
SUMATERA BARAT
Propinsi Sumatera Barat yang secara administratif terdiri dari 12 Kabupaten dan 7 Kota memiliki luas wilayah 42.297,30 km² dengan penduduk 4.632.152 jiwa. Mayoritas penduduknya adalah suku Minangkabau. Awalnya berasal dari dua suku utama, yaitu Koto Piliang yang didirikan Datuak Katumanggungan dan Bodi Chaniago dirikan Datuak Parpatiah nan Sabatang.
Seiring perkembangan zaman, dua suku itu berkembang pesat menjadi beberapa suku baru seperti; Tanjuang, Chaniago, Koto, Piliang, Guci, Simabur, Sikumbang, Jambak, dan Malayu. Ada pula suku Batak Mandailing, seperti marga Lubis dan Nasution tinggal di daerah Pasaman, dan suku Mentawai di Kepulauan Mentawai.
Daerah Sumatera Barat merupakan salah satu propinsi yang kaya akan keanekaragaman hayati. Sebagian wilayahnya, sekitar 53 persen merupakan daerah pertanian, perkebunan, hutan alam, taman nasional, hutan lindung dan daerah pantai. Dalam hutan tropis di Sumatera Barat dapat dijumpai berbagai spesies langka, seperti; bunga Rafflesia arnoldii merupakan bunga terbesar di dunia, Harimau Sumatera, Siamang, Tapir, Rusa, Beruang, serta berbagai jenis burung dan kupu-kupu.
Di Sumatera Barat juga ada dua Taman Nasional, yaitu; Taman Nasional Siberut terletak di Pulau Siberut dan Taman Nasional Kerinci Seblat. Taman Nasional yang disebutkan terakhir wilayahnya terbentang dari empat propinsi, yakni Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, hingga Sumatera Selatan. Selain dua Taman Nasional tersebut masih ada beberapa cagar alam, seperti; Cagar Alam Rimbo Panti, Cagar Alam Lembah Anai, Cagar Alam Batang Palupuh, Cagar Alam Lembah Harau, Taman Raya Bung Hatta, dan Cagar Alam Beringin Sakti.
Pada tahun 2006 Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sumatera Barat berdasarkan harga konstan (2000) mencapai Rp 30.95 triliun. Kontribusi terbesar PDRB yang ada berasal dari sektor pertanian 24,74 persen, perdagangan 18,30 persen, Jasa-jasa 16,27 persen, Pengangkutan 13,38 persen, dan Industri 12,86 persen.
Daerah Sumatera Barat memiliki potensi sumber daya alam yang andal seperti; hasil pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, kehutanan, Industri olahan hasil pertanian dan perkebunan, hingga pariwisata. Komoditi unggulannya padi, jagung, ubi jalar, sayuran dan buah-buahan, serta hasil perkebunan seperti tebu, karet, kopi, gambir, kelapa sawit dan sebagainya. Unggulan lain dari sub-sektor peternakan, perikanan dan pariwisata. Wilayah pertanian mencapai 27,25 persen di seluruh wilayah Sumatera Barat.
Hasil tanaman pangan yang potensial, adalah; padi mencapai 1.889.487 ton, jagung 202.298 ton, ubi jalar 53.758 ton, sayuran terutama kubis 80.876 ton, cabe 33.265 ton, dan kentang 32.379 ton, serta buah pisang 39.131,81 ton, jeruk 30.976,50 ton, durian 30.788,40 ton, duku 14.892 ton, rambutan 43.266,50 ton, manggis 32.479 ton, alpokat 29.247,80 ton, dan mangga 28.829,94 ton. Semua itu dapat dioptimalkan dan dijual ke daerah lain di Sumatera selain untuk kebutuhan masyarakat Sumatera Barat sendiri.
Semua hasil tanaman pangan terutama padi dan palawija terkonsentrasi di Kabupaten Solok, Pesisir Selatan, Sawahlunto/Sijunjung, Tanah Datar, Padang Pariaman, Agam, Lima Puluh Kota, Pasaman, Solok Selatan, dan Pasaman Barat.
