
BENGKULU
Bengkulu adalah sebuah Propinsi di Pulau Sumatera, letaknya di sebelah Utara berbatasan dengan Sumatera Barat, di sebelah Timur dengan Jambi dan Sumatera Selatan sedangkan di Selatan dengan Lampung. Secara administatif luas wilayah Propinsi Bengkulu 19.788,70 Km2, terdiri dari 8 kabupaten, 1 Kota, dan penduduk lebih dari 1.568.077 jiwa.
Pertumbuhan ekonomi Bengkulu tahun 2001, 2002 sampai 2003 mencapai 4,32% yaitu Rp 1,81 trilyun (2001); menjadi Rp 1,89 trilyun (2002), dan Rp 1,96 trilyun (2003). Penerimaan PDRB daerah otonom Propinsi Bengkulu tahun 2002-2003 mencapai Rp 141,35 milyar. Penerimaan itu terdiri dari penerimaan rutin Rp 69,59 milyar dan penerimaan pembangunan Rp 71,76 milyar.
Pada tahun 2007 terdapat 6 sektor pertumbuhan ekonomi yang punya andil besar di atas 4 persen, sektor pertanian, pertambangan, industri, perdagangan, pengangkutan dan komunikasi. Bersamaan dengan itu, peran sektor perdagangan masih bisa dikembangkan, mengingat PDRB peranan ekspor pertanian Propinsi Bengkulu baru 4 persen tiap tahunnya. Volume dan nilai ekspor (2006) mencapai 277.671,41 ton dengan nilai US$ 18.017.235,16.
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Propinsi Bengkulu 2007 tumbuh sekitar 2,4 persen dibanding tahun 2006. Pertumbuhan PDRB terjadi hampir di semua sektor dengan laju pertumbuhan paling tinggi sektor perdagangan 9,4 persen, industri pengolahan 3,9 persen dan pertambangan 3,1 persen.
Sumbangan PDRB terbesar dari sektor Pertanian 36,91 persen, Jasa-jasa 15,64 persen, Perdagangan 12,82 persen, Pertambangan 14,30, dan Industri 5,35 persen.
Dari gambaran itu, apa yang dihasilkan dari sektor pertanian? Hasil produksi pertanian yang menonjol, antara lain tanaman padi mencapai 378.377 ton, jagung 82.296 ton, ubi kayu 113.448 ton, dan ubi jalar 51.184 ton, terkonsentrasi di Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu Selatan, Rejang Lebong, dan Kaur.
Selain padi dan palawija, daerah Bengkulu sangat potensial dalam produksi perkebunan, seperti kelapa sawit yang mencapai 851.821,17 ton, karet 73.277,67 ton, kopi robusta 60.790,08 ton, kelapa 9.316,32 ton, lada 4.110,54 ton, kayu manis 1.055,16 ton, aren 1.868,78 ton, dan kemiri 3.071,31 ton. Daerah Bengkulu umumnya daerah perkebunan rakyat dan Swasta besar yang banyak menghasilkan jenis tanaman perkebunan. Hasil perkebunan itu banyak dihasilkan dari Kabupaten Bengkulu Selatan, Bengkulu Utara, Rejang Lebong, Kabupaten Muko-muko, Kabupaten Kapahyang, Kaur, dan Seluma. Ekspor hasil Karet Bengkulu mencapai US$ 58,21 juta atau 70,82 persen dari total nilai ekspor daerah ini. Suatu jumlah yang besar dibanding ekspor batubara (731,23 ton) yang nilainya mencapai US$ 23,30 juta.
Sementara hasil ternak yang cukup menjanjikan adalah Sapi 85.429 ekor, Kerbau 48.693 ekor, Kambing 102.855 ekor, Unggas Ayam Buras 2.676.075 ekor, Ayam Ras 102.330 ekor, Ayam Pedaging 1.833.002 ekor, dan Itik 154.908 ekor. Daerah ternak terkonsentrasi di Kabupaten Bengkulu Utara, Kaur, Kapahyang, Seluma, Bengkulu Selatan, dan Kota Bengkulu.
