
RIAU
Propinsi Riau merupakan salah satu propinsi di pulau Sumatera. Daerahnya sebagian dimekarkan menjadi Kepulauan Riau. Propinsi dengan Ibu Kota Pekanbaru ini memiliki 9 Kabupaten, 2 Kota dan 119 Kecamatan, dengan luas 94.561,60 Km2 dan penduduk seki8tar 4.764.205 orang.
Berdasarkan PDRB tahun 2007 sumbanga terbesar berasal dari; Sektor Pertambangan migas 55,24 persen, Sektor Pertanian 17,22 persen, Industri Pengolahan 9,59 persen, dan sektor Perdagangan 7,56 persen. Membaiknya indikator ekonomi antara lain dihasilkan dari pergerakan Indek Harga Konsumen yang stabil, terbukanya kesempatan kerja, penurunan tingkat kemiskinan dan realisasi investasi di propinsi Riau. Selama tahun 2006 perekonomiannya tumbuh 6,78 persen, meningkat dibanding tahun 2005 mencapai 6,57 persen.
Tetapi di balik itu, kondisi hutan di Riau sangat memprihatinkan dan rusak parah. Dalam dua dasawarsa terakhir, luas hutan di daerah ini berkurang 56,8 persen. Rata-rata tiap tahun hutan di daerah ini rusak 182.140 Ha atau 15.178 Ha per bulan.
Menurut World Wild Fund (WWF) tahun 2005, hutan yang tersisa di Riau tinggal 33 persen alias 2,743 juta Ha. Kerusakan hutan di daerah ini sangat tak sebanding dengan pemasukan negara. Selama lima tahun terakhir (2002-2007), pemasukan dari provisi sumberdaya hutan dan dana reboisasi hanya Rp 1,47 trilyun. Sementara kerusakan hutan dari luas 6,8 juta Ha, tinggal 1,22 juta Ha.
Hasil pertanian yang paling menonjol adalah produksi perkebunan, seperti karet mencapai 415.905,62 ton; kelapa 554.589,87 ton; kelapa sawit 4.659.678,97 ton; cengkeh 3.170 ton; kopi 31.729,97 ton dan sagu 143.302,71 ton. Seluruh hasil perkebunan itu merata di wilayah Propinsi Riau. Daerah penghasil karet, cengkeh dan kopi terkonsentrasi di Kabupaten Kuantan Singingi, Kampar, Indragiri Hulu, Bengkalis dan Rokan Hulu. Sedangkan penghasil kelapa dan kelapa sawit adalah Indragiri Ilir, Bengkalis, dan Palelawan.
Sedangkan tanaman pangan yang dominan; padi mencapai 429.380 ton; jagung 47.346 ton, ubi kayu 57.586 ton, pisang 35.263 ton, durian 22.696 ton, jeruk 89.959 ton, dan nanas 46.700 ton. Berbagai tanaman itu terkonsentrasi di Kabupaten Kuantan Singingi, Indragiri Ulu, Indragiri Hilir, Bengkalis, Kampar, dan Rokan Hilir. Propinsi Riau, sebagaimana propinsi lain di Pulau Sumatera, masih subur untuk daerah pertanian dan perkebunan.
Sedangkan hasil perikanan laut dan budidaya ikan mencapai 137.863,70 ton dengan nilai Rp 3.67 milyar. Dari jumlah itu, sebanyak 99.188,20 ton (71,95 %) berasal dari ikan laut dan sisanya 38.675,50 ton (28,05 %) adalah hasil perikanan umum, tambak, dan kolam. Daerah potensial budidaya ikan adalah Kabupaten Indragiri Hilir, Kampar, Bengkalis, dan Rokan Hilir.