Sedangkan hasil tanaman sayur-sayuran dan buah-buahan, terkonsentrasi di Kabupaten Tanah Datar, Agam, Pesisir Selatan, Dharmas Raya, Pasaman Barat, Solok, Solok Selatan, dan Kota Padang.
Hasil perkebunan andalan antara lain; karet 69.457 ton, kelapa 78.509 ton, tebu 24.322 ton, kopi 29.219,34 ton, gambir, 22.973,05 ton, dan kelapa sawit perkebunan rakyat 291.448 ton; perkebunan swasta 389.874 ton; dan PTP/PNP 23.216,69 ton. Hasil perkebunan itu terkonsentrasi di Kabupaten Agam, Tanah Datar, Padang Pariaman, Pasaman, Dharmasraya, Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, dan Sawahlunto/Sijunjung.
Sedangkan hasil hutan antara lain; rotan 75.250 ton, arang 34.900 ton, damar 435.855,00 Kg, dan kayu bulat 57.786,81 M3. Umumnya berasal dari Kabupaten Kepulauan Mentawai, Pesisir Selatan, Solok, Agam, 50 Kota, dan Pasaman. Tetapi sayang, hutan di Sumatera Barat, seperti halnya hutan di daerah Sumatera lainnya sudah semakin gundul dan beralih fungsi menjadi ladang perkebunan, peternakan, pemukiman penduduk, dan pengalihan fungsi hutan produktif seperti di Bagan Siapi-api, Sumatera Selatan yang dijadikan ibukota Kabupaten. Kerusakan hutan akibat pembalakan liar (illegal logging) di Sumatera Barat kini sudah lebih dari 53 persen.
Selain hal di atas, produksi ikan laut daerah Sumatera Barat mencapai; 123.527 ton dan ikan budidaya atau hasil tangkapan perairan umum 55.870 ton. Daerah Sumatera Barat juga dikenal sebagai gudangnya pembibitan ikan perikanan rakyat. Hasil ikan laut, perairan umum dan pembibitan banyak dihasilkan dari Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung, Solok, Tanah Datar, Padang Pariaman, Agam, 50 Kota.
Selanjutnya pemberdayaan sub-sektor peternakan merupakan salah satu sasaran dalam membangun sektor pertanian di Sumatera Barat. Karena itu peningkatan pembangunan peternakan terus dilakukan. Apalagi upaya itu akan dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan petani peternak. Hasil ternak di Sumatera Barat; Sapi potong 440.641 ekor, Kerbau 211.531 ekor, Kambing 334.332 ekor, Babi 14.258 ekor, Unggas Ayam (Buras, Ras Pedaging dan Ras Petelur) masing-masing 5.266.238 ekor, 12.748.991 ekor, dan 6.177.251 ekor, sementara Itik 49.567 ekor, dan telur ayam 48.250.398 Kg.
Semua hasil produksi ternak itu dimaksudkan untuk membuat daerah Sumatera Barat sebagai lumbung ternak. Produksi ternak umumnya dihasilkan dari seluruh kabupaten di Propinsi Sumatera Barat, seperti misalnya; ternak Sapi, Kerbau, Kambing dan Babi terkonsentrasi di Kabupaten Pesisir Selatan, Padang Pariaman, Sawah Lunto/Sijunjung, Lima Puluh Kota, dan Kepulauan Mentawai. Sementara ternak Unggas (Ayam Ras dan Buras), terkonsentrasi Kabupaten Pesisir Selatan, Solok, Lima Puluh Kota, Padang Pariaman, Tanah datar dan Kota Padang.
Di luar itu, Sumatera Barat sedang mengakselerasi pembangunan pariwisata sebagai bagian dari pembangunan ekonomi yang dilakukan secara sinergis dengan sektor ekonomi lain. Di daerah ini dapat dijumpai banyak objek wisata alam seperti; wisata laut atau bahari, pantai, danau, gunung dan nagari, dan objek wisata budaya. Objek wisata yang banyak dikunjungi wisatawan domesti atau manca negara adalah; Danau Maninjau, Danau Singkarak, Lembah Anai di Padang Panjang, Ngarai Sianok, Benteng Fort de Kock, dan jam Gadang di Bukittinggi, Pantai Air Manis, Pantai Muaro, Pantai Carolina di Kota Padang, Istana Pagaruyung di Batusangkar, Gunung Merah Putih di Payakumbuh. Dunia pariwisata cukup menjanjikan untuk mendulang pundi-pundi keuangan daerah.
