
LAMPUNG
Propinsi Lampung memiliki posisi strategis, karena terletak di ujung Selatan Pulau Sumatera, sebagai pintu gerbang menuju Pulau Jawa dan sebaliknya menuju Pulau Sumatera dari Pulau Jawa. Luas wilayahnya sekitar 35.288,35 Km² berpenduduk 7.401.100 orang, terdiri dari 8 Kabupaten, 2 Kota, dan 181 Kecamatan dengan Bandar Lampung sebagai ibukota propinsi.
Pada tahun 2006, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) berdasarkan harga konstan mencapai Rp 30,85 triliun. Dengan kontribusi terbesar berasal dari sektor pertanian 42,75 persen, disusul sektor perdagangan, hotel dan restoran 15,75 persen, serta sektor industri pengolahan 13,20 persen.
Sebagaimana Propinsi lain di Pulau Sumatera, Propinsi Lampung memiliki potensi sumber daya alam yang beraneka ragam dan dapat diandalkan mulai dari; pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, kehutanan, pertambangan hingga pariwisata. Komoditi unggulannya padi, jagung, ubi kayu, pisang, tebu, karet dan kakao. Unggulan lain sub-sektor peternakan, perikanan dan pariwisata.
Hasil produksi tanaman pangan paling menjanjikan adalah; padi 2.129.914 ton, jagung 1.189.982 ton, ubi kayu 5.499.403 ton dan kacang tanah 11.888 ton. Selain itu, produksi buah-buahan seperti; mangga 26.971 ton, rambutan 25.199 ton, jeruk 65.407 ton, durian 18.472 ton, pisang 408.827 ton, pepaya 24.537 ton, dan nanas 23.623 ton. Semua hasil tanaman pangan itu terkonsentrasi di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung Timur, Lampung Tengah, Lampung Utara, Tenggamus, Way Kanan, dan Tulangbawang.
Sementara hasil perkebunan yang menjanjikan; kopi robusta 210.395 ton, lada 63.799 ton, kelapa 130.185 ton, kelapa sawit 169.340 ton, kakao 40.698 ton, karet 37.678 ton dan tebu 613.122 ton. Hasil perkebunan ini umumnya dihasilkan dari perkebunan rakyat, swasta dan negara terkonsentrasi di Kabupaten Lampung Barat, Lampung Selatan, Lampung Timur, Tenggamus, Tulang Bawang dan Way Kanan. Khusus tanaman tebu, banyak dihasilkan dari Lampung Utara.
Sedangkan hasil sub-sektor kehutanan yang menonjol adalah rotan 705.250 ton, arang 343.900 ton dan kayu bulat 570.576,82 M3. Umumnya berasal dari Kabupaten Lampung Barat, Lampung Tengah, Tenggamus, dan Way Kanan.
Produksi Ikan laut mencapai; 144.061,89 ton, Ikan perairan umum dan tambak 175.845,9 ton. Daerah Lampung juga dikenal sebagai gudangnya tambak udang, bahkan merupakan tambak terbesar di dunia. Hasil Ikan Laut, Ikan perairan umum dan tambak banyak dihasilkan dari Kota Bandar Lampung, Kabupaten Lampung Timur, Lampung Selatan, Tulangbawang, dan Tenggamus.
Selain itu, pembangunan peternakan merupakan salah satu sasaran dalam membangun sektor pertanian di Lampung. Karena itu peningkatan pembangunan peternakan terus dilakukan secara berkesinambungan. Karena merupakan upaya yang akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan petani peternak. Hasil ternak di Lampung yang menjanjikan antara lain; Sapi 401.638 ekor, Kambing 979.034 ekor, Ayam (Kampung dan Pedaging) 33.494.882 ekor, Itik 439.567 ekor, telur ayam 38.250,32 ton, daging Sapi dan Kambing 149.050 ton, kulit Sapi dan Kambing mencapai 1.284,81 ton.
