
MALUKU
Propinsi Maluku merupakan salah satu propinsi di Indonesia, yang daerahnya terdiri dari ribuan pulau-pulau kecil. Ibu kotanya Ambon, daerah ini juga disebut dengan "Kepulauan rempah-rempah" karena propinsi ini merupakan penghasil cengkeh dan pala terbesar hingga sekarang.
Penduduk asli Maluku adalah orang Ambon. Banyak pula orang-orang dari daerah lain yang menetap di Maluku, seperti orang Jawa dan Bugis yang datang ke sana sebagai pedagang. Beberapa tahun lalu (1999-2003) penduduk asli Maluku mengalami konflik antar penduduk yang beragama Islam dengan penduduk beragama Kristen. Ribuan orang terbunuh dan ribuan rumah terbakar.
Beberapa tahun lalu Propinsi Maluku dibagi menjadi dua, yaitu Propinsi Maluku Utara dan Propinsi Maluku Selatan. Tepatnya tahun 1999, sebagian wilayah Maluku dimekarkan menjadi Propinsi Maluku Utara, dengan ibukota Sofifi. Daerah Maluku terdiri dari gugusan kepulauan yang dikenal dengan kepulauan Maluku.
Suku bangsa Maluku didominasi oleh ras suku Melanesia Pasifi yang masih berkerabat dengan Fiji, Tonga, dan beberapa suku kepulauan yang tersebar di kepulauan Samudra Pasifik. Banyak bukti merujuk bahwa masyarakat Maluku memiliki ikatan tradisi dengan warga masyarakat kepulauan pasifik, seperti bahasa, lagu daerah, makanan, dan peralatan rumah tangga serta alat musik khas, Ukulele yang terdapat pula dalam tradisi budaya musik di Hawaii.
Mereka umumnya memiliki kulit gelap, rambut ikal, kerangka tulang besar dan kuat, dan profil tubuh yang atletis dibanding dengan suku-suku lain di Indonesia, karena mereka dari suku kepulauan yang aktivitas utamanya berlaut seperti berlayar dan berenang untuk kegiatan utama kaum pria.
Luas daerahnya 54.185 Km2, meliputi 8 Kabupaten dan 1 Kota serta berpenduduk lebih dari 1.301.962 orang. Sebagian besar daerah yang sedang berkembang pasca konflik horizontal tahun 1999-2001, membuktikan sesungguhnya membawa dampak positif, seperti Ternate, kota kecil tapi menyimpan segudang potensi yang dibelum digarap secara optimal baik bahan yang bisa diperbaharui atau tambang yang tidak dapat diperbaharui.
Pada tahun 2006 Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Maluku berdasarkan harga konstan (2000) mencapai sekitar Rp 27 triliun. Kontribusi terbesar PDRB berasal dari sektor pertanian 32,83 persen, Perdagangan 25,10 persen, Jasa-jasa 18,89 persen, Industri dan perdagangan berkisar antara 4 hingga 5 persen.
Daerah Maluku memiliki potensi sumber daya alam berlimpah seperti; pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, kehutanan, Industri olahan hasil pertanian dan perkebunan, hingga pariwisata. Komoditi unggulan Padi mencapai 46.561 ton, Jagung 11.888 ton, 18, Ubi Jalar 18.397 ton, Ubi Kayu 103.260 ton, Kedelai 1.433 ton, serta Kacang Tanah dan Kacang Hijau mencapai 2.903 ton dan 565 ton. Hasil komoditi itu terkonsentrasi di Maluku Tenggara Barat, Maluku Tenggara Barat, Buru, Kepulauan Aru, dan Maluku Tengah.
Hasil perkebunan yang menonjol antara lain Kelapa 69.184 ton, Jambu Mete 2.068 ton, Cengkeh 12.868 ton, dan Coklat 4.288 ton terkonsentrasi di Kepulauan Aru, Maluku Tenggara Barat, Maluku Tengah, dan Buru.