Karena itu, wisata bahari perlu digalakkan lebih bergairah di Sumatera Barat. Apalagi Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki potensi wisata bahari yang belum digali secara serius. Sehingga potensi wisata bahari perlu dimanfaatkan lebih optimal. Banyak sekali pantai yang memiliki keindahan alam dengan segala kekayaan flaura dan faunanya dan terbaik dunia. Dengan demikian negeri ini punya potensi wisata bahari yang potensial dan merupakan salah satu negara tujuan wisata terbesar di dunia. Namun harus diakui, belum dimanfaatkan secara optimal, akibat sarana dan prasarananya minim.
Dengan demikian, klaster daerah Sumatera Barat perlu mempertahankan hasil produksi pertanian dan perkebunan utamanya padi, jagung, karet, kelapa sawit, tebu, sayuran dan buah-buahan, serta dibangun peternakan dan perikanan modern, termasuk wisata alam dan wisata bahari. Semua itu perlu ditunjang dengan sarana dan prasarana yang modern dan merata di seluruh daerah guna memudahkan bagi wisatawan domestik dan wisatawan manca negara.
Seiring perkembangan zaman, dua suku itu berkembang pesat menjadi beberapa suku baru seperti; Tanjuang, Chaniago, Koto, Piliang, Guci, Simabur, Sikumbang, Jambak, dan Malayu. Ada pula suku Batak Mandailing, seperti marga Lubis dan Nasution tinggal di daerah Pasaman, dan suku Mentawai di Kepulauan Mentawai.
Daerah Sumatera Barat merupakan salah satu propinsi yang kaya akan keanekaragaman hayati. Sebagian wilayahnya, sekitar 53 persen merupakan daerah pertanian, perkebunan, hutan alam, taman nasional, hutan lindung dan daerah pantai. Dalam hutan tropis di Sumatera Barat dapat dijumpai berbagai spesies langka, seperti; bunga Rafflesia arnoldii merupakan bunga terbesar di dunia, Harimau Sumatera, Siamang, Tapir, Rusa, Beruang, serta berbagai jenis burung dan kupu-kupu.
Di Sumatera Barat juga ada dua Taman Nasional, yaitu; Taman Nasional Siberut terletak di Pulau Siberut dan Taman Nasional Kerinci Seblat. Taman Nasional yang disebutkan terakhir wilayahnya terbentang dari empat propinsi, yakni Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, hingga Sumatera Selatan. Selain dua Taman Nasional tersebut masih ada beberapa cagar alam, seperti; Cagar Alam Rimbo Panti, Cagar Alam Lembah Anai, Cagar Alam Batang Palupuh, Cagar Alam Lembah Harau, Taman Raya Bung Hatta, dan Cagar Alam Beringin Sakti.
Pada tahun 2006 Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sumatera Barat berdasarkan harga konstan (2000) mencapai Rp 30.95 triliun. Kontribusi terbesar PDRB yang ada berasal dari sektor pertanian 24,74 persen, perdagangan 18,30 persen, Jasa-jasa 16,27 persen, Pengangkutan 13,38 persen, dan Industri 12,86 persen.
Daerah Sumatera Barat memiliki potensi sumber daya alam yang andal seperti; hasil pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, kehutanan, Industri olahan hasil pertanian dan perkebunan, hingga pariwisata. Komoditi unggulannya padi, jagung, ubi jalar, sayuran dan buah-buahan, serta hasil perkebunan seperti tebu, karet, kopi, gambir, kelapa sawit dan sebagainya. Unggulan lain dari sub-sektor peternakan, perikanan dan pariwisata. Wilayah pertanian mencapai 27,25 persen di seluruh wilayah Sumatera Barat.
