SSS KAS
HOME| ADVANCED SEARCH | LIVE SEARCH


DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA


Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merupakan propinsi yang memiliki keistimewaan dari sisi sejarah. Wilayah ini pada awalnya merupakan kesultanan sebelum akhirnya menggabungkan diri dengan Republik.

DIY resmi terbentuk sejak 4 Maret 1950, melalui UU No. 3 tahun 1950. Namun kehadirannya sebagai daerah istimewa sudah ditetapkan sejak dua hari setelah proklamasi kemerdekaan. Selain itu, Yogyakarta pernah menjadi Ibukota Republik Indonesia.

Perekonomian Propinsi DIY banyak dipengaruhi oleh empat sektor, yaitu sektor perdagangan, hotel dan restoran, sektor pertanian, sektor jasa-jasa, dan sektor industri pengolahan. Keempat sektor tersebut berpengaruh secara hampir berimbang.  

Perdagangan internasional Propinsi DIY telah menghasilkan nilai ekspor US$ 138 juta per tahunnya. Produk-produk perdagangan Propinsi ini telah tersebar ke berbagai negara. Tiga negara tujuan ekspor terbesar adalah Amerika Serikat (US$ 69,47 juta / 50,17%), Perancis (5,79%), dan Jepang (4,51%).

Komoditi yang menghasilkan nilai ekspor tertinggi adalah pakaian jadi tekstil. Kemudian diikuti oleh mebel kayu dan sarung tangan kulit. Akumulasi nilai ekspor ketiga komoditi tersebut menyumbang 64,96 persen terhadap keseluruhan nilai ekspor Propinsi DIY.

Terdapat ciri khas produk-produk ekspor propinsi DIY, yaitu dominannya produk-produk kerajinan. Berbagai produk tersebut antara lain kerajinan kayu, kertas, batu, kulit, rotan, tanah liat, dan kerajinan perak.  

Sebagai sarana pendukung berbagai aktivitas bisnis dan juga pariwisata, di Propinsi DIY terdapat berbagai akomodasi yang tersebar di semua kabupaten/kota di propinsi ini. Berbagai akomodasi berupa hotel ini melayani 68.855 tamu asing dan 2.070.686 tamu domestik. Tamu asing mayoritas menginap di hotel berbintang, yaitu sebanyak 62.052 orang. Sedangkan tamu domestik mayoritas menginap di hotel non-bintang, yaitu sebanyak 1.618.130 orang.

Keberadaan berbagai akomodasi dan fasilitas lainnya diperlukan karena Propinsi DIY merupakan daerah yang dinamis oleh kegiatan bisnis dan juga periwisata. Ribuan wisawatan asing datang ke Yogyakarta setiap tahunnya. Mereka datang dari berbagai negara seperti Belanda, Jepang, Amerika Serikat, Perancis, dan Jerman.

Pada sektor pertanian, petani di Propinsi DIY menghasilkan berbagai produk. Pada subsektor tanaman pangan, unggulannya adalah ketela pohon, padi, dan jagung. Namun demikian, hasil tanaman pangan ini cenderung bersifat subsisten.

Untuk produk sayur-sayuran dihasilkan produk-produk andalan yaitu, bawang merah, cabe, sawi, terung, kacang panjang, dan bayam. Kabupaten andalan penghasil sayur-sayuran adalah Bantul, Kulonprogo, dan Sleman. Di ketiga daerah ini cocok dibangun klaster sayur-sayuran.

Untuk buah-buahan, produk andalan daerah ini adalah salak, pisang, dan mangga. Sleman dan Kulonprogo merupakan daerah penghasil ketiga jenis buah-buahan tersebut. Sementara produk perkebunan andalan adalah kelapa, tebu rakyat, mendong, dan tembakau rakyat. Klaster perkebunan cocok dikembangkan di Kabupaten Kulonprogo, Bantul, dan Sleman.

Untuk subsektor peternakan, produk andalannya adalah Sapi, Sapi Perah, Kambing, Domba, Ayam Ras Pedaging, Ayam Kampung, dan Ayam Ras Petelur. Produk-produk peternakan ini dihasilkan terutama oleh kabupaten Bantul, Sleman, kulonprogo, dan Gunungkidul. Konsentrasi Sapi Perah terdapat di Kabupaten Sleman. Sedangkan Gunungkidul andal dalam populasi Kambing.

Propinsi DIY juga menghasilkan produk perikanan. Produksi terbesar adalah ikan darat yaitu sebesar 10.471,90 ton dengan nilai produksi Rp 104 milyar. Semantara produksi ikan laut sebesar 1.719,60 ton dengan nilai produksi Rp 10 milyar.

Untuk sektor industri pengolahan, terdapat 411 industri besar dan sedang. Selain itu, terdapat industri kecil dan rumah tangga dalam jumlah yang jauh lebih banyak. Banyak masyarakat Yogya terlibat dalam industri rumah tangga (handycraft). Mereka membuat kaos, suvenir, dan barang-barang daur ulang. Sebagian dari barang itu untuk kepentingan domestik, tetapi sebagian lainnya diekspor ke luar negeri.

Untuk industri besar dan sedang, industri makanan dan minuman menghasilkan nilai output terbesar. Industri lain dengan nilai output signifikan adalah pakaian jadi, tekstil, dan industri kulit dan barang dari kulit.