Hasil perikanan juga cukup menjanjikan di Bengkulu, seperti produksi perikanan mencapai 77.812 ton dengan nilai lebih dari Rp 767,66 milyar. Terdiri dari Hasil tangkapan laut dan umum 70.521 ton, dan perikanan Budidaya 7.291 ton. Daerah perikanan adalah Bengkulu Utara, Bengkulu Selatan, Muko-muko, Kapahyang dan Lebong.
Sedangkan hasil hutan paling menonjol adalah kayu bulat 322.062,25 M3, bahan baku serpih 4.428.278,45 M3 dan pulp 697.390,46 M3. Hasil hutan ini banyak dihasilkan Kabupaten Rejang Lebong, Kapahyang dan Lebong. Sayang hutan di Bengkulu mulai gundul akibat maraknya illegal logging yang merambah daerah ini dalam 10 tahun terakhir.
Selain hasil produksi di atas, sektor industri kini merupakan sektor andalan dalam perekonomian di Bengkulu. Total industri besar mencapai 242 Unit dan mampu menyerap tenaga kerja 50 ribu orang. Daerah sentra industri di Bungkulu adalah Rayon Teluk Segara, Rayon Nusa Indah, Ranting Curup, Kapahyang, Tais dan Manna. Jenis perusahaan besar seperti; pabrik Pulp, CPO, Crumb Rubber, Glue, Batubara, pengolahan karet dan minyak kalapa berlokasi di daerah tersebut.
Selain itu, pertumbuhan sektor jasa sebagian besar dihasilkan dari penerimaan pemerintah daerah, terkait pajak dan retribusi yang mencapai 21 persen. Sektor perdagangan, hotel dan restoran meningkat 18 persen, dihasilkan dari sub sektor perdagangan besar. Aktivitas itu memberi kontribusi terhadap sektor angkutan dan komunikasi yang tumbuh pesat di Bengkulu.
Untuk klaster Propinsi Bengkulu idealnya tetap mempertahankan hasil tanaman pangan terutama padi, jagung, ubi kayu dan hasil perkebunan karet, kelapa sawit, kayu manis, dan batubara. Selain itu perdagangan komoditas perkebunan karet dan kelapa sawit, berikut agroindustri dan sgrobisnis layak dikembangkan terus ke depan. Dari semua itu, diharapkan akan mendorong bertambahnya pendapatan daerah dan mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pertumbuhan ekonomi Bengkulu tahun 2001, 2002 sampai 2003 mencapai 4,32% yaitu Rp 1,81 trilyun (2001); menjadi Rp 1,89 trilyun (2002), dan Rp 1,96 trilyun (2003). Penerimaan PDRB daerah otonom Propinsi Bengkulu tahun 2002-2003 mencapai Rp 141,35 milyar. Penerimaan itu terdiri dari penerimaan rutin Rp 69,59 milyar dan penerimaan pembangunan Rp 71,76 milyar.
Pada tahun 2007 terdapat 6 sektor pertumbuhan ekonomi yang punya andil besar di atas 4 persen, sektor pertanian, pertambangan, industri, perdagangan, pengangkutan dan komunikasi. Bersamaan dengan itu, peran sektor perdagangan masih bisa dikembangkan, mengingat PDRB peranan ekspor pertanian Propinsi Bengkulu baru 4 persen tiap tahunnya. Volume dan nilai ekspor (2006) mencapai 277.671,41 ton dengan nilai US$ 18.017.235,16.
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Propinsi Bengkulu 2007 tumbuh sekitar 2,4 persen dibanding tahun 2006. Pertumbuhan PDRB terjadi hampir di semua sektor dengan laju pertumbuhan paling tinggi sektor perdagangan 9,4 persen, industri pengolahan 3,9 persen dan pertambangan 3,1 persen.