Hasil tanaman pangan yang potensial, adalah; padi mencapai 1.889.487 ton, jagung 202.298 ton, ubi jalar 53.758 ton, sayuran terutama kubis 80.876 ton, cabe 33.265 ton, dan kentang 32.379 ton, serta buah pisang 39.131,81 ton, jeruk 30.976,50 ton, durian 30.788,40 ton, duku 14.892 ton, rambutan 43.266,50 ton, manggis 32.479 ton, alpokat 29.247,80 ton, dan mangga 28.829,94 ton. Semua itu dapat dioptimalkan dan dijual ke daerah lain di Sumatera selain untuk kebutuhan masyarakat Sumatera Barat sendiri.
Semua hasil tanaman pangan terutama padi dan palawija terkonsentrasi di Kabupaten Solok, Pesisir Selatan, Sawahlunto/Sijunjung, Tanah Datar, Padang Pariaman, Agam, Lima Puluh Kota, Pasaman, Solok Selatan, dan Pasaman Barat.
Sedangkan hasil tanaman sayur-sayuran dan buah-buahan, terkonsentrasi di Kabupaten Tanah Datar, Agam, Pesisir Selatan, Dharmas Raya, Pasaman Barat, Solok, Solok Selatan, dan Kota Padang.
Hasil perkebunan andalan antara lain; karet 69.457 ton, kelapa 78.509 ton, tebu 24.322 ton, kopi 29.219,34 ton, gambir, 22.973,05 ton, dan kelapa sawit perkebunan rakyat 291.448 ton; perkebunan swasta 389.874 ton; dan PTP/PNP 23.216,69 ton. Hasil perkebunan itu terkonsentrasi di Kabupaten Agam, Tanah Datar, Padang Pariaman, Pasaman, Dharmasraya, Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, dan Sawahlunto/Sijunjung.
Sedangkan hasil hutan antara lain; rotan 75.250 ton, arang 34.900 ton, damar 435.855,00 Kg, dan kayu bulat 57.786,81 M3. Umumnya berasal dari Kabupaten Kepulauan Mentawai, Pesisir Selatan, Solok, Agam, 50 Kota, dan Pasaman. Tetapi sayang, hutan di Sumatera Barat, seperti halnya hutan di daerah Sumatera lainnya sudah semakin gundul dan beralih fungsi menjadi ladang perkebunan, peternakan, pemukiman penduduk, dan pengalihan fungsi hutan produktif seperti di Bagan Siapi-api, Sumatera Selatan yang dijadikan ibukota Kabupaten. Kerusakan hutan akibat pembalakan liar (illegal logging) di Sumatera Barat kini sudah lebih dari 53 persen.
Selain hal di atas, produksi ikan laut daerah Sumatera Barat mencapai; 123.527 ton dan ikan budidaya atau hasil tangkapan perairan umum 55.870 ton. Daerah Sumatera Barat juga dikenal sebagai gudangnya pembibitan ikan perikanan rakyat. Hasil ikan laut, perairan umum dan pembibitan banyak dihasilkan dari Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung, Solok, Tanah Datar, Padang Pariaman, Agam, 50 Kota.
Selanjutnya pemberdayaan sub-sektor peternakan merupakan salah satu sasaran dalam membangun sektor pertanian di Sumatera Barat. Karena itu peningkatan pembangunan peternakan terus dilakukan. Apalagi upaya itu akan dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan petani peternak. Hasil ternak di Sumatera Barat; Sapi potong 440.641 ekor, Kerbau 211.531 ekor, Kambing 334.332 ekor, Babi 14.258 ekor, Unggas Ayam (Buras, Ras Pedaging dan Ras Petelur) masing-masing 5.266.238 ekor, 12.748.991 ekor, dan 6.177.251 ekor, sementara Itik 49.567 ekor, dan telur ayam 48.250.398 Kg.
Semua hasil produksi ternak itu dimaksudkan untuk membuat daerah Sumatera Barat sebagai lumbung ternak. Produksi ternak umumnya dihasilkan dari seluruh kabupaten di Propinsi Sumatera Barat, seperti misalnya; ternak Sapi, Kerbau, Kambing dan Babi terkonsentrasi di Kabupaten Pesisir Selatan, Padang Pariaman, Sawah Lunto/Sijunjung, Lima Puluh Kota, dan Kepulauan Mentawai. Sementara ternak Unggas (Ayam Ras dan Buras), terkonsentrasi Kabupaten Pesisir Selatan, Solok, Lima Puluh Kota, Padang Pariaman, Tanah datar dan Kota Padang.