Sementara hasil ternak di Propinsi Riau, bukan sekedar untuk meningkatkan populasi dan produksi ternak dalam usaha memperbaiki gizi masyarakat, tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan bagi para peternak. Hasil ternak yang menonjol Sapi 108.056 ekor, Kerbau 50.195 ekor, Kambing 236.515 ekor, dan Babi 49.063 ekor. Hasil ternak unggas, Ayam Ras 678.923 ekor, Ayam petelur 23.799.792 ekor dan telur Ayam 158.892.887 butir. Daerah ternak paling potensial adalah Kabupaten Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, Rokan Hilir, Kampar, Bengkalis dan Pekanbaru. Hasil ternak dari daerah ini masih potensial untuk dikembangkan lebih optimal ke depan.
Sementara hasil produksi hutan antara lain; Kayu Olahan mencapai 105.738.711, 10 M3; Kayu Lapis 105.738.299,65 M3; Chips 153.532.650 M3 dan Pulp 4.188.038.400 M3. Daerah penghasil produksi hutan adalah; Kabupaten Indragiri Hulu, Palelawan, Siak, Rokan Hulu dan Rokan Hilir.
Sektor industri merupakan sektor terbesar kedua setelah sektor pertambangan dalam perekonomian Riau. Total jumlah industri Besar dan Sedang di Propinsi Riau berjumlah 744 unit industri, terpusat di Kota Pekanbaru. Aktivitas sektor industri yang dominan adalah industri barang elektronik, barang logam, industri kimia, minyak, batu bara, industri kain tenun, industri makanan dan minuman.
Sementara pengembangan pariwisata yang prospektif di Propinsi Riau memiliki peluang besar dalam pariwisata, baik untuk wisata bahari, wisata hutan yang kaya akan flaura dan faunanya. Jika dikembangkan dengan baik, pariwisata di Riau akan dapat menarik wisatawan domestik maupun manca negara, seperti Singapura, Malysia, Thaliand, China, Jepang, Amerika Serikat dan Timur Tengah. Jumlah kunjungan wisatawan manca negara melalui daerah Batam dan Riau mencapai 1,5 juta orang setahun termasuk wisata bahari.
Dengan melihat peta ekonomi Propinsi Riau di atas, untuk klaster daerah ini perlu dipertahankan hasil tanaman padi, jagung, ubi kayu, jeruk, nanas , karet, kopi, kelapa, kelapa sawit, cengkeh, sagu, dan perikanan laut.
Selain itu, wisata bahari juga punya prospek menjanjikan, jika dikelola lebih profensional bagi tujuan wisatawan manca negara. Semua itu harus dikembangkan lebih lanjut dan terprogram agar menambah pendapatan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Berdasarkan PDRB tahun 2007 sumbanga terbesar berasal dari; Sektor Pertambangan migas 55,24 persen, Sektor Pertanian 17,22 persen, Industri Pengolahan 9,59 persen, dan sektor Perdagangan 7,56 persen. Membaiknya indikator ekonomi antara lain dihasilkan dari pergerakan Indek Harga Konsumen yang stabil, terbukanya kesempatan kerja, penurunan tingkat kemiskinan dan realisasi investasi di propinsi Riau. Selama tahun 2006 perekonomiannya tumbuh 6,78 persen, meningkat dibanding tahun 2005 mencapai 6,57 persen.
Tetapi di balik itu, kondisi hutan di Riau sangat memprihatinkan dan rusak parah. Dalam dua dasawarsa terakhir, luas hutan di daerah ini berkurang 56,8 persen. Rata-rata tiap tahun hutan di daerah ini rusak 182.140 Ha atau 15.178 Ha per bulan.
Menurut World Wild Fund (WWF) tahun 2005, hutan yang tersisa di Riau tinggal 33 persen alias 2,743 juta Ha. Kerusakan hutan di daerah ini sangat tak sebanding dengan pemasukan negara. Selama lima tahun terakhir (2002-2007), pemasukan dari provisi sumberdaya hutan dan dana reboisasi hanya Rp 1,47 trilyun. Sementara kerusakan hutan dari luas 6,8 juta Ha, tinggal 1,22 juta Ha.