Sumbangan PDRB terbesar dari sektor Pertanian 36,91 persen, Jasa-jasa 15,64 persen, Perdagangan 12,82 persen, Pertambangan 14,30, dan Industri 5,35 persen.
Dari gambaran itu, apa yang dihasilkan dari sektor pertanian? Hasil produksi pertanian yang menonjol, antara lain tanaman padi mencapai 378.377 ton, jagung 82.296 ton, ubi kayu 113.448 ton, dan ubi jalar 51.184 ton, terkonsentrasi di Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu Selatan, Rejang Lebong, dan Kaur.
Selain padi dan palawija, daerah Bengkulu sangat potensial dalam produksi perkebunan, seperti kelapa sawit yang mencapai 851.821,17 ton, karet 73.277,67 ton, kopi robusta 60.790,08 ton, kelapa 9.316,32 ton, lada 4.110,54 ton, kayu manis 1.055,16 ton, aren 1.868,78 ton, dan kemiri 3.071,31 ton. Daerah Bengkulu umumnya daerah perkebunan rakyat dan Swasta besar yang banyak menghasilkan jenis tanaman perkebunan. Hasil perkebunan itu banyak dihasilkan dari Kabupaten Bengkulu Selatan, Bengkulu Utara, Rejang Lebong, Kabupaten Muko-muko, Kabupaten Kapahyang, Kaur, dan Seluma. Ekspor hasil Karet Bengkulu mencapai US$ 58,21 juta atau 70,82 persen dari total nilai ekspor daerah ini. Suatu jumlah yang besar dibanding ekspor batubara (731,23 ton) yang nilainya mencapai US$ 23,30 juta.
Sementara hasil ternak yang cukup menjanjikan adalah Sapi 85.429 ekor, Kerbau 48.693 ekor, Kambing 102.855 ekor, Unggas Ayam Buras 2.676.075 ekor, Ayam Ras 102.330 ekor, Ayam Pedaging 1.833.002 ekor, dan Itik 154.908 ekor. Daerah ternak terkonsentrasi di Kabupaten Bengkulu Utara, Kaur, Kapahyang, Seluma, Bengkulu Selatan, dan Kota Bengkulu.
Hasil perikanan juga cukup menjanjikan di Bengkulu, seperti produksi perikanan mencapai 77.812 ton dengan nilai lebih dari Rp 767,66 milyar. Terdiri dari Hasil tangkapan laut dan umum 70.521 ton, dan perikanan Budidaya 7.291 ton. Daerah perikanan adalah Bengkulu Utara, Bengkulu Selatan, Muko-muko, Kapahyang dan Lebong.
Sedangkan hasil hutan paling menonjol adalah kayu bulat 322.062,25 M3, bahan baku serpih 4.428.278,45 M3 dan pulp 697.390,46 M3. Hasil hutan ini banyak dihasilkan Kabupaten Rejang Lebong, Kapahyang dan Lebong. Sayang hutan di Bengkulu mulai gundul akibat maraknya illegal logging yang merambah daerah ini dalam 10 tahun terakhir.
Selain hasil produksi di atas, sektor industri kini merupakan sektor andalan dalam perekonomian di Bengkulu. Total industri besar mencapai 242 Unit dan mampu menyerap tenaga kerja 50 ribu orang. Daerah sentra industri di Bungkulu adalah Rayon Teluk Segara, Rayon Nusa Indah, Ranting Curup, Kapahyang, Tais dan Manna. Jenis perusahaan besar seperti; pabrik Pulp, CPO, Crumb Rubber, Glue, Batubara, pengolahan karet dan minyak kalapa berlokasi di daerah tersebut.