Di luar itu, Sumatera Barat sedang mengakselerasi pembangunan pariwisata sebagai bagian dari pembangunan ekonomi yang dilakukan secara sinergis dengan sektor ekonomi lain. Di daerah ini dapat dijumpai banyak objek wisata alam seperti; wisata laut atau bahari, pantai, danau, gunung dan nagari, dan objek wisata budaya. Objek wisata yang banyak dikunjungi wisatawan domesti atau manca negara adalah; Danau Maninjau, Danau Singkarak, Lembah Anai di Padang Panjang, Ngarai Sianok, Benteng Fort de Kock, dan jam Gadang di Bukittinggi, Pantai Air Manis, Pantai Muaro, Pantai Carolina di Kota Padang, Istana Pagaruyung di Batusangkar, Gunung Merah Putih di Payakumbuh. Dunia pariwisata cukup menjanjikan untuk mendulang pundi-pundi keuangan daerah.
Karena itu, wisata bahari perlu digalakkan lebih bergairah di Sumatera Barat. Apalagi Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki potensi wisata bahari yang belum digali secara serius. Sehingga potensi wisata bahari perlu dimanfaatkan lebih optimal. Banyak sekali pantai yang memiliki keindahan alam dengan segala kekayaan flaura dan faunanya dan terbaik dunia. Dengan demikian negeri ini punya potensi wisata bahari yang potensial dan merupakan salah satu negara tujuan wisata terbesar di dunia. Namun harus diakui, belum dimanfaatkan secara optimal, akibat sarana dan prasarananya minim.
Dengan demikian, klaster daerah Sumatera Barat perlu mempertahankan hasil produksi pertanian dan perkebunan utamanya padi, jagung, karet, kelapa sawit, tebu, sayuran dan buah-buahan, serta dibangun peternakan dan perikanan modern, termasuk wisata alam dan wisata bahari. Semua itu perlu ditunjang dengan sarana dan prasarana yang modern dan merata di seluruh daerah guna memudahkan bagi wisatawan domestik dan wisatawan manca negara.
* Peta diadaptasi dari aselinya yang diperoleh dari www.bakosurtanal.go.id
| Nama Daerah | : | Sumatera Barat |
| Ibu Kota | : | Padang |
| Status | : | Provinsi |
| Luas | : | 42.297 km2 |
| Jumlah Kabupaten | : | 12 Kabupaten |
| Jumlah Kota | : | 7 Kota |
| Jumlah Kecamatan | : | 157 Kecamatan |
| Penduduk Laki-Laki | : | 2.285.480 jiwa |
| Penduduk Perempuan | : | 2.346.672 jiwa |
| Jumlah Penduduk | : | 4.632.152 jiwa |
Chart.
|
Peta Ekonomi Provinsi Sumatera Barat
|
Chart.
|
Potensi Ekonomi Andalan Provinsi Sumatera Barat
PERTANIAN, PETERNAKAN, KEHUTANAN DAN PERIKANAN
Kehutanan
| Hasil Hutan | Total | Satuan | ||
|---|---|---|---|---|
| Kayu Bulat | 52.787,00 | meter kubik | ||
| Damar | 435.855,00 | kilogram | ||
| Rotan | 66.144,00 | kilogram |
Perikanan
| Perikanan | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Budidaya | 41.870,00 | Kabupaten Agam | 12.234,00 | ton |
| Kabupaten Padang Pariaman | 10.232,00 | |||
| Kabupaten Sawahluntosijunjung Salah | 2.221,00 | |||
| Perairan Umum | 6.573,00 | Kabupaten Padang Pariaman | 2.338,00 | ton |
| Kabupaten Pasaman | 1.065,00 | |||
| Kabupaten Pesisir Selatan | 719,00 |
Perikanan
| Perikanan Laut | Total | Satuan | ||