Hasil pertanian yang paling menonjol adalah produksi perkebunan, seperti karet mencapai 415.905,62 ton; kelapa 554.589,87 ton; kelapa sawit 4.659.678,97 ton; cengkeh 3.170 ton; kopi 31.729,97 ton dan sagu 143.302,71 ton. Seluruh hasil perkebunan itu merata di wilayah Propinsi Riau. Daerah penghasil karet, cengkeh dan kopi terkonsentrasi di Kabupaten Kuantan Singingi, Kampar, Indragiri Hulu, Bengkalis dan Rokan Hulu. Sedangkan penghasil kelapa dan kelapa sawit adalah Indragiri Ilir, Bengkalis, dan Palelawan.
Sedangkan tanaman pangan yang dominan; padi mencapai 429.380 ton; jagung 47.346 ton, ubi kayu 57.586 ton, pisang 35.263 ton, durian 22.696 ton, jeruk 89.959 ton, dan nanas 46.700 ton. Berbagai tanaman itu terkonsentrasi di Kabupaten Kuantan Singingi, Indragiri Ulu, Indragiri Hilir, Bengkalis, Kampar, dan Rokan Hilir. Propinsi Riau, sebagaimana propinsi lain di Pulau Sumatera, masih subur untuk daerah pertanian dan perkebunan.
Sedangkan hasil perikanan laut dan budidaya ikan mencapai 137.863,70 ton dengan nilai Rp 3.67 milyar. Dari jumlah itu, sebanyak 99.188,20 ton (71,95 %) berasal dari ikan laut dan sisanya 38.675,50 ton (28,05 %) adalah hasil perikanan umum, tambak, dan kolam. Daerah potensial budidaya ikan adalah Kabupaten Indragiri Hilir, Kampar, Bengkalis, dan Rokan Hilir.
Sementara hasil ternak di Propinsi Riau, bukan sekedar untuk meningkatkan populasi dan produksi ternak dalam usaha memperbaiki gizi masyarakat, tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan bagi para peternak. Hasil ternak yang menonjol Sapi 108.056 ekor, Kerbau 50.195 ekor, Kambing 236.515 ekor, dan Babi 49.063 ekor. Hasil ternak unggas, Ayam Ras 678.923 ekor, Ayam petelur 23.799.792 ekor dan telur Ayam 158.892.887 butir. Daerah ternak paling potensial adalah Kabupaten Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, Rokan Hilir, Kampar, Bengkalis dan Pekanbaru. Hasil ternak dari daerah ini masih potensial untuk dikembangkan lebih optimal ke depan.
Sementara hasil produksi hutan antara lain; Kayu Olahan mencapai 105.738.711, 10 M3; Kayu Lapis 105.738.299,65 M3; Chips 153.532.650 M3 dan Pulp 4.188.038.400 M3. Daerah penghasil produksi hutan adalah; Kabupaten Indragiri Hulu, Palelawan, Siak, Rokan Hulu dan Rokan Hilir.
Sektor industri merupakan sektor terbesar kedua setelah sektor pertambangan dalam perekonomian Riau. Total jumlah industri Besar dan Sedang di Propinsi Riau berjumlah 744 unit industri, terpusat di Kota Pekanbaru. Aktivitas sektor industri yang dominan adalah industri barang elektronik, barang logam, industri kimia, minyak, batu bara, industri kain tenun, industri makanan dan minuman.
Sementara pengembangan pariwisata yang prospektif di Propinsi Riau memiliki peluang besar dalam pariwisata, baik untuk wisata bahari, wisata hutan yang kaya akan flaura dan faunanya. Jika dikembangkan dengan baik, pariwisata di Riau akan dapat menarik wisatawan domestik maupun manca negara, seperti Singapura, Malysia, Thaliand, China, Jepang, Amerika Serikat dan Timur Tengah. Jumlah kunjungan wisatawan manca negara melalui daerah Batam dan Riau mencapai 1,5 juta orang setahun termasuk wisata bahari.
