Sebagai pintu gerbang jalur laut di Sulawesi Utara, dengan berbagai aktifitas perdagangan dan keberadaan sumber daya alam yang melimpah, Kota Bitung merupakan kota multi dimensi dengan keragaman etnis yang dalam kesehariannya berkembang dalam nuansa kebersamaan dengan menghargai keragaman itu dengan didukung budaya Mapalus. Terwujudnya Kota Bitung sebagai kota pelabuhan internasional, industri, pariwisata, perdagangan yang berwawasan lingkungan dan unggul di era globalisasi sesuai dengan visi yang akan dicapai oleh pemerintah dan masyarakat Kota Bitung.
Berbagai tantangan, potensi dan dinamika lingkungan strategis yang mempengaruhi perkembangan pembangunan Kota Bitung merupakan motivasi bagi pemerintah dan semua stake holders pembangunan untuk merancang dan melaksanakan pembangunan dengan mengarahkan pada skala prioritas yang dapat menggerakkan roda perekonomian rakyat dan menjamin kelangsungan pembangunan yang berkelanjutan.
Kota Bitung juga menghasilkan output pertanian. Produksi padi tahun 2005 berjumlah 555,6 ton dari luas lahan 137.5 Ha sedangkan jagung 2.236,51 ton dari 694,5 Ha. Disamping itu juga produksi umbi-umbian (ubi kayu dan ubi jalar) sebanyak 8.309 ton dari 557 Ha, buah-buahan 245,36 ton dari luas lahan 104,30 ha serta kacang tanah sebanyak 143,97 ton dari 135,40 Ha.
Disamping pertanian tanaman pangan sub sektor perikanan juga mempunyai peran yang berarti, dalam perekonomian Kota Bitung. Perikanan laut produksinya semakin fluktuatif, pada tahun 2005 produksinya meningkat 0,66 persen yakni dari 133.043,6 ton menjadi 133.924,8 ton. Kegiatan ekonomi di Kota Bitung lainnya adalah pariwisata, dengan 16 objek pariwisata, baik wisata pantai, wisata hutan maupun wisata sejarah.
Meskipun demikian, keterlibatan tenaga kerja sektor pertanian semakin berkurang. Pergeseran ini telah mengarah pada sektor perdagangan dan industri yang cenderung mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja. Tak heran jika kontribusi sektor pengangkutan mencapai 33,15 persen sedangkan kontribusi sektor industri pengolahan 24,84 persen. Tingginya kontribusi pengangkutan dan komunikasi tak lepas dari posisi yang strategis sebagai pintu masuk gerbang jalur laut Propinsi Sulawesi Utara.
Ada lima jenis pelayaran yang dilayani oleh Kota Bitung yaitu pelayaran internasional, pelayaran dalam negeri, pelayaran khusus, pelayaran perintis dan pelayaaran rakyat. Semua aktivitas ini ikut mendorong kemajuan di Kota Bitung termasuk pergeseran fungsi tenaga kerja dari pertanian menjadi non pertanian. Sehubungan dengan semakin berkembangnya pola konsumsi masyarakat terhadap produk barang industri, membuat kota ini juga relatif sibuk dalam proses produksi industri pengolahan. Hal ini dapat di baca dari besaran nilai ekonomi industri yang mencapai Rp 115,4 milyar lebih.
Seiring dengan semakin sibuknya aktivitas kota baik karena semikin tingginya tingkat interaksi di dalam kota maupun antar wilayah, membuat kota ini juga menyediakan fasilitas penginapan berupa hotel berbintang dan non bintang. Bahkan kita ini juga menyediakan home stay sebagai salah satu pilihan yang dapat dinikmati oleh pengunjung kota. Jumlah hotel berbintang sebanyak 3 unit dan terletak di Kecamatan Bitung Timur dan Bitung Selatan sedangkan hotel non bintang banyak terdapat di Bitung Tengah, Bitung Timur dan Bitung Utara. Untuk fasilitas home stay banyak terdapat di Bitung Utara.
Kota Bitung berada di bibir Samudera Pasifik, dihiasi keindahan pohon nyiur melambai serta pemandangan Gunung Dua Saudara, itulah ciri Kota Bitung. Kota Bitung merupakan salah satu kota strategis di Sulawesi Utara, karena Bitung merupakan pintu gerbang kawasan timur Indonesia dari arah Utara, karena letaknya strategis secara ekonomis dan dianggap urat nadi perekonomian Sulawesi Utara.
Adanya pelabuhan besar, industri pengolahan, industri pengolahan ikan dan kelapa membuat kota ini menjadi maju. Khusus industri pengolahan ikan, produknya berupa ikan beku, ikan segar dan ikan kaleng yang pemasarannya tidak hanya untuk pasar domestik melainkan juga pasar luar negeri seperti Eropa, Amerika, Kanada, dan terutama Jepang. Terdapat tujuh perusahaan besar pengolahan minyak kelapa yang lokasinya di Bitung, salah satunya adalah PT. Bimoli. Lima perusahaan lain memproduksi minyak kelapa, tepung kelapa, serabut kelapa, arang tempurung, seperti halnya produk pengolahan ikan, produk industri pengolahan kelapa juga menjadi andalan ekspor.
Sebagian besar wilayah daratan merupakan daerah berombak, berbukit dan gunung. Wilayah daratan secara administratif terbagi dalam lima wilayah kecamatan serta enam puluh kelurahan. Lima kecamatan itu masing-masing Kecamatan Bitung Utara, Kecamatan Bitung Tengah, Kecamatan Bitung Barat, Kecamatan Bitung Timur, dan Kecamatan Bitung Selatan.