Hasil sayur-sayuran dan buah-buahan seperti berikut; Bawang Merah 1724 ton, Sawi 2.084 ton, Cabe 1.038 ton, Tomat 1.166 ton, Terung 681 ton, Ketimun 1.179 ton, Kacang Panjang 1.332 ton, dan Kubis 1.050 ton. Sementara hasil buah-buahan antara lain Langsat 1.661 ton, Nanas 1.046 ton, Salak 309 ton, Durian 3.632 ton, Jambu 1.142 ton, Pisang 6.691 ton, Pepaya 2.624 ton, Alpukat 463 ton, Jeruk 4.384 ton, Mangga 2.525 ton, dan Rambutan 462 ton. Semua itu terkonsentrasi di Maluku Tenggara Barat, Buru, Kepulauan Aru, dan Maluku Tengah.
Selain itu produksi ikan laut daerah Maluku mencapai; 3.053,20 ton, ikan budidaya kolam 118,10 ton, dan ikan tambak 491,70 ton. Daerah ini dikenal sebagai gudangnya perikanan laut. Hasil ikan laut, perairan umum dan pembibitan banyak dihasilkan dari Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Maluku Tenggara, Maluku Tengah, Buru, Kepulauan Aru, dan Seram Bagian Timur.
Selanjutnya pemberdayaan peternakan merupakan salah satu sasaran dalam membangun sektor pertanian di Maluku. Karena itu peningkatan pembangunan peternakan terus dilakukan. Apalagi upaya itu akan dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan petani peternak. Hasil ternak yang menonjol adalah; Sapi 67.948 ekor, Kerbau 23164 ekor, Kambing 14.9405 ekor, Babi 11.5627 ekor, Unggas Ayam Ras 11.5627 ekor, Ayam Buras 2.047.953 ekor, dan Itik 235.927 ekor. Daerah ternak terkonsentrasi di Kabupaten Buru, Maluku Tengah, Seram Bagian Barat, Maluku Tenggara Barat, Maluku Tenggara, dan Ambon. Semua hasil produksi ternak itu untuk membuat daerah ini menjadi lumbung ternak.
Selain itu, daerah ini sedang mengakselerasi pembangunan pariwisata sebagai bagian dari pembangunan ekonomi yang dilakukan secara sinergis dengan sektor ekonomi. Derah ini dapat dijumpai banyak objek wisata alam seperti; wisata laut atau bahari, pantai, danau, gunung dan nagari, dan objek wisata budaya. Dunia pariwisata cukup menjanjikan untuk mendulang uang.
Potensi wisata bahari berupa pulau-pulau dan pantai yang indah dengan taman laut serta jenis ikan hias, merupakan potensi utama dalam rangka mengembangkan wisata bahari di daerah Maluku.
Wisata alam yang tersebar diseluruh wilayah, hutan wisata dapat diperuntukan bagi kepentingan taman nasional yang memiliki spesies endemik ranking 10 dunia. Dengan potensi wisata seperti itu, pengembangan diarahkan pada lokasi-lokasi yang memiliki interaksi kegiatan wisata.
Karena itu, wisata bahari perlu digalakkan lebih maju dan baik lagi. Apalagi Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki potensi wisata bahari yang belum digali secara serius. Sehingga potensi wisata bahari perlu dimanfaatkan lebih optimal. Banyak sekali pantai memiliki keindahan alam dengan segala kekayaan flaura dan faunanya yang terbaik dunia. Dengan demikian negeri ini punya potensi wisata bahari yang potensial dan merupakan salah satu negara tujuan wisata terbesar di dunia. Namun harus diakui, semua obyek wisata itu belum dimanfaatkan secara optimal, akibat infrastruktur berikut sarana dan prasarananya masih minim.
Dengan demikian, kluster daerah Maluku perlu mempertahankan hasil produksi pertanian dan perkebunan utamanya Padi, Jagung, Sayuran dan buah-buahan, serta dibangun peternakan dan perikanan modern, termasuk wisata bahari. Semua itu perlu ditunjang sarana dan prasarana yang modern, merata dan mudah diakses di seluruh kawasan untuk memudahkan wisatawan domestik dan manca negara menjangkau tujuan wisata tersebut.