Dengan melihat peta ekonomi Propinsi Riau di atas, untuk klaster daerah ini perlu dipertahankan hasil tanaman padi, jagung, ubi kayu, jeruk, nanas , karet, kopi, kelapa, kelapa sawit, cengkeh, sagu, dan perikanan laut.
Selain itu, wisata bahari juga punya prospek menjanjikan, jika dikelola lebih profensional bagi tujuan wisatawan manca negara. Semua itu harus dikembangkan lebih lanjut dan terprogram agar menambah pendapatan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
* Peta diadaptasi dari aselinya yang diperoleh dari www.bakosurtanal.go.id
| Nama Daerah | : | Riau |
| Ibu Kota | : | Pekanbaru |
| Status | : | Provinsi |
| Luas | : | 94.561 km2 |
| Jumlah Kabupaten | : | 9 Kabupaten |
| Jumlah Kota | : | 2 Kota |
| Jumlah Kecamatan | : | 119 Kecamatan |
| Penduduk Laki-Laki | : | 2.437.733 jiwa |
| Penduduk Perempuan | : | 2.326.472 jiwa |
| Jumlah Penduduk | : | 4.764.205 jiwa |
Chart.
|
Peta Ekonomi Provinsi Riau
|
Chart.
|
Potensi Ekonomi Andalan Provinsi Riau
| Peternakan | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Ras Pedaging | 23.799.792,00 | Kabupaten Kampar | 10.284.057,00 | ekor |
| Kota Pekanbaru | 7.503.500,00 | |||
| Kabupaten Pelalawan | 3.577.093,00 | |||
| Ayam Buras | 6.078.183,00 | Kabupaten Bengkalis | 1.789.479,00 | ekor |
| Kabupaten Kampar | 1.077.615,00 | |||
| Kota Pekanbaru | 615.234,00 | |||
| Itik | 455.633,00 | Kabupaten Bengkalis | 86.856,00 | ekor |
| Kabupaten Rokan Hilir | 85.186,00 | |||
| Kabupaten Indragiri Hilir | 66.443,00 | |||
| Ras Petelur | 352.087,00 | Kota Pekanbaru | 173.301,00 | ekor |
| Kabupaten Pelalawan | 126.256,00 | |||
| Kabupaten Kampar | 33.177,00 | |||
| Kambing | 236.515,00 | Kabupaten Bengkalis | 75.340,00 | ekor |
| Kabupaten Indragiri Hilir | 38.787,00 | |||
| Kabupaten Dumai | 29.822,00 | |||
| Sapi | 108.056,00 | Kabupaten Indragiri Hulu | 20.334,00 | ekor |
| Kabupaten Kuantan Singingi | 19.316,00 | |||
| Kabupaten Siak | 16.593,00 | |||
| Kerbau | 50.195,00 | Kabupaten Kampar | 21.555,00 | ekor |
| Kabupaten Kuantan Singingi | 17.484,00 | |||
| Kabupaten Siak | 540,00 | |||
| Babi | 49.063,00 | Kabupaten Bengkalis | 22.449,00 | ekor |
| Kota Pekanbaru | 9.347,00 | |||
| Kabupaten Rokan Hilir | 8.808,00 |
Tanaman Bahan Makanan
| Buah-buahan | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Jeruk | 89.959,00 | Kabupaten Indragiri Hilir | 26.605,00 | ton |
| Kabupaten Kampar | 23.988,00 | |||
| Kabupaten Kuantan Sengingi | 15.118,00 | |||
| Nanas | 89.959,00 | Kabupaten Indragiri Hilir | 26.605,00 | ton |
| Kabupaten Kampar | 23.988,00 | |||
| Kabupaten Kuantan Sengingi | 15.118,00 | |||
| Pisang | 35.263,00 | Kabupaten Indragiri Hilir | 10.662,00 | ton |
