
SULAWESI UTARA
Sulawesi Utara mempunyai latar belakang sejarah yang panjang sebelum daerah di paling ujung Utara Nusantara ini menjadi daerah propinsi. Dalam sejarah pemerintahan daerah Sulawesi Utara, mengalami beberapa kali perubahan administrasi pemerintahan seiring dengan dinamika penyelenggaraan pemerintahan daerah. Pada awal kemerdekaan, daerah ini berstatus keresidenan yang merupakan bagian Propinsi Sulawesi ketika itu beribukota Makassar, dengan Gubernur DR.G.S.S.J. Ratulangi.
Kemudian sejalan dengan pemekaran administrasi pemerintahan daerah di Indonesia, tahun 1960 Propinsi Sulawesi dibagi menjadi dua propinsi yaitu Propinsi Sulawesi Selatan-Tenggara dan Propinsi Sulawesi Utara-Tengah melalui Peraturan Presiden (PP) No 5 Tahun 1960. Untuk mengatur kegiatan pemerintahan di Propinsi Sulawesi Utara-Tengah, berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor.122/M Tahun 1960 tanggal 31 Maret 1960 ditunjuklah A. Baramuli, SH sebagai Gubernur Sulawesi Utara-Tengah.
Sembilan bulan kemudian, Propinsi Administratif Sulawesi Utara-Tengah ditata kembali statusnya menjadi Daerah Tingkat I Sulawesi Utara-Tengah melalui Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) No 47 Tahun 1960. Wilayah Propinsi Daerah Tingkat I Sulawesi Utara-Tengah meliputi; Kotapradja Manado, Kotapraja Gorontalo, dan 8 Daerah Tingkat II, yakni; Sangihe Talaud, Gorontalo, Bolaang Mongondow, Minahasa, Buol Toli-Toli, Donggala, Daerah Tingkat II Poso, Luwuk/ Banggai. Sementara itu, DPRD Propinsi Sulawesi Utara-Tengah baru terbentuk tanggal 26 Desember 1961.
Dalam perkembangan selanjutnya, suatu momentum penting terpatri dengan tinta emas dalam lembar sejarah di daerah ini yaitu dikeluarkannya UU No 13 Tahun 1964 yang menetapkan status Daerah Tingkat I Sulawesi Utara sebagai daerah otonom Tingkat I dengan Ibukotanya Manado.
Selanjutnya, seiring dengan era reformasi dan otonomi daerah, telah dibentuk Propinsi Gorontalo sebagai pemekaran dari Propinsi Sulawesi Utara melalui UU No 38 Tahun 2000. Dengan dibentuk Propinsi Gorontalo ini, wilayah Propinsi Sulawesi Utara kini meliputi; Kota Manado, Kota Bitung, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kabupaten Kepulauan Talaud, dan Kabupaten Bolaang Mongondow. Pada Tahun 2003 Propinsi ini mengalami penambahan 3 Kabupaten dan 1 Kota dengan Kabupaten Minahasa sebagai Kabupaten induk yaitu Kabupaten Minahasa Selatan, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Kepulauan Talaud, dan Kota Tomohon. Kemudian tahun 2007 ditambah 4 Kabupaten/Kota lagi yakni; Kabupaten Minahasa Tenggara, Kabupaten Bolmong Utara, Kabupaten Sitaro, dan Kota Kotamobagu.
Luas wilayah daerah Sulawesi Utara lebih dari 15.376 km2 dan 70 persen di antaranya berupa lautan. Sisanya yang 30 persen berupa tempat pemukiman, daerah pertanian, perkebunan, kehutanan dan sebagainya. Daerah ini memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar dan bervariasi meliputi berbagai sektor, seperti; pertambangan, pariwisata, perindustrian, pertanian, peternakan, dan lain-lain. Sektor pertanian yang meliputi peternakan, perkebunan, tanaman pangan, perikanan menjadi sektor dominan di Sulawesi Utara sesuai dengan kondisi dimana propinsi ini merupakan kombinasi daerah agraris dan kelautan.
