SSS KAS
HOME| ADVANCED SEARCH | LIVE SEARCH


GORONTALO


Berdasarkan catatan sejarah, Jazirah Gorontalo terbentuk kurang lebih 400 tahun lalu dan merupakan salah satu kota tua di Sulawesi, selain Makassar, Pare-pare dan Manado. Gorontalo saat itu menjadi salah satu pusat penyebaran agama Islam di Indonesia Timur dari Ternate, Gorontalo, dan Bone. Seiring dengan penyebaran agama itu Gorontalo menjadi pusat pendidikan dan perdagangan masyarakat di wilayah Bolaang Mongondow, Buol Toli-Toli, Luwuk Banggai, Donggala hingga Sulawesi Tenggara. Daerah Gorontalo menjadi pusat pendidikan dan perdagangan mengingat letaknya strategis menghadap Teluk Tomini di Selatan dan Laut Sulawesi di Utara.

Propinsi Gorontalo merupakan propinsi di wilayah Indonesia yang memanjang dari Timur ke Barat di Bagian Utara Pulau Sulawesi. Sebelah Utara berbatasan dengan Laut Sulawesi, di sebelah Timur berbatasan dengan Propinsi Sulawesi Utara, di sebelah Barat berbatasan dengan Propinsi Sulawesi Tengah, dan di sebelah Selatan berbatasan dengan Teluk Tomini. Berdasarkan UU No. 38 tahun 2001 wilayah Gorontalo ditetapkan sebagai propinsi yang berdiri sendiri, dan terlepas dari Propinsi Sulawesi Utara.

Wilayah Gorontalo memiliki luas 12.215,44 km2 dan mempunyai garis pantai sepanjang 590 km dengan luas laut 10.500 km2 dan luas perairan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) 40.000 km2 yang ada di perairan sebelah Utara, sehingga total luas perairan laut 50.500 km2.

Daerah ini sangat strategis bila dipandang secara ekonomis, karena berada pada poros tengah wilayah pertumbuhan ekonomi, antara dua Kawasan Ekonomi Terpadu (KAPET) Batui Provinsi Sulawesi Tengah dan Manado – Bitung Propinsi Sulawesi Utara. Letaknya yang strategis dapat dijadikan sebagai daerah transit seluruh komoditi dari dan menuju kedua KAPET itu. Akibat kegiatan arus barang antara kedua KAPET itu akan berdampak positif terhadap peningkatan aktivitas ekonomi di Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Selatan.

Selain itu, Gorontalo juga berada pada Lautan Pasifik yang menghadap ke  semenanjung Korea, Jepang dan Amerika Latin. Sudah barang tentu kelebihan posisi ini dapat memberikan peluang yang lebih baik dalam pengembangan perdagangan dari dan ke Gorontalo.

Empat pilar utama yang menopang perekonomian daerah Gorontalo adalah: sektor pertanian; sektor jasa-jasa; sektor perdagangan, hotel dan restoran; dan sektor pengangkutan dan komunikasi. Kontribusi sektor pertanian pada pembentukan PDRB atas dasar harga konsatan 2000 mencapai 30,67 persen.

Hasil pertanian padi sawah banyak terdapat di kabupaten Gorontalo dan Boalemo sedngkan pusat produksi padi ladang di Kabupaten Gorontalo, untuk hasil palawija yaitu jagung terbesar terdapat di Kabupaten Pohuwato dan Boalemo sedangkan ubi jalar di Kabupaten Gorontalo. Untuk hasil ubi kayu banyk terdapat di kebupaten Gorontalo dan Bone Bolango sedangkan kacang tanah di kabupaten Gorontalo. Hasil produksi kedelai di Propinsi Gorontalo banyak terdapat di Kabupaten Pohuwato sedangkan klaster penginapan  (hotel) terdapat di Kota Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo.

Produksi perkebunan di Propinsi Gorontalo terbagi dalam 11 komoditi yaitu kelapa hibrida, pala, kakao, cengkeh, aren, kemiri, vanili, jambu mete, kapuk, kopi dan casievera. Hasil produksi perkebunan terbesar berasal dari kelapa hibrida dengan total panen mencapai 54.804 ton pada 2006, kemudian diikuti kemiri mencapai 9.919,34 ton dan kakao 3.054 ton. Adapun produksi perkebunan lain yaitu pala, cengkeh, aren, vanili, jembu mete, kapuk, kopi san casievera dibawah 1000 ton.   

Salah satu sektor unggulan yang ada di Gorontalo adalah hasil penangkapan ikan laut. Produksi penangkapan ikan laut pada tahun 2006 mencapai 49.263 ton dengan nilai Rp 319,9 milyar. Hasil terbesar kedua sektor perikanan adalah budi daya air tambak dengan total produksi 1.841 ton dan bernilai Rp 21,06 milyar. Hasil perikanan lain berasal dari penangkapan perairan umum mencapai 1050 ton dengan nilai Rp 7,8 milyar dan hasil perikanan terkecil dari budi daya tambak dengan hasil 458 ton dan bernilai Rp 536 juta.  