Semua aktivitas tersebut ditujukan untuk mempertahankan Lampung sebagai lumbung ternak. Hal itu sejalan dengan visi pembangunan peternakan di Lampung ingin Lampung sebagai lumbung ternak lewat pembangunan peternakan yang tangguh, berdaya saing, berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat Lampung. Hasil ternak di atas umumnya dihasilkan dari seluruh kabupaten di Propinsi Lampung.
Sementara, kegiatan ekspor utama Lampung antara lain udang dengan nilai ekspor lebih dari US$ 151,000,000 disusul ekspor kopi dan nanas kaleng masing-masing senilai US$ 129,207,000 dan US$ 61,020,000. Kehidupan ekonomi di propinsi Lampung juga ditopang tiga kawasan industri utama yaitu; Kawasan Industri Lampung, Tanjung Bintang, dan Agropolitan serta didukung oleh 16 pelabuhan laut dan Bandar Udara Raden Inten II yang terletak di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung Utara dan Kota Bandar Lampung.
Selain itu, ekspor pisang juga sangat menjanjikan. Di pasar domestik, selain dikonsumsi sebagai buah segar, pisang Lampung diolah menjadi kripik pisang. Selain nilai jualnya lebih tinggi dari pisang segar, kripik pisang bisa tahan lama. Bahan bakunya mudah didapat hingga membuat banyak pengusaha kecil tertarik memproduk kripik pisang. Terdapat sekitar sepuluh industri sedang yang dapat ditemui di Teluk Betung Utara, Tanjung Karang, dan Sukarame. Saat ini sedang dilakukan penjajakan untuk meningkatkan peluang ekspor kripik pisang ke manca negara seperti; Malaysia, Singapura, Thailand, China, Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat dan Eropa. Pengiriman ekspor hasil bumi seperti kopi, lada, dan pisang dilakukan melalui Pelabuhan Panjang. Pelabuhan ini merupakan pelabuhan ekspor yang dimiliki oleh Kota BandarLampung.
Di luar itu, Propinsi Lampung sedang mengakselerasi pembangunan pariwisata sebagai bagian dari pembangunan ekonomi yang sinergis dengan sektor lain. Propinsi Lampung telah menetapkan banyak obyek wisata dalam upaya mewujudkan Lampung sebagai daerah tujuan wisata. Obyek wisata unggulan: (1) Kawasan Wisata Bakauheni dan Land Mark Menara Siger: (2) Kawasan Ekowisata Kalianda dan sekitarnya: (3) Kawasan Wisata Agro Pekalongan, Lampung Timur; (4) Pengembangan Ekowisata Taman Hutan Rakyat Gunung Betung; (5) Pengembangan Ekowisata Taman Nasional Way Kambas; (6) Pengembangan Ekowisata Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Selian obyek wisata unggulan itu, juga terdapat obyek wisata penunjang yang tersebar di seluruh Kabupaten/Kota di Propinsi Lampung meliputi obyek wisata alam 177 buah dan obyek wisata budaya 145 buah.
Dengan melihat data di atas untuk klaster Propinsi Lampung, idealnya dipertahankan hasil produksi pertanian terutama, tanaman Padi, Jagung, Pisang, Pepaya, Nanas, Mangga, Jeruk, dan Rambutan, Kopi Robusta, Kakao, Karet, Kelapa, Kelapa Sawit, dan Tebu, termasuk hasil perikanan dan tambak udang, serta peternakan. Semua sangat prospektif untuk dikembangkan ke depan, dalam rangka mengisi pundit-pundi daerah dan meningkatkan sejahtera rakyat.
Pada tahun 2006, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) berdasarkan harga konstan mencapai Rp 30,85 triliun. Dengan kontribusi terbesar berasal dari sektor pertanian 42,75 persen, disusul sektor perdagangan, hotel dan restoran 15,75 persen, serta sektor industri pengolahan 13,20 persen.