| Kabupaten Rokan Hulu | 9.765,00 | |||
| Kabupaten Bengkalis | 4.229,00 | |||
| Rambutan | 20.277,00 | Kabupaten Indragiri Hulu | 6.883,00 | ton |
| Kabupaten Siak | 4.417,00 | |||
| Kabupaten Kuantan Sengingi | 3.735,00 | |||
| Durian | 12.696,00 | Kabupaten Indragiri Hulu | 7.442,00 | ton |
| Kabupaten Siak | 1.238,00 | |||
| Kabupaten Rokan Hulu | 847,00 | |||
| Duku | 3.330,00 | Kabupaten Siak | 1.040,00 | ton |
| Kabupaten Kuantan Sengingi | 747,00 | |||
| Kabupaten Rokan Hulu | 746,00 | |||
| Mangga | Kabupaten Indragiri Hulu | 787,00 | ton | |
| Kabupaten Siak | 773,00 | |||
| Kabupaten Kampar | 722,00 |
Tanaman Bahan Makanan
| Padi dan Palawija | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Padi Sawah | 382.034,00 | Kabupaten Rokan Hilir | 123.186,00 | ton |
| Kabupaten Indragiri Hilir | 102.404,00 | |||
| Kabupaten Bengkalis | 31.213,00 | |||
| Ubi Kayu | 47.586,00 | Kabupaten Kampar | 10.631,00 | ton |
| Kabupaten Bengkalis | 5.122,00 | |||
| Kabupaten Rokan Hulu | 4.923,00 | |||
| Padi Ladang | 47.346,00 | Kabupaten Rokan Hulu | 26.003,00 | ton |
| Kabupaten Kampar | 7.567,00 | |||
| Jagung | 34.728,00 | Kabupaten Indragiri Hilir | 12.333,00 | ton |
| Kabupaten Pelalawan | 11.162,00 | |||
| Kabupaten Rokan Hulu | 2.967,00 | |||
| Ubi Jalar | 11.123,00 | Kabupaten Rokan Hulu | 2.092,00 | ton |
| Kabupaten Kampar | 1.848,00 | |||
| Kabupaten Indragiri Hilir | 1.156,00 | |||
| Kedelai | 4.205,00 | Kabupaten Rokan Hilir | 2.300,00 | ton |
| Kabupaten Indragiri Hilir | 693,00 | |||
| Kabupaten Rokan Hulu | 585,00 | |||
| Kacang Tanah | 3.387,00 | Kabupaten Rokan Hulu | 1.914,00 | ton |
| Kabupaten Kampar | 540,00 | |||
| Kabupaten Indragiri Hulu | 227,00 | |||
| Kacang Hijau | 2.311,00 | Kabupaten Rokan Hulu | 1.592,00 | ton |
| Kabupaten Kampar | 240,00 | |||
| Kabupaten Rokan Hilir | 114,00 |
Tanaman Bahan Makanan
| Sayur-sayuran | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Ketimun | 13.037,00 | Kabupaten Kampar | 3.470,00 | ton |
| Kabupaten Pelalawan | 2.370,00 | |||
| Kabupaten Indragiri Hulu | 2.284,00 | |||
| Cabe | 11.372,00 | Kabupaten Kampar | 2.571,00 | ton |
| Kabupaten Pelalawan | 2.009,00 | |||
| Kabupaten Siak | 1.885,00 | |||
| Terung | 9.962,00 | Kabupaten Kampar | 3.714,00 | ton |
| Kabupaten Pelalawan | 1.823,00 | |||
| Kabupaten Indragiri Hulu | 1.335,00 | |||
| Kacang Panjang | 9.640,00 | Kabupaten Kampar | 1.982,00 | ton |
| Kabupaten Siak | 1.590,00 | |||
| Kabupaten Pelalawan | 1.316,00 | |||
| Bayam | 6.013,00 | Kabupaten Kampar | 1.568,00 | ton |
| Kabupaten Rokan Hulu | 934,00 | |||
| Kabupaten Indragiri Hulu | 710,00 |
Sumber : Propinsi Riau dalam Angka 2007, BPS Propinsi Riau