|---|---|---|---|---|
| Udang Windu | 177.655,00 | Rp. (Juta) | ||
| Udang Putih Rebung | 44.006,00 | Rp. (Juta) | ||
| Sotong | 26.171,00 | Rp. (Juta) | ||
| Cumi-cumi | 4.124,00 | Rp. (Juta) | ||
| Udang Windu | 3.553,00 | ton | ||
| Sotong | 1.398,00 | ton | ||
| Cumi-cumi | 1.375,00 | ton | ||
| Udang Putih Rebung | 978,00 | ton |
Peternakan dan Hasil-hasilnya
| Pemotongan Unggas | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Ayam Ras | 11.017.048,00 | Kota Padang | 4.464.701,00 | ekor |
| Kabupaten Padang Pariaman | 2.364.230,00 | |||
| Kabupaten Payakumbuh | 2.055.818,00 | |||
| Ayam Buras | 8.015.721,00 | Kabupaten Padang Pariaman | 1.448.530,00 | ekor |
| Kabupaten Pesisir Selatan | 1.059.129,00 | |||
| Kabupaten Limapuluh Kota | 1.051.098,00 | |||
| Itik | 591.264,00 | Kabupaten Tanah Datar | 86.081,00 | ekor |
| Kabupaten Limapuluh Kota | 75.628,00 | |||
| Kabupaten Padang Pariaman | 70.080,00 |
Peternakan dan Hasil-hasilnya
| Peternakan | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Ayam Ras | 12.748.991,00 | Kabupaten Padang Pariaman | 1.754.250,00 | ekor |
| Kabupaten Limapuluh Kota | 608.550,00 | |||
| Ayam Buras | 5.266.238,00 | Kabupaten Padang Pariaman | 1.122.299,00 | ekor |
| Kabupaten Limapuluh Kota | 750.784,00 | |||
| Kabupaten Pesisir Selatan | 733.142,00 | |||
| Itik | 1.040.986,00 | Kabupaten Padang Pariaman | 197.584,00 | ekor |
| Kabupaten Limapuluh Kota | 126.046,00 | |||
| Kabupaten Solok | 104.272,00 | |||
| Sapi | 440.641,00 | Kabupaten Pesisir Selatan | 82.396,00 | ekor |
| Kabupaten Limapuluh Kota | 57.306,00 | |||
| Kabupaten Padang Pariaman | 57.024,00 | |||
| Kambing | 223.334,00 | Kabupaten Padang Pariaman | 27.640,00 | ekor |
| Kabupaten Sawahluntosijunjung Salah | 26.808,00 | |||
| Kabupaten Pesisir Selatan | 25.114,00 | |||
| Kerbau | 211.531,00 | Kabupaten Sawahluntosijunjung Salah | 211.531,00 | ekor |
| Kabupaten Limapuluh Kota | 37.521,00 | |||
| Kabupaten Pesisir Selatan | 26.725,00 | |||
| Babi | 14.258,00 | Kepulauan Mentawai | 13.636,00 | ekor |
Peternakan dan Hasil-hasilnya
| Produksi Telur | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Ayam Ras | 43.241.398,00 | Kabupaten Limapuluh Kota | 27.651.745,00 | ekor |
| Kota Padang | 4.160.486,00 | |||
| Kabupaten Tanah Datar | 3.064.224,00 | |||
| Ayam Buras | 3.657.174,00 | Kabupaten Padang Pariaman | 660.892,00 | ekor |
| Kabupaten Pesisir Selatan | 483.228,00 | |||
| Kabupaten Limapuluh Kota | 479.563,00 |
Tanaman Bahan Makanan
| Buah-buahan | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Durian | 47.789,00 | Kabupaten Pesisir Selatan | 9.385,00 | ton |
| Kabupaten Sawahluntosijunjung Salah | 7.099,00 | |||
| Kabupaten Tanah Datar | 7.050,00 | |||
| Rambutan | 43.267,00 | Kabupaten Pasaman Barat | 12.670,00 | ton |
| Kabupaten Pesisir Selatan | 6.668,00 | |||
| Kabupaten Sawahluntosijunjung Salah | 4.996,00 | |||
| Pisang | 39.132,00 | Kabupaten Padang Pariaman | 8.227,00 | ton |