Sebagaimana Propinsi lain di Pulau Sumatera, Propinsi Lampung memiliki potensi sumber daya alam yang beraneka ragam dan dapat diandalkan mulai dari; pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, kehutanan, pertambangan hingga pariwisata. Komoditi unggulannya padi, jagung, ubi kayu, pisang, tebu, karet dan kakao. Unggulan lain sub-sektor peternakan, perikanan dan pariwisata.
Hasil produksi tanaman pangan paling menjanjikan adalah; padi 2.129.914 ton, jagung 1.189.982 ton, ubi kayu 5.499.403 ton dan kacang tanah 11.888 ton. Selain itu, produksi buah-buahan seperti; mangga 26.971 ton, rambutan 25.199 ton, jeruk 65.407 ton, durian 18.472 ton, pisang 408.827 ton, pepaya 24.537 ton, dan nanas 23.623 ton. Semua hasil tanaman pangan itu terkonsentrasi di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung Timur, Lampung Tengah, Lampung Utara, Tenggamus, Way Kanan, dan Tulangbawang.
Sementara hasil perkebunan yang menjanjikan; kopi robusta 210.395 ton, lada 63.799 ton, kelapa 130.185 ton, kelapa sawit 169.340 ton, kakao 40.698 ton, karet 37.678 ton dan tebu 613.122 ton. Hasil perkebunan ini umumnya dihasilkan dari perkebunan rakyat, swasta dan negara terkonsentrasi di Kabupaten Lampung Barat, Lampung Selatan, Lampung Timur, Tenggamus, Tulang Bawang dan Way Kanan. Khusus tanaman tebu, banyak dihasilkan dari Lampung Utara.
Sedangkan hasil sub-sektor kehutanan yang menonjol adalah rotan 705.250 ton, arang 343.900 ton dan kayu bulat 570.576,82 M3. Umumnya berasal dari Kabupaten Lampung Barat, Lampung Tengah, Tenggamus, dan Way Kanan.
Produksi Ikan laut mencapai; 144.061,89 ton, Ikan perairan umum dan tambak 175.845,9 ton. Daerah Lampung juga dikenal sebagai gudangnya tambak udang, bahkan merupakan tambak terbesar di dunia. Hasil Ikan Laut, Ikan perairan umum dan tambak banyak dihasilkan dari Kota Bandar Lampung, Kabupaten Lampung Timur, Lampung Selatan, Tulangbawang, dan Tenggamus.
Selain itu, pembangunan peternakan merupakan salah satu sasaran dalam membangun sektor pertanian di Lampung. Karena itu peningkatan pembangunan peternakan terus dilakukan secara berkesinambungan. Karena merupakan upaya yang akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan petani peternak. Hasil ternak di Lampung yang menjanjikan antara lain; Sapi 401.638 ekor, Kambing 979.034 ekor, Ayam (Kampung dan Pedaging) 33.494.882 ekor, Itik 439.567 ekor, telur ayam 38.250,32 ton, daging Sapi dan Kambing 149.050 ton, kulit Sapi dan Kambing mencapai 1.284,81 ton.
Semua aktivitas tersebut ditujukan untuk mempertahankan Lampung sebagai lumbung ternak. Hal itu sejalan dengan visi pembangunan peternakan di Lampung ingin Lampung sebagai lumbung ternak lewat pembangunan peternakan yang tangguh, berdaya saing, berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat Lampung. Hasil ternak di atas umumnya dihasilkan dari seluruh kabupaten di Propinsi Lampung.
Sementara, kegiatan ekspor utama Lampung antara lain udang dengan nilai ekspor lebih dari US$ 151,000,000 disusul ekspor kopi dan nanas kaleng masing-masing senilai US$ 129,207,000 dan US$ 61,020,000. Kehidupan ekonomi di propinsi Lampung juga ditopang tiga kawasan industri utama yaitu; Kawasan Industri Lampung, Tanjung Bintang, dan Agropolitan serta didukung oleh 16 pelabuhan laut dan Bandar Udara Raden Inten II yang terletak di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung Utara dan Kota Bandar Lampung.