Di sektor pertanian dihasilkan kelapa, cengkih, pala, kopi, vanilla. Sementara di sub-sektor perikanan dihasilkan tuna, cakalang, kerapu, rumput laut dan sudah diekspor dalam volume besar ke pasar Asia, Eropa, dan Amerika. Di samping produk pertanian daerah ini juga memiliki sumber daya alam pertambangan dan pariwisata yang dikelola para investor. Perekonomian Propinsi Sulawesi Utara dibangun oleh empat pilar utama yaitu sektor pertanian; sektor jasa-jasa; sektor bangunan dan konstrusi; dan sektor perdagangan, hotel dan restoran.
Klaster padi sawah sangat tetap jika dikonsentrasikan di kebupaten Bolaang Mongondow, Minahasa dan Minahasa Selatan sedangkan klaster padi ladang di kabupaten Bolaang Mongondow dan Minahasa Utara. Untuk klaster produk palawija seperti ubi kayu sebaiknya dikonsentrasikan di kebupaten Bolaang Mongondow.
Hasil sayur-sayuran, seperti; bawang daun terkonsentrasi di kabupaten Minahasa Selatan, kentang terkonsentrasi di kabupaten Bolaang Mongondow dan Minahasa Selatan. Cabe rawit terkonsentrasi di Bolaang Mongondow dan Minahasa Selatan, sedangkan tomat di Bolaang Mongondow dan Minahasa Selatan. Klaster kangkung terkonsentrasi di Bolaang Mongondow dan Minahasa Selatan. Dua kabupaten itu sangat baik dan tepat dijadikan pusat pengembangan produk-produk sayur-mayur dan buah-buahan.
Klaster buah-buahan, terutama duku dipusatkan di Bolaang Mongondow dan Kepulauan Sangihe, durian di Minahasa dan Kepulauan Sangihe. Sedangkan mangga dipusatkan di Kepulauan Sangihe dan Minahasa Utara, pisang di Bolaang Mongondow dan Minahasa. Hasil rambutan banyak terdapat di kabupaten Minahasa Selatan dan Minahasa Utara. Itulah daerah-daerah yang banyak menghasilkan buah-buahan, untuk daerah Sulawesi Utara.
Untuk hasil perkebunan daerah Sulawesi Utara merupakan penghasil kelapa, cengkeh, pala, kopi dan aren. Perkebunan kelapa banyak dihasilkan di kebupaten Bolaang Mongondow, Kepulauan Sangihe dan Minahasa Selatan. Produksi cengkeh banyak terdapat di Minahasa, Kepulauan Sangihe, sedangkan pala di Kepulauan Talaud dan Bolaang Mongondow. Gula aren di Minahasa dan Minahasa Selatan.
Sedangkan hasil dari perikanan laut, kolam dan perikanan banyak dihasilkan dan dikembangkan di daerah Minahasa. Bolaang Mongondow tidak hanya sebagai penghasil tanaman pangan, buah-buahan, sayur-sayuran, dan hasil perkebunan tetapi sekaligus juga ikan kolam dan pusat peternakan Sapi. Untuk pusat pengembangan ternak Babi, Itik, Ayam ras dan Ayam buras banyak terdapat di kabupaten Minahasa.
Sulawesi Utara telah ditetapkan sebagai satu dari lima daerah tujuan wisata dan satu dari 10 daerah yang dapat menyelenggarakan World Ocean Conference 2009 dan memiliki objek-objek wisata yang cukup menarik diantaranya Wisata Bahari antara lain; Taman Laut Bunaken, Pulau Siladen, Mantehage dan hamparan Taman Laut di Sangihe Talaud, dan Bolaang Mongondow.