Penduduk asli Maluku adalah orang Ambon. Banyak pula orang-orang dari daerah lain yang menetap di Maluku, seperti orang Jawa dan Bugis yang datang ke sana sebagai pedagang. Beberapa tahun lalu (1999-2003) penduduk asli Maluku mengalami konflik antar penduduk yang beragama Islam dengan penduduk beragama Kristen. Ribuan orang terbunuh dan ribuan rumah terbakar.
Beberapa tahun lalu Propinsi Maluku dibagi menjadi dua, yaitu Propinsi Maluku Utara dan Propinsi Maluku Selatan. Tepatnya tahun 1999, sebagian wilayah Maluku dimekarkan menjadi Propinsi Maluku Utara, dengan ibukota Sofifi. Daerah Maluku terdiri dari gugusan kepulauan yang dikenal dengan kepulauan Maluku.
Suku bangsa Maluku didominasi oleh ras suku Melanesia Pasifi yang masih berkerabat dengan Fiji, Tonga, dan beberapa suku kepulauan yang tersebar di kepulauan Samudra Pasifik. Banyak bukti merujuk bahwa masyarakat Maluku memiliki ikatan tradisi dengan warga masyarakat kepulauan pasifik, seperti bahasa, lagu daerah, makanan, dan peralatan rumah tangga serta alat musik khas, Ukulele yang terdapat pula dalam tradisi budaya musik di Hawaii.
Mereka umumnya memiliki kulit gelap, rambut ikal, kerangka tulang besar dan kuat, dan profil tubuh yang atletis dibanding dengan suku-suku lain di Indonesia, karena mereka dari suku kepulauan yang aktivitas utamanya berlaut seperti berlayar dan berenang untuk kegiatan utama kaum pria.
Luas daerahnya 54.185 Km2, meliputi 8 Kabupaten dan 1 Kota serta berpenduduk lebih dari 1.301.962 orang. Sebagian besar daerah yang sedang berkembang pasca konflik horizontal tahun 1999-2001, membuktikan sesungguhnya membawa dampak positif, seperti Ternate, kota kecil tapi menyimpan segudang potensi yang dibelum digarap secara optimal baik bahan yang bisa diperbaharui atau tambang yang tidak dapat diperbaharui.
Pada tahun 2006 Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Maluku berdasarkan harga konstan (2000) mencapai sekitar Rp 27 triliun. Kontribusi terbesar PDRB berasal dari sektor pertanian 32,83 persen, Perdagangan 25,10 persen, Jasa-jasa 18,89 persen, Industri dan perdagangan berkisar antara 4 hingga 5 persen.
Daerah Maluku memiliki potensi sumber daya alam berlimpah seperti; pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, kehutanan, Industri olahan hasil pertanian dan perkebunan, hingga pariwisata. Komoditi unggulan Padi mencapai 46.561 ton, Jagung 11.888 ton, 18, Ubi Jalar 18.397 ton, Ubi Kayu 103.260 ton, Kedelai 1.433 ton, serta Kacang Tanah dan Kacang Hijau mencapai 2.903 ton dan 565 ton. Hasil komoditi itu terkonsentrasi di Maluku Tenggara Barat, Maluku Tenggara Barat, Buru, Kepulauan Aru, dan Maluku Tengah.
Hasil perkebunan yang menonjol antara lain Kelapa 69.184 ton, Jambu Mete 2.068 ton, Cengkeh 12.868 ton, dan Coklat 4.288 ton terkonsentrasi di Kepulauan Aru, Maluku Tenggara Barat, Maluku Tengah, dan Buru.
Hasil sayur-sayuran dan buah-buahan seperti berikut; Bawang Merah 1724 ton, Sawi 2.084 ton, Cabe 1.038 ton, Tomat 1.166 ton, Terung 681 ton, Ketimun 1.179 ton, Kacang Panjang 1.332 ton, dan Kubis 1.050 ton. Sementara hasil buah-buahan antara lain Langsat 1.661 ton, Nanas 1.046 ton, Salak 309 ton, Durian 3.632 ton, Jambu 1.142 ton, Pisang 6.691 ton, Pepaya 2.624 ton, Alpukat 463 ton, Jeruk 4.384 ton, Mangga 2.525 ton, dan Rambutan 462 ton. Semua itu terkonsentrasi di Maluku Tenggara Barat, Buru, Kepulauan Aru, dan Maluku Tengah.