Selain itu, ekspor pisang juga sangat menjanjikan. Di pasar domestik, selain dikonsumsi sebagai buah segar, pisang Lampung diolah menjadi kripik pisang. Selain nilai jualnya lebih tinggi dari pisang segar, kripik pisang bisa tahan lama. Bahan bakunya mudah didapat hingga membuat banyak pengusaha kecil tertarik memproduk kripik pisang. Terdapat sekitar sepuluh industri sedang yang dapat ditemui di Teluk Betung Utara, Tanjung Karang, dan Sukarame. Saat ini sedang dilakukan penjajakan untuk meningkatkan peluang ekspor kripik pisang ke manca negara seperti; Malaysia, Singapura, Thailand, China, Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat dan Eropa. Pengiriman ekspor hasil bumi seperti kopi, lada, dan pisang dilakukan melalui Pelabuhan Panjang. Pelabuhan ini merupakan pelabuhan ekspor yang dimiliki oleh Kota BandarLampung.
Di luar itu, Propinsi Lampung sedang mengakselerasi pembangunan pariwisata sebagai bagian dari pembangunan ekonomi yang sinergis dengan sektor lain. Propinsi Lampung telah menetapkan banyak obyek wisata dalam upaya mewujudkan Lampung sebagai daerah tujuan wisata. Obyek wisata unggulan: (1) Kawasan Wisata Bakauheni dan Land Mark Menara Siger: (2) Kawasan Ekowisata Kalianda dan sekitarnya: (3) Kawasan Wisata Agro Pekalongan, Lampung Timur; (4) Pengembangan Ekowisata Taman Hutan Rakyat Gunung Betung; (5) Pengembangan Ekowisata Taman Nasional Way Kambas; (6) Pengembangan Ekowisata Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Selian obyek wisata unggulan itu, juga terdapat obyek wisata penunjang yang tersebar di seluruh Kabupaten/Kota di Propinsi Lampung meliputi obyek wisata alam 177 buah dan obyek wisata budaya 145 buah.
Dengan melihat data di atas untuk klaster Propinsi Lampung, idealnya dipertahankan hasil produksi pertanian terutama, tanaman Padi, Jagung, Pisang, Pepaya, Nanas, Mangga, Jeruk, dan Rambutan, Kopi Robusta, Kakao, Karet, Kelapa, Kelapa Sawit, dan Tebu, termasuk hasil perikanan dan tambak udang, serta peternakan. Semua sangat prospektif untuk dikembangkan ke depan, dalam rangka mengisi pundit-pundi daerah dan meningkatkan sejahtera rakyat.
* Peta diadaptasi dari aselinya yang diperoleh dari www.bakosurtanal.go.id
| Nama Daerah | : | Lampung |
| Ibu Kota | : | Bandar Lampung |
| Status | : | Provinsi |
| Luas | : | 35.288 km2 |
| Jumlah Kabupaten | : | 8 Kabupaten |
| Jumlah Kota | : | 2 Kota |
| Jumlah Kecamatan | : | 181 Kecamatan |
| Penduduk Laki-Laki | : | 3.829.842 jiwa |
| Penduduk Perempuan | : | 3.571.258 jiwa |
| Jumlah Penduduk | : | 7.401.100 jiwa |
Chart.
|
Peta Ekonomi Provinsi Lampung
|
Chart.