Wisata Alam antara lain; Taman Nasional Dumoga Bone di Bolaang Mongondow, Cagar Alam Tangkoko Batu Angus di Bitung, Danau Tondok, Gunung Ambang di Bolaang Mongondow dan Sumaru Endo di Danau Tondano;
Wisata Sejarah Budaya berupa Kuburan Tua/ Waruga di Sawangan, dan Gua Peninggalan Jepang di Kawangkoan; Wisata Religi antara lain; Bukit Kasih dan Bukit Doa Pinaling; Wisata Pantai antara lain; Pantai Tasik Ria, Pantai Kalasei, Pantai Hais, Pantai Kora-Kora dan Pantai Tanjung Merah di Minahasa, Pantai Molas di Manado, Pantai Molosing dan Labuan Uki, di Bolaang Mongondow;
Wisata Pemandian Air Panas banyak tersebar di Minahasa bagian tengah seperti di Tondano, Remboken, Passo dan Langowan. Wisata Tirta, untuk jenis wisata ini dapat dinikmati pada hampir semua sungai dan danau yang ada di daerah ini, seperti Danau Tondano dan DAS Tondano serta Danau Moat di Minahasa. Untuk menunjang kinerja sektor pariwisata ini, terutama aktivitas turis yang berkunjung ke daerah ini baik wisatawan domestik maupun mancanegara, telah tersedia sarana dan prasarana seperti; Hotel, Restoran, dan Industri Wisata serta Art Shop.
Ke depan, propinsi Sulut perlu konsentrasi pada hasil pertanian terutama tanaman pangan, sayur-sayuran, dan buah-buahan, perkebunan, kelautan, dan pariwisata. Pengembangan sektor dan subsesktor tersebut jika dikelola dengan baik dan benar, serta profesional dan ditunjang infrastruktur yang memadahi, pasti akan dapat menambah pengahasilan daerah atau devisa negara dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kemudian sejalan dengan pemekaran administrasi pemerintahan daerah di Indonesia, tahun 1960 Propinsi Sulawesi dibagi menjadi dua propinsi yaitu Propinsi Sulawesi Selatan-Tenggara dan Propinsi Sulawesi Utara-Tengah melalui Peraturan Presiden (PP) No 5 Tahun 1960. Untuk mengatur kegiatan pemerintahan di Propinsi Sulawesi Utara-Tengah, berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor.122/M Tahun 1960 tanggal 31 Maret 1960 ditunjuklah A. Baramuli, SH sebagai Gubernur Sulawesi Utara-Tengah.
Sembilan bulan kemudian, Propinsi Administratif Sulawesi Utara-Tengah ditata kembali statusnya menjadi Daerah Tingkat I Sulawesi Utara-Tengah melalui Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) No 47 Tahun 1960. Wilayah Propinsi Daerah Tingkat I Sulawesi Utara-Tengah meliputi; Kotapradja Manado, Kotapraja Gorontalo, dan 8 Daerah Tingkat II, yakni; Sangihe Talaud, Gorontalo, Bolaang Mongondow, Minahasa, Buol Toli-Toli, Donggala, Daerah Tingkat II Poso, Luwuk/ Banggai. Sementara itu, DPRD Propinsi Sulawesi Utara-Tengah baru terbentuk tanggal 26 Desember 1961.
Dalam perkembangan selanjutnya, suatu momentum penting terpatri dengan tinta emas dalam lembar sejarah di daerah ini yaitu dikeluarkannya UU No 13 Tahun 1964 yang menetapkan status Daerah Tingkat I Sulawesi Utara sebagai daerah otonom Tingkat I dengan Ibukotanya Manado.
Selanjutnya, seiring dengan era reformasi dan otonomi daerah, telah dibentuk Propinsi Gorontalo sebagai pemekaran dari Propinsi Sulawesi Utara melalui UU No 38 Tahun 2000. Dengan dibentuk Propinsi Gorontalo ini, wilayah Propinsi Sulawesi Utara kini meliputi; Kota Manado, Kota Bitung, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kabupaten Kepulauan Talaud, dan Kabupaten Bolaang Mongondow. Pada Tahun 2003 Propinsi ini mengalami penambahan 3 Kabupaten dan 1 Kota dengan Kabupaten Minahasa sebagai Kabupaten induk yaitu Kabupaten Minahasa Selatan, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Kepulauan Talaud, dan Kota Tomohon. Kemudian tahun 2007 ditambah 4 Kabupaten/Kota lagi yakni; Kabupaten Minahasa Tenggara, Kabupaten Bolmong Utara, Kabupaten Sitaro, dan Kota Kotamobagu.