* Peta diadaptasi dari aselinya yang diperoleh dari www.bakosurtanal.go.id

Nama Daerah : Daerah Istimewa Yogyakarta
Ibu Kota : Yogyakarta
Status : Provinsi
Luas : 3.185 km2
Jumlah Kabupaten : 5 Kabupaten
Jumlah Kota : Kota
Jumlah Kecamatan : Kecamatan
Penduduk Laki-Laki : 1.615.337 jiwa
Penduduk Perempuan : 1.666.463 jiwa
Jumlah Penduduk : 3.281.800 jiwa


Chart.

Peta Ekonomi Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Chart.

Potensi Ekonomi Andalan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

PERDAGANGAN, HOTEL DAN RESTORAN

Hotel
BintangTotalKecamatanJumlahSatuan
Kamar2.062,00Kabupaten Sleman1.358,00unit
Kabupaten Gunungkidul38,00
Kabupaten Kulonprogo0,00
Kabupaten Bantul0,00
Hotel23,00Kabupaten Sleman13,00unit
Kabupaten Gunungkidul1,00
Kabupaten Bantul0,00
Kabupaten Kulonprogo0,00
Negara Asal Andalan - Belanda 14.106,00orang
Negara Asal Andalan - Jepang 9.853,00orang
Negara Asal Andalan - Amerika Serikat 4.726,00orang
Hotel
Non-bintangTotalKecamatanJumlahSatuan
Kamar5.318,00Kabupaten Sleman3.473,00unit
Kabupaten Bantul2.027,00
Kabupaten Gunungkidul380,00
Kabupaten Kulonprogo109,00
Hotel300,00Kabupaten Sleman351,00unit
Kabupaten Bantul337,00
Kabupaten Gunungkidul47,00
Kabupaten Kulonprogo11,00
Negara Asal Andalan - Belanda 1.620,00orang
Negara Asal Andalan - Perancis 1.026,00orang
Negara Asal Andalan - Jerman 969,00orang
Hotel
WisatawanTotalSatuan
Hotel Bintang 67.653,00orang
Hotel Non-bintang 10.492,00orang
Perdagangan Besar dan Eceran
Komoditi EksporTotalSatuan
Pakaian Jadi Tekstil 44.232.793,26US Dollar
Mebel Kayu 32.305.402,96US Dollar
Sarung Tangan Kulit 13.408.719,08US Dollar
Kerajinan Kayu 5.611.902,27US Dollar
Lampu 5.085.890,44US Dollar
Kulit Samak 4.880.096,20US Dollar
Kerajinan Kertas 3.604.404,13US Dollar
Kerajinan Batu 2.604.484,95US Dollar
Papan Kemas 2.482.936,89US Dollar
Astiri Daun Cengkeh 2.037.273,00US Dollar
Kerajinan Kulit 2.024.408,63US Dollar
Tekstil 2.003.648,82US Dollar
Sarung Tangan Kulit Sintetis 1.923.466,10US Dollar
Tas Benang Nilon 1.824.421,84US Dollar
Produk Tekstil Lainnya 1.582.583,49US Dollar
Kerajinan Rotan 1.326.077,70US Dollar
Kerajinan Tanah Liat 1.190.158,04US Dollar
Kerajinan Perak 1.092.298,18US Dollar
Kerajinan Pandan 1.062.972,40US Dollar

PERTANIAN, PETERNAKAN, KEHUTANAN DAN PERIKANAN

Peternakan dan Hasil-hasilnya
Ternak BesarTotalKecamatanJumlahSatuan
Sapi151.335,00Kabupaten Bantul48.399,00ekor
Kabupaten Sleman45.983,00
Kabupaten Kulonprogo45.318,00
Sapi Perah7.231,00Kabupaten Sleman6.985,00ekor
Peternakan dan Hasil-hasilnya
Ternak KecilTotalKecamatanJumlahSatuan
Kambing280.182,00Kabupaten Gunungkidul136.860,00ekor
Kabupaten Kulonprogo74.612,00
Domba107.892,00Kabupaten Sleman55.607,00ekor
Kabupaten Kulonprogo23.698,00
Peternakan dan Hasil-hasilnya
Ternak UnggasTotalKecamatanJumlahSatuan
Ayam Ras Pedaging4.226.710,00Kabupaten Sleman2.365.817,00ekor
Ayam Kampung3.970.670,00Kabupaten Sleman1.543.916,00ekor
Ayam Ras Petelur2.471.715,00Kabupaten Sleman1.518.160,00ekor
Tanaman Bahan Makanan
Buah-buahanTotalKecamatanJumlahSatuan
Salak689.559,00Kabupaten Sleman673.294,00kwintal
Pisang514.794,00Kabupaten Kulonprogo220.016,00kwintal
Kabupaten Sleman133.317,00
Mangga293.653,00Kabupaten Sleman112.788,00kwintal
Tanaman Bahan Makanan
Sayur-sayuranTotalKecamatanJumlahSatuan
Bawang Merah245.109,00Kabupaten Bantul204.431,00kwintal
Kabupaten Kulonprogo39.276,00
Cabai140.219,00Kabupaten Bantul56.125,00kwintal
Kabupaten Kulonprogo45.717,00
Kabupaten Sleman31.087,00
Sawi42.659,00Kabupaten Sleman23.424,00kwintal
Kabupaten Kulonprogo11.870,00
Terung21.207,00Kabupaten Sleman9.548,00kwintal
Kacang Panjang19.101,00Kabupaten Sleman11.338,00kwintal
Bayam16.634,00Kabupaten Sleman9.510,00kwintal


Sumber : Daerah Istimewa Yogyakarta dalam Angka 2006/2007, BPS Propinsi DI Yogyakarta.