|
Potensi Ekonomi Andalan Provinsi Lampung
| Jumlah Produksi | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Perikanan Tambak | 158.011,00 | Kabupaten Lampung Timur | 0,00 | ton |
| Kabupaten Tulang Bawang | ||||
| Kabupaten Lampung Selatan | ||||
| Perikanan Laut | 133.546,00 ton | Kota Bandar Lampung | ||
| Kabupaten Lampung Timur | ||||
| Kabupaten Lampung Selatan | ||||
| Perikanan Kolam | 13.966,00 ton | Kabupaten Tanggamus | ||
| Kabupaten Lampung Selatan | ||||
| Kabupaten Lampung Tengah | ||||
| Perikanan Sungai | 6.383,00 ton | Kabupaten Tulang Bawang | ||
| Kabupaten Lampung Tengah | ||||
| Kabupaten Lampung Utara | ||||
| Perikanan Waduk | 1.304,00 ton | Kabupaten Lampung Utara | ||
| Kabupaten Lampung Tengah | ||||
| Kabupaten Tulang Bawang |
Perikanan
| Nilai Produksi Perikanan | Total (Rp. (Juta)) | Kecamatan | ||
|---|---|---|---|---|
| Perikanan Tambak | 5.725.150,00 Rp. (Juta) | Kabupaten Tulang Bawang | ||
| Kabupaten Lampung Tengah | ||||
| Kabupaten Lampung Timur | ||||
| Perikanan Laut | 1.024.371,00 Rp. (Juta) | Kabupaten Lampung Timur | ||
| Kabupaten Lampung Selatan | ||||
| Kota Bandar Lampung | ||||
| Perikanan Kolam | 130.156,00 Rp. (Juta) | Kabupaten Lampung Selatan | ||
| Kabupaten Lampung Tengah | ||||
| Kabupaten Tanggamus | ||||
| Perikanan Sungai | 38.530,00 Rp. (Juta) | Kabupaten Lampung Tengah | ||
| Kabupaten Lampung Utara | ||||
| Kabupaten Tulang Bawang | ||||
| Perikanan Waduk | 9.898,00 Rp. (Juta) | Kabupaten Tulang Bawang | ||
| Kabupaten Lampung Utara | ||||
| Kabupaten Lampung Tengah |
Peternakan dan Hasil-hasilnya
| Peternakan | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Ayam Ras | 21.094.571,00 | Kabupaten Lampung Selatan | 14.957.335,00 | ekor |
| Kabupaten Tanggamus | 2.018.582,00 | |||
| Kabupaten Lampung Tengah | 956.830,00 | |||
| Ayam Buras | 12.240.882,00 | Kabupaten Lampung Selatan | 5.195.838,00 | ekor |
| Kabupaten Lampung Timur | 2.500.656,00 | |||
| Kabupaten Lampung Tengah | 1.232.436,00 | |||
| Kambing | 979.034,00 | Kabupaten Lampung Selatan | 348.442,00 | ekor |
| Kabupaten Tulang Bawang | 180.218,00 | |||
| Kabupaten Lampung Tengah | 114.533,00 | |||
| Itik | 439.567,00 | Kabupaten Tanggamus | 68.415,00 | ekor |
| Kabupaten Lampung Selatan | 66.618,00 | |||
| Kabupaten Lampung Tengah | 66.157,00 | |||
| Sapi | 401.636,00 | Kabupaten Lampung Tengah | 138.031,00 | ekor |
| Kabupaten Lampung Selatan | 71.464,00 | |||
| Kabupaten Tulang Bawang | 67.758,00 | |||
| Domba | 70.884,00 | Kabupaten Tanggamus | 17.322,00 | ekor |
| Kabupaten Lampung Timur | 13.838,00 | |||
| Kabupaten Lampung Tengah | 12.036,00 | |||
| Babi | 60.144,00 | Kabupaten Lampung Tengah | 22.122,00 | ekor |
| Kabupaten Lampung Timur | 12.427,00 | |||
| Kabupaten Tulang Bawang | 10.269,00 | |||
| Kerbau | 36.408,00 | Kabupaten Lampung Tengah | 8.008,00 | ekor |
| Kabupaten Tulang Bawang | 6.794,00 | |||