Luas wilayah daerah Sulawesi Utara lebih dari 15.376 km2 dan 70 persen di antaranya berupa lautan. Sisanya yang 30 persen berupa tempat pemukiman, daerah pertanian, perkebunan, kehutanan dan sebagainya. Daerah ini memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar dan bervariasi meliputi berbagai sektor, seperti; pertambangan, pariwisata, perindustrian, pertanian, peternakan, dan lain-lain. Sektor pertanian yang meliputi peternakan, perkebunan, tanaman pangan, perikanan menjadi sektor dominan di Sulawesi Utara sesuai dengan kondisi dimana propinsi ini merupakan kombinasi daerah agraris dan kelautan.
Di sektor pertanian dihasilkan kelapa, cengkih, pala, kopi, vanilla. Sementara di sub-sektor perikanan dihasilkan tuna, cakalang, kerapu, rumput laut dan sudah diekspor dalam volume besar ke pasar Asia, Eropa, dan Amerika. Di samping produk pertanian daerah ini juga memiliki sumber daya alam pertambangan dan pariwisata yang dikelola para investor. Perekonomian Propinsi Sulawesi Utara dibangun oleh empat pilar utama yaitu sektor pertanian; sektor jasa-jasa; sektor bangunan dan konstrusi; dan sektor perdagangan, hotel dan restoran.
Klaster padi sawah sangat tetap jika dikonsentrasikan di kebupaten Bolaang Mongondow, Minahasa dan Minahasa Selatan sedangkan klaster padi ladang di kabupaten Bolaang Mongondow dan Minahasa Utara. Untuk klaster produk palawija seperti ubi kayu sebaiknya dikonsentrasikan di kebupaten Bolaang Mongondow.
Hasil sayur-sayuran, seperti; bawang daun terkonsentrasi di kabupaten Minahasa Selatan, kentang terkonsentrasi di kabupaten Bolaang Mongondow dan Minahasa Selatan. Cabe rawit terkonsentrasi di Bolaang Mongondow dan Minahasa Selatan, sedangkan tomat di Bolaang Mongondow dan Minahasa Selatan. Klaster kangkung terkonsentrasi di Bolaang Mongondow dan Minahasa Selatan. Dua kabupaten itu sangat baik dan tepat dijadikan pusat pengembangan produk-produk sayur-mayur dan buah-buahan.
Klaster buah-buahan, terutama duku dipusatkan di Bolaang Mongondow dan Kepulauan Sangihe, durian di Minahasa dan Kepulauan Sangihe. Sedangkan mangga dipusatkan di Kepulauan Sangihe dan Minahasa Utara, pisang di Bolaang Mongondow dan Minahasa. Hasil rambutan banyak terdapat di kabupaten Minahasa Selatan dan Minahasa Utara. Itulah daerah-daerah yang banyak menghasilkan buah-buahan, untuk daerah Sulawesi Utara.
Untuk hasil perkebunan daerah Sulawesi Utara merupakan penghasil kelapa, cengkeh, pala, kopi dan aren. Perkebunan kelapa banyak dihasilkan di kebupaten Bolaang Mongondow, Kepulauan Sangihe dan Minahasa Selatan. Produksi cengkeh banyak terdapat di Minahasa, Kepulauan Sangihe, sedangkan pala di Kepulauan Talaud dan Bolaang Mongondow. Gula aren di Minahasa dan Minahasa Selatan.
Sedangkan hasil dari perikanan laut, kolam dan perikanan banyak dihasilkan dan dikembangkan di daerah Minahasa. Bolaang Mongondow tidak hanya sebagai penghasil tanaman pangan, buah-buahan, sayur-sayuran, dan hasil perkebunan tetapi sekaligus juga ikan kolam dan pusat peternakan Sapi. Untuk pusat pengembangan ternak Babi, Itik, Ayam ras dan Ayam buras banyak terdapat di kabupaten Minahasa.
Sulawesi Utara telah ditetapkan sebagai satu dari lima daerah tujuan wisata dan satu dari 10 daerah yang dapat menyelenggarakan World Ocean Conference 2009 dan memiliki objek-objek wisata yang cukup menarik diantaranya Wisata Bahari antara lain; Taman Laut Bunaken, Pulau Siladen, Mantehage dan hamparan Taman Laut di Sangihe Talaud, dan Bolaang Mongondow.