Perekonomian Gorontalo juga di dorong oleh semakin pesatnya perdagangan. Kontribusi perdagangan pada pembentukan PDRB Gorontalo tahun 2006 atas dasar harga konstan (2000) mencapai 13,85 persen. Jenis komoditi yang diperdagangkan meliputi hasil hutan, hasil perikanan laut, hasil perikanan darat , hasil perkebunan, dan hasil industri. Komoditi ekspor dari hasil hutan mencapai US $ 397.741, dari hasil laut mencapai US $ 651.431 dan dari  industri pengolahan mencapai US $ 7.419.100. Komoditi ekspor terbesar dari Gorontalo berasal dari pertanian dan perkebunan. Nilai ekspornya mencapai US $ 20.293.621.  


* Peta diadaptasi dari aselinya yang diperoleh dari www.bakosurtanal.go.id

Nama Daerah : Gorontalo
Ibu Kota : Gorontalo
Status : Provinsi
Luas : 12.215 km2
Jumlah Kabupaten : 4 Kabupaten
Jumlah Kota : 1 Kota
Jumlah Kecamatan : Kecamatan
Penduduk Laki-Laki : 466.199 jiwa
Penduduk Perempuan : 475.245 jiwa
Jumlah Penduduk : 941.444 jiwa


Chart.

Peta Ekonomi Provinsi Gorontalo

Chart.

Potensi Ekonomi Andalan Provinsi Gorontalo

PERTANIAN, PETERNAKAN, KEHUTANAN DAN PERIKANAN

Perikanan
Perikanan BudidayaTotalSatuan
Nilai Air Tawar 21.062.528,00Rp
Nilai Laut 4.647.517,00Rp
Nilai Tambak 536.500,00Rp
Produksi Laut 5.621,00ton
Produksi Air Tawar 1.841,00ton
Produksi Tambak 458,00ton
Perikanan
Perikanan TangkapTotalSatuan
Nilai Laut 319.900.920,00Rp
Nilai Diperairan Umum 7.875.000,00Rp
Produksi Laut 49.263,00ton
Produksi Diperairan Umum 1.050,00ton
Peternakan dan Hasil-hasilnya
PeternakanTotalSatuan
Ayam Buras 1.124.268,00ekor
Ayam Ras 384.219,00ekor
Sapi 209.011,00ekor
Kambing 93.576,00ekor
Itik 58.711,00ekor
Kuda 8.052,00ekor
Babi 7.778,00ekor
Tanaman Bahan Makanan
Padi dan PalawijaTotalKecamatanJumlahSatuan
Jagung416.222,00Kabupaten Pohuwato219.033,00ton
Kabupaten Boalemo94.808,00
Kabupaten Gorontalo89.742,00
Padi Sawah190.125,00Kabupaten Gorontalo120.027,00ton
Kabupaten Boalemo26.550,00
Kabupaten Pohuwato16.685,00
Kabupaten Bone Bolango16.587,00
Kota Gorontalo10.276,00
Ubi Kayu9.411,00Kabupaten Gorontalo3.801,00ton
Kabupaten Bone Bolango2.315,00
Kabupaten Pohuwato1.951,00
Kabupaten Boalemo1.299,00
Kedelai6.734,00Kabupaten Pohuwato5.860,00ton
Kabupaten Gorontalo506,00
Kabupaten Boalemo330,00
Ubi Jalar3.558,00Kabupaten Gorontalo1.620,00ton
Kabupaten Bone Bolango942,00
Kacang Tanah2.861,00Kabupaten Gorontalo2.088,00ton
Kabupaten Bone Bolango293,00
Kabupaten Pohuwato242,00
Kabupaten Boalemo227,00
Padi Ladang2.460,00Kabupaten Gorontalo1.717,00ton
Kabupaten Boalemo634,00
Kabupaten Pohuwato108,00
Kacang Hijau621,00Kabupaten Gorontalo383,00ton
Kabupaten Pohuwato131,00
Tanaman Perkebunan
PerkebunanTotalSatuan
Kelapa Hibrida 54.804,52ton
Kemiri 9.919,34ton
Kakao 3.054,58ton
Aren 860,18ton
Kopi 850,15ton
Cengkeh 525,09ton
Jambu Mete 438,52ton
Kapuk 51,05ton
Casievera 19,92ton
Vanili 12,77ton
Pala 2,90ton

PERDAGANGAN, HOTEL DAN RESTORAN

Hotel
Hotel dan AkomodasiTotalKecamatanJumlahSatuan
Tempat Tidur Hotel1.447,00Kota Gorontalo1.060,00unit
Kabupaten Gorontalo188,00
Kabupaten Pohuwato159,00
Kabupaten Boalemo40,00
Kamar Hotel910,00Kota Gorontalo685,00unit
Kabupaten Pohuwato99,00
Kabupaten Gorontalo97,00
Kabupaten Boalemo29,00
Hotel60,00Kota Gorontalo35,00unit
Kabupaten Gorontalo13,00
Kabupaten Pohuwato9,00
Kabupaten Boalemo3,00
Perdagangan Besar dan Eceran
Nilai EksporTotalSatuan
Hasil Industri 3.922.415,00Rp
Hasil Pertanian dan Perkebunan 1.605.425,89Rp
Hasil Laut 651.431,80Rp
Hasil Hutan 397.741,34Rp
Perdagangan Besar dan Eceran
Volume Komoditi EksporTotalSatuan
Hasil Pertanian dan Perkebunan 20.293.621,00kilogram
Hasil Industri 7.419.100,00kilogram
Hasil Hutan 690.525,18kilogram
Hasil Laut 379.828,00kilogram


Sumber : Gorontalo dalam Angka 2007, BPS Propinsi Gorontalo.