| Kabupaten Tanggamus | 5.360,00 |
Tanaman Bahan Makanan
| Buah-buahan | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Pisang | 408.827,00 | Kabupaten Lampung Selatan | 294.363,00 | ton |
| Kabupaten Lampung Timur | 62.638,00 | |||
| Kabupaten Way Kanan | 11.398,00 | |||
| Jeruk Siam | 65.407,00 | Kabupaten Lampung Utara | 23.271,00 | ton |
| Kabupaten Tulang Bawang | 15.240,00 | |||
| Kabupaten Way Kanan | 7.281,00 | |||
| Rambutan | 25.199,00 | Kabupaten Lampung Selatan | 11.901,00 | ton |
| Kabupaten Lampung Tengah | 3.350,00 | |||
| Kabupaten Tulang Bawang | 2.921,00 | |||
| Pepaya | 24.537,00 | Kabupaten Lampung Timur | 17.421,00 | ton |
| Kabupaten Lampung Selatan | 2.721,00 | |||
| Kabupaten Lampung Tengah | 1.453,00 | |||
| Nanas | 21.523,00 | Kabupaten Lampung Tengah | 18.836,00 | ton |
| Kabupaten Tulang Bawang | 1.381,00 | |||
| Kabupaten Lampung Utara | 586,00 | |||
| Durian | 18.472,00 | Kabupaten Lampung Selatan | 10.169,00 | ton |
| Kabupaten Lampung Timur | 2.143,00 | |||
| Kabupaten Tanggamus | 1.393,00 | |||
| Mangga | 16.971,00 | Kabupaten Lampung Selatan | 5.626,00 | ton |
| Kabupaten Tulang Bawang | 3.099,00 | |||
| Kabupaten Way Kanan | 2.871,00 | |||
| Alpukat | 9.772,00 | Kabupaten Lampung Selatan | 2.655,00 | ton |
| Kabupaten Tanggamus | 2.322,00 | |||
| Kabupaten Lampung Barat | 1.386,00 |
Tanaman Bahan Makanan
| Padi dan Palawija | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Ubi Kayu | 5.499.403,00 | Kabupaten Lampung Tengah | 1.724.754,00 | ton |
| Kabupaten Lampung Timur | 798.456,00 | |||
| Kabupaten Lampung Utara | 581.592,00 | |||
| Padi Sawah | 1.959.426,00 | Kabupaten Lampung Tengah | 439.006,00 | ton |
| Kabupaten Lampung Selatan | 350.001,00 | |||
| Kabupaten Lampung Timur | 340.083,00 | |||
| Jagung | 1.183.982,00 | Kabupaten Lampung Timur | 349.652,00 | ton |
| Kabupaten Lampung Selatan | 344.511,00 | |||
| Kabupaten Lampung Tengah | 285.450,00 | |||
| Padi Ladang | 170.488,00 | Kabupaten Lampung Tengah | 54.117,00 | ton |
| Kabupaten Lampung Utara | 30.456,00 | |||
| Kabupaten Lampung Selatan | 23.209,00 | |||
| Ubi Jalar | 42.586,00 | Kabupaten Lampung Tengah | 9.979,00 | ton |
| Kabupaten Lampung Selatan | 9.223,00 | |||
| Kabupaten Lampung Utara | 4.233,00 |
Tanaman Bahan Makanan
| Sayur-sayuran | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Terung | 12.345,00 | Kabupaten Lampung Selatan | 3.462,00 | ton |
| Kabupaten Lampung Barat | 2.141,00 | |||
| Kabupaten Lampung Timur | 1.919,00 | |||
| Ketimun | 12.204,00 | Kabupaten Lampung Selatan | 5.521,00 | ton |
| Kabupaten Lampung Timur | 1.553,00 | |||
| Kabupaten Lampung Barat | 1.394,00 | |||
| Cabai | 11.330,00 | Kabupaten Lampung Barat | 3.613,00 | ton |
| Kabupaten Lampung Selatan | 3.302,00 | |||
| Kabupaten Tanggamus | 1.728,00 | |||
| Kacang-kacangan | 11.191,00 | Kabupaten Lampung Selatan | 5.451,00 | ton |
| Kabupaten Lampung Barat | 1.567,00 | |||