Wisata Alam antara lain; Taman Nasional Dumoga Bone di Bolaang Mongondow, Cagar Alam Tangkoko Batu Angus di Bitung, Danau Tondok, Gunung Ambang di Bolaang Mongondow dan Sumaru Endo di Danau Tondano;
Wisata Sejarah Budaya berupa Kuburan Tua/ Waruga di Sawangan, dan Gua Peninggalan Jepang di Kawangkoan; Wisata Religi antara lain; Bukit Kasih dan Bukit Doa Pinaling; Wisata Pantai antara lain; Pantai Tasik Ria, Pantai Kalasei, Pantai Hais, Pantai Kora-Kora dan Pantai Tanjung Merah di Minahasa, Pantai Molas di Manado, Pantai Molosing dan Labuan Uki, di Bolaang Mongondow;
Wisata Pemandian Air Panas banyak tersebar di Minahasa bagian tengah seperti di Tondano, Remboken, Passo dan Langowan. Wisata Tirta, untuk jenis wisata ini dapat dinikmati pada hampir semua sungai dan danau yang ada di daerah ini, seperti Danau Tondano dan DAS Tondano serta Danau Moat di Minahasa. Untuk menunjang kinerja sektor pariwisata ini, terutama aktivitas turis yang berkunjung ke daerah ini baik wisatawan domestik maupun mancanegara, telah tersedia sarana dan prasarana seperti; Hotel, Restoran, dan Industri Wisata serta Art Shop.
Ke depan, propinsi Sulut perlu konsentrasi pada hasil pertanian terutama tanaman pangan, sayur-sayuran, dan buah-buahan, perkebunan, kelautan, dan pariwisata. Pengembangan sektor dan subsesktor tersebut jika dikelola dengan baik dan benar, serta profesional dan ditunjang infrastruktur yang memadahi, pasti akan dapat menambah pengahasilan daerah atau devisa negara dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
* Peta diadaptasi dari aselinya yang diperoleh dari www.bakosurtanal.go.id
| Nama Daerah | : | Sulawesi Utara |
| Ibu Kota | : | Manado |
| Status | : | Provinsi |
| Luas | : | 15.376 km2 |
| Jumlah Kabupaten | : | 6 Kabupaten |
| Jumlah Kota | : | 3 Kota |
| Jumlah Kecamatan | : | Kecamatan |
| Penduduk Laki-Laki | : | 1.080.528 jiwa |
| Penduduk Perempuan | : | 1.040.489 jiwa |
| Jumlah Penduduk | : | 2.121.017 jiwa |
Chart.
|
Peta Ekonomi Provinsi Sulawesi Utara
|
Chart.
|
Potensi Ekonomi Andalan Provinsi Sulawesi Utara
| Perikanan | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Kolam | 3.338,20 | Kabupaten Bolaang Mongondow | 1.358,50 | ton |
| Kabupaten Minahasa | 1.154,40 | |||
| Kabupaten Minahasa Selatan | 628,00 | |||
| Sawah | 1.158,30 | Kabupaten Minahasa | 658,90 | ton |
| Kabupaten Bolaang Mongondow | 224,00 | |||
| Kabupaten Minahasa Selatan | 218,60 | |||
| Laut | 906,60 | Kabupaten Minahasa | 683,40 | ton |
| Kabupaten Bolaang Mongondow | 185,70 | |||
| Tambak | 183,30 | Kabupaten Bolaang Mongondow | 120,40 | ton |
| Kabupaten Minahasa | 43,70 |
Peternakan dan Hasil-hasilnya
| Peternakan | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Ayam Buras | 1.827.307,00 | Kabupaten Bolaang Mongondow | 551.090,00 | ekor |
| Kabupaten Minahasa | 487.394,00 | |||