Selain itu produksi ikan laut daerah Maluku mencapai; 3.053,20 ton, ikan budidaya kolam 118,10 ton, dan ikan tambak 491,70 ton. Daerah ini dikenal sebagai gudangnya perikanan laut. Hasil ikan laut, perairan umum dan pembibitan banyak dihasilkan dari Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Maluku Tenggara, Maluku Tengah, Buru, Kepulauan Aru, dan Seram Bagian Timur.
Selanjutnya pemberdayaan peternakan merupakan salah satu sasaran dalam membangun sektor pertanian di Maluku. Karena itu peningkatan pembangunan peternakan terus dilakukan. Apalagi upaya itu akan dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan petani peternak. Hasil ternak yang menonjol adalah; Sapi 67.948 ekor, Kerbau 23164 ekor, Kambing 14.9405 ekor, Babi 11.5627 ekor, Unggas Ayam Ras 11.5627 ekor, Ayam Buras 2.047.953 ekor, dan Itik 235.927 ekor. Daerah ternak terkonsentrasi di Kabupaten Buru, Maluku Tengah, Seram Bagian Barat, Maluku Tenggara Barat, Maluku Tenggara, dan Ambon. Semua hasil produksi ternak itu untuk membuat daerah ini menjadi lumbung ternak.
Selain itu, daerah ini sedang mengakselerasi pembangunan pariwisata sebagai bagian dari pembangunan ekonomi yang dilakukan secara sinergis dengan sektor ekonomi. Derah ini dapat dijumpai banyak objek wisata alam seperti; wisata laut atau bahari, pantai, danau, gunung dan nagari, dan objek wisata budaya. Dunia pariwisata cukup menjanjikan untuk mendulang uang.
Potensi wisata bahari berupa pulau-pulau dan pantai yang indah dengan taman laut serta jenis ikan hias, merupakan potensi utama dalam rangka mengembangkan wisata bahari di daerah Maluku.
Wisata alam yang tersebar diseluruh wilayah, hutan wisata dapat diperuntukan bagi kepentingan taman nasional yang memiliki spesies endemik ranking 10 dunia. Dengan potensi wisata seperti itu, pengembangan diarahkan pada lokasi-lokasi yang memiliki interaksi kegiatan wisata.
Karena itu, wisata bahari perlu digalakkan lebih maju dan baik lagi. Apalagi Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki potensi wisata bahari yang belum digali secara serius. Sehingga potensi wisata bahari perlu dimanfaatkan lebih optimal. Banyak sekali pantai memiliki keindahan alam dengan segala kekayaan flaura dan faunanya yang terbaik dunia. Dengan demikian negeri ini punya potensi wisata bahari yang potensial dan merupakan salah satu negara tujuan wisata terbesar di dunia. Namun harus diakui, semua obyek wisata itu belum dimanfaatkan secara optimal, akibat infrastruktur berikut sarana dan prasarananya masih minim.
Dengan demikian, kluster daerah Maluku perlu mempertahankan hasil produksi pertanian dan perkebunan utamanya Padi, Jagung, Sayuran dan buah-buahan, serta dibangun peternakan dan perikanan modern, termasuk wisata bahari. Semua itu perlu ditunjang sarana dan prasarana yang modern, merata dan mudah diakses di seluruh kawasan untuk memudahkan wisatawan domestik dan manca negara menjangkau tujuan wisata tersebut.