Sebagai pintu gerbang jalur laut di Sulawesi Utara, dengan berbagai aktifitas perdagangan dan keberadaan sumber daya alam yang melimpah, Kota Bitung merupakan kota multi dimensi dengan keragaman etnis yang dalam kesehariannya berkembang dalam nuansa kebersamaan dengan menghargai keragaman itu dengan didukung budaya Mapalus. Terwujudnya Kota Bitung sebagai kota pelabuhan internasional, industri, pariwisata, perdagangan yang berwawasan lingkungan dan unggul di era globalisasi sesuai dengan visi yang akan dicapai oleh pemerintah dan masyarakat Kota Bitung.
Berbagai tantangan, potensi dan dinamika lingkungan strategis yang mempengaruhi perkembangan pembangunan Kota Bitung merupakan motivasi bagi pemerintah dan semua stake holders pembangunan untuk merancang dan melaksanakan pembangunan dengan mengarahkan pada skala prioritas yang dapat menggerakkan roda perekonomian rakyat dan menjamin kelangsungan pembangunan yang berkelanjutan.
Kota Bitung juga menghasilkan output pertanian. Produksi padi tahun 2005 berjumlah 555,6 ton dari luas lahan 137.5 Ha sedangkan jagung 2.236,51 ton dari 694,5 Ha. Disamping itu juga produksi umbi-umbian (ubi kayu dan ubi jalar) sebanyak 8.309 ton dari 557 Ha, buah-buahan 245,36 ton dari luas lahan 104,30 ha serta kacang tanah sebanyak 143,97 ton dari 135,40 Ha.
Disamping pertanian tanaman pangan sub sektor perikanan juga mempunyai peran yang berarti, dalam perekonomian Kota Bitung. Perikanan laut produksinya semakin fluktuatif, pada tahun 2005 produksinya meningkat 0,66 persen yakni dari 133.043,6 ton menjadi 133.924,8 ton. Kegiatan ekonomi di Kota Bitung lainnya adalah pariwisata, dengan 16 objek pariwisata, baik wisata pantai, wisata hutan maupun wisata sejarah.
Meskipun demikian, keterlibatan tenaga kerja sektor pertanian semakin berkurang. Pergeseran ini telah mengarah pada sektor perdagangan dan industri yang cenderung mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja. Tak heran jika kontribusi sektor pengangkutan mencapai 33,15 persen sedangkan kontribusi sektor industri pengolahan 24,84 persen. Tingginya kontribusi pengangkutan dan komunikasi tak lepas dari posisi yang strategis sebagai pintu masuk gerbang jalur laut Propinsi Sulawesi Utara.
Ada lima jenis pelayaran yang dilayani oleh Kota Bitung yaitu pelayaran internasional, pelayaran dalam negeri, pelayaran khusus, pelayaran perintis dan pelayaaran rakyat. Semua aktivitas ini ikut mendorong kemajuan di Kota Bitung termasuk pergeseran fungsi tenaga kerja dari pertanian menjadi non pertanian. Sehubungan dengan semakin berkembangnya pola konsumsi masyarakat terhadap produk barang industri, membuat kota ini juga relatif sibuk dalam proses produksi industri pengolahan. Hal ini dapat di baca dari besaran nilai ekonomi industri yang mencapai Rp 115,4 milyar lebih.
Seiring dengan semakin sibuknya aktivitas kota baik karena semikin tingginya tingkat interaksi di dalam kota maupun antar wilayah, membuat kota ini juga menyediakan fasilitas penginapan berupa hotel berbintang dan non bintang. Bahkan kita ini juga menyediakan home stay sebagai salah satu pilihan yang dapat dinikmati oleh pengunjung kota. Jumlah hotel berbintang sebanyak 3 unit dan terletak di Kecamatan Bitung Timur dan Bitung Selatan sedangkan hotel non bintang banyak terdapat di Bitung Tengah, Bitung Timur dan Bitung Utara. Untuk fasilitas home stay banyak terdapat di Bitung Utara.
| Nama Daerah | : | Kota Bitung | |
| Status | : | Kota | |
| Luas | : | 304 | km2 |
| Jumlah Kecamatan | : | 5 | Kecamatan |
| Penduduk Laki-Laki | : | 82.725 | jiwa |
| Penduduk Perempuan | : | 84.900 | jiwa |
| Jumlah Penduduk | : | 167.625 | jiwa |
|
Chart.
|
Peta Ekonomi Kota Bitung
|
Chart.
|
Potensi Ekonomi Andalan Kota Bitung
| Nama Jalan | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Jalan Kota | 332,72 | Kecamatan Bitung Selatan | 83,50 | km |
| Kecamatan Bitung Tengah | 76,71 | |||
| Kecamatan Bitung Timur | 67,77 | |||
| Jalan Negara | 29,90 | Kecamatan Bitung Utara | 14,38 | km |
| Kecamatan Bitung Barat | 6,46 | |||
| Kecamatan Bitung Tengah | 6,00 | |||
| Kecamatan Bitung Timur | 3,06 | |||
| Jalan Propinsi | 15,00 | Kecamatan Bitung Selatan | 15,00 | km |
PERDAGANGAN, HOTEL DAN RESTORAN
Hotel
| Hotel | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Melati | 34,00 | Kecamatan Bitung Tengah | 15,00 | unit |
| Kecamatan Bitung Timur | 12,00 | |||
| Kecamatan Bitung Utara | 4,00 | |||
| Berbintang | 3,00 | Kecamatan Bitung Timur | 2,00 | unit |
| Kecamatan Bitung Selatan | 1,00 | |||
| Homestay | 3,00 | Kecamatan Bitung Utara | 3,00 | unit |
Sumber : Kota Bitung dalam Angka 2005, BPS Kota Bitung