| Kabupaten Minahasa Selatan | 206.999,00 | |||
| Kota Tomohon | 157.284,00 | |||
| Kabupaten Kepulauan Talaut | 153.311,00 | |||
| Kabupaten Kepulauan Sangihe | 140.850,00 | |||
| Ayam Ras | 808.716,00 | Kabupaten Minahasa Utara | 244.222,00 | ekor |
| Kabupaten Minahasa | 231.834,00 | |||
| Kota Tomohon | 171.600,00 | |||
| Babi | 254.805,00 | Kabupaten Minahasa | 95.779,00 | ekor |
| Kabupaten Kepulauan Sangihe | 47.265,00 | |||
| Kabupaten Kepulauan Talaut | 27.205,00 | |||
| Kabupaten Minahasa Selatan | 23.738,00 | |||
| Sapi | 118.931,00 | Kabupaten Bolaang Mongondow | 67.734,00 | ekor |
| Kabupaten Minahasa | 21.294,00 | |||
| Kabupaten Kepulauan Talaut | 12.164,00 | |||
| Itik | 71.536,00 | Kabupaten Minahasa | 37.358,00 | ekor |
| Kabupaten Bolaang Mongondow | 16.023,00 | |||
| Kambing | 41.681,00 | Kabupaten Bolaang Mongondow | 23.420,00 | ekor |
| Kabupaten Kepulauan Sangihe | 4.747,00 | |||
| Kabupaten Minahasa | 3.405,00 | |||
| Kuda | 8.501,00 | Kabupaten Minahasa | 5.734,00 | ekor |
| Kabupaten Bolaang Mongondow | 1.154,00 |
Tanaman Bahan Makanan
| Buah-buahan | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Pisang | 55.712,00 | Kabupaten Bolaang Mongondow | 10.259,00 | ton |
| Kabupaten Minahasa | 10.109,00 | |||
| Kota Tomohon | 9.050,00 | |||
| Mangga | 13.542,00 | Kabupaten Minahasa Utara | 5.815,00 | ton |
| Kabupaten Kepulauan Sangihe | 3.183,00 | |||
| Kabupaten Minahasa | 1.719,00 | |||
| Kabupaten Bolaang Mongondow | 1.423,00 | |||
| Rambutan | 11.588,00 | Kabupaten Minahasa Utara | 6.587,00 | ton |
| Kabupaten Minahasa Selatan | 2.990,00 | |||
| Kabupaten Minahasa | 1.095,00 | |||
| Durian | 9.972,00 | Kabupaten Minahasa | 2.979,00 | ton |
| Kabupaten Kepulauan Sangihe | 2.822,00 | |||
| Kabupaten Bolaang Mongondow | 1.274,00 | |||
| Kabupaten Minahasa Utara | 1.171,00 | |||
| Kabupaten Kepulauan Talaut | 1.091,00 | |||
| Duku | 7.594,00 | Kabupaten Kepulauan Sangihe | 4.746,00 | ton |
| Kabupaten Bolaang Mongondow | 1.125,00 | |||
| Kabupaten Minahasa Utara | 1.012,00 | |||
| Salak | 6.126,00 | Kabupaten Kepulauan Sangihe | 4.947,00 | ton |
| Kabupaten Minahasa Selatan | 1.087,00 | |||
| Pepaya | 4.536,00 | Kabupaten Minahasa Selatan | 1.161,00 | ton |
| Kabupaten Minahasa Utara | 1.012,00 | |||
| Nangka | 3.735,00 | Kabupaten Minahasa | 1.463,00 | ton |
| Kabupaten Bolaang Mongondow | 1.272,00 | |||
| Nanas | 2.559,00 | Kabupaten Bolaang Mongondow | 1.207,00 | ton |
| Kota Tomohon | 323,00 | |||
| Kabupaten Minahasa Utara | 225,00 | |||
| Kabupaten Minahasa | 205,00 | |||
| Alpukat | 1.979,00 | Kabupaten Minahasa | 501,00 | ton |
| Kabupaten Minahasa Selatan | 487,00 | |||
| Kabupaten Bolaang Mongondow | 427,00 | |||
| Kabupaten Minahasa Utara | 401,00 | |||
| Jeruk Siam | 1.046,00 | Kabupaten Bolaang Mongondow | 510,00 | ton |