* Peta diadaptasi dari aselinya yang diperoleh dari www.bakosurtanal.go.id
| Nama Daerah | : | Maluku |
| Ibu Kota | : | Ambon |
| Status | : | Provinsi |
| Luas | : | 54.185 km2 |
| Jumlah Kabupaten | : | 8 Kabupaten |
| Jumlah Kota | : | Kota |
| Jumlah Kecamatan | : | Kecamatan |
| Penduduk Laki-Laki | : | 0 jiwa |
| Penduduk Perempuan | : | 0 jiwa |
| Jumlah Penduduk | : | 1.301.962 jiwa |
Chart.
|
Peta Ekonomi Provinsi Maluku
|
Chart.
|
Potensi Ekonomi Andalan Provinsi Maluku
| Peternakan | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Ayam Buras | 2.047.953,00 | Kabupaten Buru | 1.238.740,00 | ton |
| Kabupaten Seram Bagian Timur | 244.176,00 | |||
| Kabupaten Maluku Tengah | 137.222,00 | |||
| Kabupaten Maluku Tenggara Barat | 130.478,00 | |||
| Itik | 235.927,00 | Kabupaten Buru | 207.649,00 | ton |
| Kabupaten Maluku Tenggara | 12.388,00 | |||
| Kambing | 149.405,00 | Kabupaten Maluku Tenggara Barat | 78.588,00 | ton |
| Kabupaten Buru | 34.347,00 | |||
| Kabupaten Maluku Tenggara | 14.859,00 | |||
| Babi | 115.627,00 | Kabupaten Maluku Tenggara Barat | 76.911,00 | ton |
| Kabupaten Maluku Tenggara | 15.111,00 | |||
| Ayam Ras | 112.260,00 | Kabupaten Maluku Tenggara | 59.900,00 | ton |
| Kota Ambon | 34.207,00 | |||
| Kabupaten Kepulauan Aru | 17.995,00 | |||
| Sapi | 67.948,00 | Kabupaten Buru | 30.585,00 | ton |
| Kabupaten Maluku Tengah | 15.566,00 | |||
| Kabupaten Seram Bagian Barat | 10.814,00 | |||
| Kabupaten Maluku Tenggara Barat | 6.631,00 | |||
| Kabupaten Seram Bagian Timur | 3.093,00 | |||
| Kerbau | 23.164,00 | Kabupaten Maluku Tenggara Barat | 21.362,00 | ton |
| Kabupaten Buru | 1.796,00 | |||
| Domba | 13.447,00 | Kabupaten Maluku Tenggara Barat | 13.447,00 | ton |
| Kuda | 8.931,00 | Kabupaten Maluku Tenggara Barat | 8.931,00 | ton |
Tanaman Bahan Makanan
| Buah-buahan | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Pisang | 6.991,00 | Kabupaten Maluku Tenggara Barat | 1.955,00 | ton |
| Kabupaten Maluku Tengah | 1.424,00 | |||
| Kabupaten Buru | 1.277,00 | |||
| Kabupaten Maluku Tenggara | 1.079,00 | |||
| Jeruk | 4.384,00 | Kabupaten Maluku Tenggara Barat | 1.952,00 | ton |
| Kabupaten Maluku Tengah | 1.007,00 | |||
| Durian | 3.632,00 | Kabupaten Maluku Tengah | 1.987,00 | ton |
| Kabupaten Buru | 715,00 | |||
| Kabupaten Seram Bagian Barat | 635,00 | |||
| Pepaya | 2.624,00 | Kabupaten Maluku Tenggara Barat | 860,00 | ton |
| Kabupaten Maluku Tengah | 611,00 | |||
| Kabupaten Maluku Tenggara | 314,00 | |||
| Mangga | 2.525,00 | Kabupaten Maluku Tenggara Barat | 1.331,00 | ton |
| Kabupaten Maluku Tengah | 368,00 | |||
| Kabupaten Maluku Tenggara | 343,00 | |||
| Langsat | 1.661,00 | Kabupaten Maluku Tengah | 939,00 | ton |
| Kabupaten Buru | 300,00 | |||
| Kabupaten Seram Bagian Barat | 233,00 | |||