| Kabupaten Lampung Timur | 1.152,00 | |||
| Sawi | 8.753,00 | Kabupaten Lampung Barat | 3.175,00 | ton |
| Kabupaten Lampung Selatan | 3.071,00 | |||
| Kabupaten Tanggamus | 1.249,00 | |||
| Tomat | 8.577,00 | Kabupaten Lampung Selatan | 3.967,00 | ton |
| Kabupaten Lampung Barat | 2.047,00 | |||
| Kabupaten Tanggamus | 1.047,00 | |||
| Kubis | 7.372,00 | Kabupaten Tanggamus | 4.358,00 | ton |
| Kabupaten Lampung Barat | 3.014,00 | |||
| Bawang Daun | 2.423,00 | Kabupaten Lampung Barat | 1.132,00 | ton |
| Kabupaten Lampung Selatan | 573,00 | |||
| Kota Metro | 357,00 | |||
| Kentang | 1.674,00 | Kabupaten Lampung Barat | 1.564,00 | ton |
| Kabupaten Tanggamus | 110,00 |
Tanaman Perkebunan
| Perkebunan | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Kopi Robusta | 141.285,00 | Kabupaten Lampung Barat | 55.994,00 | ton |
| Kabupaten Tanggamus | 45.064,00 | |||
| Kabupaten Way Kanan | 12.004,00 | |||
| Kelapa Dalam | 103.004,00 | Kabupaten Lampung Selatan | 41.140,00 | ton |
| Kabupaten Lampung Timur | 24.945,00 | |||
| Kabupaten Tanggamus | 15.978,00 | |||
| Karet | 29.776,00 | Kabupaten Tulang Bawang | 17.664,00 | ton |
| Kabupaten Way Kanan | 6.297,00 | |||
| Kabupaten Lampung Utara | 4.712,00 | |||
| Lada | 21.573,00 | Kabupaten Lampung Utara | 8.953,00 | ton |
| Kabupaten Lampung Timur | 4.280,00 | |||
| Kabupaten Way Kanan | 3.233,00 | |||
| Kakao | 21.548,00 | Kabupaten Tanggamus | 7.180,00 | ton |
| Kabupaten Lampung Timur | 6.083,00 | |||
| Kabupaten Lampung Selatan | 5.033,00 |
PERDAGANGAN, HOTEL DAN RESTORAN
Perdagangan Besar dan Eceran
| Nilai Ekspor | Total | Satuan | ||
|---|---|---|---|---|
| Industri | 1.275.054,00 | US Dollar | ||
| Pertanian dan Kehutanan | 716.856,00 | US Dollar | ||
| Pertambangan | 213.622,00 | US Dollar |
Perdagangan Besar dan Eceran
| Volume Ekspor | Total | Satuan | ||
|---|---|---|---|---|
| Pertambangan | 2.771.827,00 | ton | ||
| Industri | 2.444.635,00 | ton | ||
| Pertanian dan Kehutanan | 397.073,00 | ton |
Perdagangan Besar dan Eceran
| Volume Komoditi Ekspor | Total | Satuan | ||
|---|---|---|---|---|
| Batubara | 2.548.528,00 | ton | ||
| Bungkil Kelapa Sawit | 236.695,00 | ton | ||
| Kopi | 225.815,00 | ton | ||
| Gula Tetes | 184.606,00 | ton | ||
| Nanas Kaleng | 177.005,00 | ton | ||
| Kelapa Sawit | 122.240,00 | ton | ||
| Udang | 49.222,00 | ton | ||
| Kayu Lapis | 30.551,00 | ton | ||
| Karet | 15.183,00 | ton |
INDUSTRI PENGOLAHAN
Industri Bukan Migas
| Industri | Total | Satuan | ||
|---|---|---|---|---|
| Biaya Tempat Kerja | 769.143.983,00 | Rp |
Industri Bukan Migas
| Industri Besar dan Sedang | Total | Satuan | ||
|---|---|---|---|---|
| Jumlah Tenaga Kerja | 57.659,00 | orang |
Industri Bukan Migas
| Industri Menurut Skala | Total | Satuan | ||
|---|---|---|---|---|
| Industri Besar dan Sedang | 177,00 | unit |
Sumber : Propinsi Lampung dalam Angka 2007, BPS Propinsi Lampung