| Kabupaten Kepulauan Sangihe | 213,00 | |||
| Kabupaten Minahasa Utara | 108,00 | |||
| Manggis | 844,00 | Kabupaten Bolaang Mongondow | 212,00 | ton |
| Kabupaten Minahasa | 156,00 | |||
| Kabupaten Kepulauan Sangihe | 140,00 | |||
| Jambu Biji | 753,00 | Kabupaten Bolaang Mongondow | 290,00 | ton |
| Kabupaten Minahasa Utara | 203,00 | |||
| Kabupaten Minahasa Selatan | 138,00 | |||
| Kabupaten Minahasa | 108,00 | |||
| Semangka | 612,00 | Kabupaten Minahasa Selatan | 298,00 | ton |
| Kabupaten Bolaang Mongondow | 296,00 | |||
| Jambu Air | 401,00 | Kabupaten Minahasa Utara | 162,00 | ton |
| Kabupaten Kepulauan Sangihe | 119,00 | |||
| Sirsak | 278,00 | Kabupaten Minahasa Selatan | 85,00 | ton |
| Kabupaten Minahasa | 73,00 | |||
| Kabupaten Bolaang Mongondow | 59,00 | |||
| Sukun | 163,00 | Kabupaten Kepulauan Talaut | 53,00 | ton |
| Kabupaten Kepulauan Sangihe | 48,00 | |||
| Belimbing | 139,00 | Kabupaten Minahasa Selatan | 63,00 | ton |
| Kabupaten Bolaang Mongondow | 32,00 | |||
| Kabupaten Minahasa Utara | 30,00 |
Tanaman Bahan Makanan
| Padi dan Palawija | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Padi Sawah | 417.659,00 | Kabupaten Bolaang Mongondow | 252.063,00 | ton |
| Kabupaten Minahasa Selatan | 84.631,00 | |||
| Kabupaten Minahasa | 51.341,00 | |||
| Kabupaten Minahasa Utara | 21.411,00 | |||
| Padi Ladang | 14.966,00 | Kabupaten Bolaang Mongondow | 8.166,00 | ton |
| Kabupaten Minahasa Utara | 3.351,00 | |||
| Kabupaten Minahasa Selatan | 2.947,00 | |||
| Ubi Kayu | 102,26 | Kabupaten Bolaang Mongondow | 102,38 | ton |
| Ubi Jalar | 86,76 | Kabupaten Bolaang Mongondow | 86,68 | ton |
| Jagung | 27,26 | Kota Tomohon | 28,44 | ton |
| Kabupaten Bolaang Mongondow | 27,68 | |||
| Kedelai | 12,94 | Kabupaten Minahasa Utara | 12,65 | ton |
| Kacang Tanah | 11,06 | Kabupaten Minahasa Utara | 11,14 | ton |
| Kabupaten Minahasa Selatan | 11,12 | |||
| Kacang Hijau | 10,32 | Kabupaten Minahasa Utara | 10,33 | ton |
| Kabupaten Minahasa Selatan | 10,28 |
Tanaman Bahan Makanan
| Sayur-sayuran | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Kentang | 153.269,00 | Kabupaten Bolaang Mongondow | 91.560,00 | ton |
| Kabupaten Minahasa Selatan | 61.634,00 | |||
| Tomat | 33.476,00 | Kabupaten Minahasa Selatan | 22.571,00 | ton |
| Kabupaten Bolaang Mongondow | 3.855,00 | |||
| Kabupaten Minahasa | 366,00 | |||
| Bawang Daun | 30.537,00 | Kabupaten Minahasa Selatan | 24.737,00 | ton |
| Kabupaten Bolaang Mongondow | 3.712,00 | |||
| Kubis | 9.120,00 | Kabupaten Minahasa Selatan | 6.835,00 | ton |
| Kota Tomohon | 1.580,00 | |||
| Cabe Rawit | 8.498,00 | Kabupaten Minahasa Selatan | 3.431,00 | ton |
| Kabupaten Bolaang Mongondow | 2.749,00 | |||
| Kangkung | 6.429,00 | Kabupaten Minahasa Selatan | 1.995,00 | ton |
| Kabupaten Bolaang Mongondow | 1.739,00 | |||