| Kota Ambon | 148,00 | |||
| Jambu | 1.142,00 | Kabupaten Maluku Tenggara Barat | 306,00 | ton |
| Kabupaten Maluku Tengah | 282,00 | |||
| Kabupaten Buru | 177,00 | |||
| Kabupaten Seram Bagian Barat | 147,00 | |||
| Kabupaten Maluku Tenggara | 137,00 | |||
| Nanas | 1.046,00 | Kabupaten Maluku Tengah | 306,00 | ton |
| Kabupaten Maluku Tenggara Barat | 196,00 | |||
| Kabupaten Buru | 151,00 | |||
| Kota Ambon | 139,00 | |||
| Kabupaten Seram Bagian Barat | 122,00 | |||
| Rambutan | 562,00 | Kabupaten Maluku Tengah | 221,00 | ton |
| Kabupaten Buru | 179,00 | |||
| Alpukat | 463,00 | Kabupaten Maluku Tengah | 268,00 | ton |
| Salak | 309,00 | Kabupaten Seram Bagian Barat | 141,00 | ton |
| Kabupaten Maluku Tengah | 103,00 |
Tanaman Bahan Makanan
| Padi dan Palawija | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Ubi Kayu | 103.260,00 | Kabupaten Maluku Tengah | 38.599,00 | ton |
| Kabupaten Buru | 35.076,00 | |||
| Kabupaten Maluku Tenggara Barat | 11.624,00 | |||
| Kabupaten Seram Bagian Barat | 2.270,00 | |||
| Padi Sawah | 46.651,00 | Kabupaten Buru | 31.683,00 | ton |
| Kabupaten Maluku Tengah | 9.712,00 | |||
| Kabupaten Seram Bagian Barat | 5.256,00 | |||
| Ubi Jalar | 18.397,00 | Kabupaten Maluku Tenggara Barat | 4.652,00 | ton |
| Kabupaten Kepulauan Aru | 4.535,00 | |||
| Kabupaten Buru | 2.355,00 | |||
| Kabupaten Seram Bagian Timur | 2.270,00 | |||
| Kabupaten Maluku Tengah | 2.137,00 | |||
| Kabupaten Maluku Tenggara | 1.561,00 | |||
| Jagung | 11.888,00 | Kabupaten Maluku Tenggara Barat | 11.574,00 | ton |
| Kabupaten Buru | 1.016,00 | |||
| Kabupaten Maluku Tengah | 931,00 | |||
| Kabupaten Seram Bagian Barat | 365,00 | |||
| Kabupaten Maluku Tenggara | 362,00 | |||
| Padi Ladang | 4.660,00 | Kabupaten Maluku Tenggara Barat | 4.652,00 | ton |
| Kabupaten Buru | 711,00 | |||
| Kabupaten Maluku Tengah | 316,00 | |||
| Kabupaten Seram Bagian Barat | 182,00 | |||
| Kacang Tanah | 2.902,00 | Kabupaten Maluku Tenggara Barat | 1.358,00 | ton |
| Kabupaten Buru | 573,00 | |||
| Kabupaten Maluku Tengah | 422,00 | |||
| Kedelai | 1.433,00 | Kabupaten Maluku Tengah | 869,00 | ton |
| Kabupaten Buru | 524,00 | |||
| Kabupaten Seram Bagian Barat | 40,00 | |||
| Kacang Hijau | 565,00 | Kabupaten Maluku Tenggara Barat | 175,00 | ton |
| Kabupaten Kepulauan Aru | 135,00 | |||
| Kabupaten Seram Bagian Timur | 81,00 | |||
| Kabupaten Maluku Tengah | 63,00 |
Tanaman Bahan Makanan
| Sayur-sayuran | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Sawi | 2.084,00 | Kabupaten Maluku Tengah | 813,00 | ton |
| Kabupaten Buru | 573,00 | |||
| Kabupaten Seram Bagian Barat | 286,00 | |||
| Kota Ambon | 250,00 | |||
| Bawang Merah | 1.724,00 | Kabupaten Maluku Tenggara Barat | 1.358,00 | ton |
| Kabupaten Buru | 181,00 | |||