Selain itu, pertumbuhan sektor jasa sebagian besar dihasilkan dari penerimaan pemerintah daerah, terkait pajak dan retribusi yang mencapai 21 persen. Sektor perdagangan, hotel dan restoran meningkat 18 persen, dihasilkan dari sub sektor perdagangan besar. Aktivitas itu memberi kontribusi terhadap sektor angkutan dan komunikasi yang tumbuh pesat di Bengkulu.
Untuk klaster Propinsi Bengkulu idealnya tetap mempertahankan hasil tanaman pangan terutama padi, jagung, ubi kayu dan hasil perkebunan karet, kelapa sawit, kayu manis, dan batubara. Selain itu perdagangan komoditas perkebunan karet dan kelapa sawit, berikut agroindustri dan sgrobisnis layak dikembangkan terus ke depan. Dari semua itu, diharapkan akan mendorong bertambahnya pendapatan daerah dan mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.
* Peta diadaptasi dari aselinya yang diperoleh dari www.bakosurtanal.go.id
| Nama Daerah | : | Bengkulu |
| Ibu Kota | : | Palembang |
| Status | : | Provinsi |
| Luas | : | 4.231 km2 |
| Jumlah Kabupaten | : | 8 Kabupaten |
| Jumlah Kota | : | 1 Kota |
| Jumlah Kecamatan | : | 99 Kecamatan |
| Penduduk Laki-Laki | : | 793.323 jiwa |
| Penduduk Perempuan | : | 774.754 jiwa |
| Jumlah Penduduk | : | 1.568.077 jiwa |
Chart.
|
Peta Ekonomi Provinsi Bengkulu
|
Chart.
|
Potensi Ekonomi Andalan Provinsi Bengkulu
PERTANIAN, PETERNAKAN, KEHUTANAN DAN PERIKANAN
Kehutanan
| Produksi Kayu Hutan | Total | Satuan | ||
|---|---|---|---|---|
| Kayu Bulat | 13.986,00 | meter kubik | ||
| Kayu Gergajian | 4.787,00 | meter kubik | ||
| Rotan Manau | 17.800,00 | batang | ||
| Rotan Kesur | 7.000,00 | batang | ||
| Damar | 250.000,00 | kilogram | ||
| Rotan Lainnya | 56.000,00 | kilogram |
Perikanan
| Perikanan | Total | Satuan | ||
|---|---|---|---|---|
| Penangkapan | 663.505.207,00 | Rp | ||
| Budidaya | 103.832.360,00 | Rp | ||
| Penangkapan | 70.521,00 | ton | ||
| Budidaya | 7.291,00 | ton |
Perikanan
| Perikanan Budidaya | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Perikanan Laut | 69.849,00 | Kabupaten Mukomuko | 32.360,00 | ton |
| Kota Bengkulu | 27.120,00 | |||
| Kabupaten Bengkulu Utara | 4.336,00 | |||
| Perikanan Darat | 7.291,00 | Kabupaten Lebong | 1.700,00 | ton |
| Kabupaten Bengkulu Selatan | 1.655,00 | |||
| Kabupaten Bengkulu Utara | 1.513,00 |
Peternakan dan Hasil-hasilnya
| Peternakan | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Ayam Buras | 2.676.075,00 | Kabupaten Kaur | 514.434,00 | ekor |
| Kabupaten Bengkulu Utara | 441.818,00 | |||
| Kabupaten Kepahiang | 280.286,00 | |||
| Ras Pedaging | 1.833.002,00 | Kota Bengkulu | 1.212.110,00 | ekor |
| Kabupaten Seluma | 323.748,00 | |||
| Kabupaten Bengkulu Utara | 145.744,00 | |||
| Itik | 154.908,00 | Kabupaten Bengkulu Selatan | 26.557,00 | ekor |