| Kabupaten Minahasa | 879,00 | |||
| Kabupaten Kepulauan Talaut | 739,00 | |||
| Ketimun | 5.290,00 | Kabupaten Bolaang Mongondow | 1.887,00 | ton |
| Kabupaten Minahasa Selatan | 1.360,00 | |||
| Kota Tomohon | 1.005,00 | |||
| Wortel | 5.257,00 | Kabupaten Minahasa Selatan | 3.101,00 | ton |
| Kota Tomohon | 1.828,00 | |||
| Terung | 4.133,00 | Kabupaten Bolaang Mongondow | 2.237,00 | ton |
| Kabupaten Minahasa Selatan | 510,00 | |||
| Kabupaten Minahasa Utara | 422,00 | |||
| Kacang Panjang | 2.670,00 | Kabupaten Bolaang Mongondow | 1.045,00 | ton |
| Kabupaten Minahasa Utara | 708,00 | |||
| Bawang Merah | 2.587,00 | Kabupaten Bolaang Mongondow | 1.304,00 | ton |
| Kabupaten Minahasa Selatan | 513,00 | |||
| Kabupaten Kepulauan Talaut | 372,00 | |||
| Kota Bitung | 203,00 | |||
| Buncis | 2.083,00 | Kota Tomohon | 945,00 | ton |
| Kabupaten Bolaang Mongondow | 817,00 | |||
| Kabupaten Minahasa Selatan | 260,00 | |||
| Sawi | 1.993,00 | Kabupaten Minahasa Selatan | 1.121,00 | ton |
| Kota Tomohon | 560,00 | |||
| Bayam | 1.461,00 | Kabupaten Bolaang Mongondow | 685,00 | ton |
| Kota Tomohon | 385,00 | |||
| Kabupaten Minahasa Selatan | 111,00 | |||
| Kabupaten Kepulauan Talaut | 101,00 | |||
| Kacang Merah | 1.170,00 | Kabupaten Minahasa Selatan | 618,00 | ton |
| Kabupaten Minahasa | 606,00 |
Tanaman Perkebunan
| Perkebunan | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Kelapa | 175.184,95 | Kabupaten Minahasa Selatan | 73.027,27 | ton |
| Kabupaten Bolaang Mongondow | 48.299,69 | |||
| Kabupaten Kepulauan Sangihe | 19.001,37 | |||
| Kabupaten Minahasa | 12.863,60 | |||
| Kota Bitung | 11.498,10 | |||
| Aren | 16.834,47 | Kabupaten Minahasa | 8.223,59 | ton |
| Kabupaten Minahasa Selatan | 7.224,00 | |||
| Kota Tomohon | 807,40 | |||
| Kabupaten Minahasa Utara | 294,46 | |||
| Cengkeh | 12.671,60 | Kabupaten Minahasa | 3.350,53 | ton |
| Kabupaten Kepulauan Sangihe | 2.935,96 | |||
| Kabupaten Minahasa Selatan | 2.895,00 | |||
| Kabupaten Minahasa Utara | 1.470,60 | |||
| Kabupaten Bolaang Mongondow | 1.182,77 | |||
| Kopi | 5.929,67 | Kabupaten Bolaang Mongondow | 5.512,69 | ton |
| Kabupaten Minahasa Selatan | 267,65 | |||
| Kabupaten Minahasa | 113,80 | |||
| Pala | 2.946,12 | Kabupaten Kepulauan Talaut | 1.529,72 | ton |
| Kabupaten Minahasa Utara | 938,22 | |||
| Cokelat | 2.555,37 | Kabupaten Bolaang Mongondow | 2.468,33 | ton |
| Vanili | 1.164,51 | Kabupaten Bolaang Mongondow | 900,12 | ton |
| Kabupaten Minahasa Selatan | 120,59 | |||
| Kabupaten Minahasa | 115,58 | |||
| Kemiri | 337,50 | Kabupaten Bolaang Mongondow | 324,63 | ton |
| Lada | 331,25 | Kabupaten Bolaang Mongondow | 321,96 | ton |
| Jambu Mete | 135,20 | Kabupaten Bolaang Mongondow | 134,09 | ton |
Sumber : Propinsi Sulawesi Utara dalam Angka 2006, BPS Propinsi Sulawesi Utara.