| Kabupaten Maluku Tengah | 136,00 | |||
| Kacang Panjang | 1.332,00 | Kabupaten Maluku Tengah | 665,00 | ton |
| Kabupaten Buru | 192,00 | |||
| Kota Ambon | 124,00 | |||
| Kabupaten Maluku Tenggara | 114,00 | |||
| Ketimun | 1.179,00 | Kabupaten Maluku Tengah | 374,00 | ton |
| Kabupaten Buru | 269,00 | |||
| Kota Ambon | 168,00 | |||
| Tomat | 1.166,00 | Kabupaten Maluku Tengah | 416,00 | ton |
| Kabupaten Buru | 354,00 | |||
| Kabupaten Maluku Tenggara Barat | 145,00 | |||
| Kubis | 1.050,00 | Kabupaten Maluku Tengah | 463,00 | ton |
| Kabupaten Buru | 320,00 | |||
| Kabupaten Seram Bagian Barat | 154,00 | |||
| Cabai | 1.038,00 | Kabupaten Maluku Tengah | 416,00 | ton |
| Kabupaten Buru | 214,00 | |||
| Kabupaten Maluku Tenggara Barat | 178,00 | |||
| Terung | 981,00 | Kabupaten Maluku Tengah | 359,00 | ton |
| Kabupaten Buru | 217,00 | |||
| Kota Ambon | 168,00 |
Tanaman Perkebunan
| Perkebunan | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Kelapa | 69.184,00 | Kabupaten Maluku Tenggara Barat | 11.268,00 | ton |
| Kabupaten Seram Bagian Barat | 10.477,00 | |||
| Kabupaten Maluku Tenggara | 10.185,00 | |||
| Kabupaten Maluku Tengah | 10.025,00 | |||
| Cengkeh | 12.868,00 | Kabupaten Maluku Tengah | 4.678,00 | ton |
| Kabupaten Seram Bagian Timur | 4.381,00 | |||
| Kabupaten Buru | 1.932,00 | |||
| Kabupaten Seram Bagian Barat | 1.259,00 | |||
| Cokelat | 4.288,00 | Kabupaten Maluku Tengah | 952,00 | ton |
| Kabupaten Buru | 752,00 | |||
| Kabupaten Maluku Tenggara Barat | 681,00 | |||
| Pala | 2.098,00 | Kabupaten Seram Bagian Timur | 677,00 | ton |
| Kabupaten Seram Bagian Barat | 545,00 | |||
| Kabupaten Maluku Tengah | 405,00 | |||
| Kabupaten Buru | 223,00 | |||
| Jambu Mete | 2.068,00 | Kabupaten Maluku Tenggara Barat | 706,00 | ton |
| Kota Ambon | 653,00 | |||
| Kabupaten Buru | 330,00 | |||
| Kabupaten Maluku Tenggara | 205,00 | |||
| Kopi | 735,00 | Kabupaten Seram Bagian Barat | 999,00 | ton |
| Kabupaten Maluku Tenggara Barat | 135,00 | |||
| Kabupaten Maluku Tenggara | 133,00 | |||
| Kabupaten Buru | 112,00 | |||
| Kabupaten Maluku Tengah | 101,00 |
PERDAGANGAN, HOTEL DAN RESTORAN
Hotel
| Hotel dan Akomodasi | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Hotel Non Bintang | 103,00 | Kabupaten Maluku Tengah | 42,00 | unit |
| Kota Ambon | 25,00 | |||
| Kabupaten Buru | 12,00 | |||
| Kabupaten Maluku Tenggara | 8,00 | |||
| Kabupaten Seram Bagian Barat | 7,00 | |||
| Kabupaten Maluku Tenggara Barat | 5,00 | |||
| Kabupaten Kepulauan Aru | 4,00 | |||
| Hotel Bintang | 17,00 | Kota Ambon | 10,00 | unit |
| Kabupaten Maluku Tenggara | 3,00 | |||
| Kabupaten Maluku Tenggara Barat | 2,00 | |||
| Kabupaten Buru | 1,00 | |||
| Kabupaten Maluku Tengah | 1,00 |
Sumber : Propinsi Maluku dalam Angka 2007, BPS Propinsi Maluku