| Kabupaten Seluma | 25.616,00 | |||
| Kabupaten Bengkulu Utara | 23.511,00 | |||
| Kambing | 102.855,00 | Kabupaten Bengkulu Utara | 29.651,00 | ekor |
| Kabupaten Kaur | 22.535,00 | |||
| Kabupaten Rejang Lebong | 11.496,00 | |||
| Ras Petelur | 102.330,00 | Kabupaten Kepahiang | 71.109,00 | ekor |
| Kabupaten Bengkulu Utara | 17.634,00 | |||
| Sapi | 85.492,00 | Kabupaten Bengkulu Utara | 28.882,00 | ekor |
| Kabupaten Seluma | 16.116,00 | |||
| Kabupaten Kaur | 12.377,00 | |||
| Kerbau | 48.693,00 | Kabupaten Kaur | 14.580,00 | ekor |
| Kabupaten Seluma | 11.673,00 | |||
| Kabupaten Bengkulu Utara | 11.081,00 | |||
| Domba | 6.464,00 | Kabupaten Lebong | 2.988,00 | ekor |
| Kabupaten Bengkulu Utara | 1.319,00 | |||
| Babi | 2.258,00 | Kabupaten Seluma | 1.483,00 | ekor |
| Kabupaten Bengkulu Utara | 281,00 | |||
| Kabupaten Mukomuko | 208,00 |
Tanaman Bahan Makanan
| Padi dan Palawija | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Padi(sawah+ladang) | 378.377,00 | Kabupaten Bengkulu Utara | 66.257,00 | ton |
| Kabupaten Bengkulu Selatan | 56.235,00 | |||
| Kabupaten Kaur | 53.931,00 | |||
| Kabupaten Rejang Lebong | 53.408,00 | |||
| Ubi Kayu | 113.488,00 | ton | ||
| Jagung | 82.296,00 | ton | ||
| Ubi Jalar | 51.184,00 | ton |
Tanaman Perkebunan
| Perkebunan | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Kelapa Sawit | 851.821,00 | Kabupaten Mukomuko | 368.942,00 | ton |
| Kabupaten Bengkulu Utara | 225.160,00 | |||
| Kabupaten Seluma | 163.762,00 | |||
| Karet | 73.278,00 | Kabupaten Bengkulu Utara | 31.762,00 | ton |
| Kabupaten Seluma | 21.489,00 | |||
| Kabupaten Mukomuko | 11.165,00 | |||
| Kopi Robusta | 60.790,00 | Kabupaten Rejang Lebong | 14.420,00 | ton |
| Kabupaten Kepahiang | 13.177,00 | |||
| Kabupaten Kaur | 10.319,00 | |||
| Kelapa | Kabupaten Bengkulu Utara | 3.183,00 | ton | |
| Kabupaten Kaur | 2.513,00 | |||
| Kabupaten Mukomuko | 1.127,00 |
PERDAGANGAN, HOTEL DAN RESTORAN
Perdagangan Besar dan Eceran
| Nilai Komoditi Ekspor | Total | Satuan | ||
|---|---|---|---|---|
| Karet | 87.858.100,00 | US Dollar | ||
| Batu Bara | 24.862.873,00 | US Dollar | ||
| Cpo | 10.904.289,00 | US Dollar | ||
| Cangkang Sawit | 303.463,00 | US Dollar | ||
| Kayu | 87.285,00 | US Dollar |
Perdagangan Besar dan Eceran
| Volume Komoditi Ekspor | Total | Satuan | ||
|---|---|---|---|---|
| Batu Bara | 755.794,00 | ton | ||
| Kayu | 218.665,00 | ton | ||
| Cpo | 29.598,00 | ton | ||
| Cangkang Sawit | 14.741,00 | ton | ||
| Karet | 4.715,00 | ton |
INDUSTRI PENGOLAHAN
Industri Bukan Migas
| Industri Besar dan Sedang | Total | Satuan | ||
|---|---|---|---|---|
| Jumlah Usaha | 11,00 | unit | ||
| Jumlah Tenaga Kerja | 4.064,00 | orang |
Sumber : Propinsi Bengkulu dalam Angka 2007, BPS Propinsi Bengkulu