| Kabupaten Limapuluh Kota | 6.969,00 | |||
| Kabupaten Pasaman Barat | 4.102,00 | |||
| Jeruk | 30.976,00 | Kabupaten Pasaman Barat | 11.717,00 | ton |
| Kabupaten Agam | 5.855,00 | |||
| Kabupaten Dharmasraya | 3.536,00 | |||
| Duku | 14.892,00 | Kabupaten Sawahluntosijunjung Salah | 7.367,00 | ton |
| Kabupaten Dharmasraya | 5.681,00 |
Tanaman Bahan Makanan
| Padi dan Palawija | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Padi | 1.889.487,00 | Kabupaten Solok | 248.971,00 | ton |
| Kabupaten Agam | 233.490,00 | |||
| Kabupaten Pesisir Selatan | 220.394,00 | |||
| Jagung | 202.298,00 | Kabupaten Pasaman Barat | 137.037,00 | ton |
| Kabupaten Pesisir Selatan | 14.814,00 | |||
| Kabupaten Agam | 14.339,00 | |||
| Ubi Kayu | 133.095,00 | Kabupaten Dharmasraya | 30.889,00 | ton |
| Kabupaten Limapuluh Kota | 17.670,00 | |||
| Kabupaten Tanah Datar | 14.934,00 | |||
| Ubi Jalar | 53.758,00 | Kabupaten Agam | 17.198,00 | ton |
| Kabupaten Tanah Datar | 11.993,00 | |||
| Kabupaten Solok | 10.556,00 |
Tanaman Bahan Makanan
| Sayur-sayuran | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Kubis | 80.876,00 | Kabupaten Solok | 64.064,00 | ton |
| Kabupaten Tanah Datar | 7.789,00 | |||
| Kabupaten Agam | 6.030,00 | |||
| Kentang | 32.379,00 | Kabupaten Solok | 28.209,00 | ton |
| Kabupaten Agam | 1.899,00 | |||
| Kabupaten Tanah Datar | 1.139,00 | |||
| Cabai | 27.265,00 | Kabupaten Agam | 5.753,00 | ton |
| Kabupaten Solok | 5.193,00 | |||
| Kabupaten Tanah Datar | 4.145,00 |
Tanaman Perkebunan
| Perkebunan | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Kelapa Sawit | 291.448,00 | Kabupaten Pasaman Barat | 164.879,00 | ton |
| Kabupaten Dharmasraya | 65.427,00 | |||
| Kabupaten Agam | 31.456,00 | |||
| Kelapa | 78.678,00 | Kabupaten Padang Pariaman | 33.357,00 | ton |
| Kabupaten Agam | 10.747,00 | |||
| Kepulauan Mentawai | 7.025,00 | |||
| Karet | 69.457,00 | Kabupaten Dharmasraya | 21.536,00 | ton |
| Kabupaten Pasaman | 12.116,00 | |||
| Kabupaten Solok Selatan | 9.815,00 | |||
| Kulit Manis | 37.509,00 | Kabupaten Solok | 8.340,00 | ton |
| Kabupaten Agam | 7.120,00 | |||
| Kabupaten Tanah Datar | 6.719,00 | |||
| Kopi | 29.219,00 | Kabupaten Solok Selatan | 7.679,00 | ton |
| Kabupaten Solok | 5.563,00 | |||
| Kabupaten Pesisir Selatan | 4.983,00 | |||
| Tebu | 14.322,00 | Kabupaten Agam | 7.021,00 | ton |
| Kabupaten Tanah Datar | 5.578,00 | |||
| Kabupaten Solok | 1.613,00 | |||
| Gambir | 12.973,00 | Kabupaten Limapuluh Kota | 9.181,00 | ton |
| Kabupaten Pesisir Selatan | 3.127,00 |
PERDAGANGAN, HOTEL DAN RESTORAN
Perdagangan Besar dan Eceran
| Nilai Fob | Total | Satuan | ||
|---|---|---|---|---|
| Jenis Komoditi Hasil Pertanian | 15.913.614,00 | US Dollar | ||
| Jenis Komoditi Hasil Industri | 1.053.083,00 | US Dollar | ||
| Jenis Komoditi Hasil Pertambangan | 5.137,00 | US Dollar |
Perdagangan Besar dan Eceran
| Volume Ekspor | Total | Satuan | ||
|---|---|---|---|---|
| Jenis Komoditi Hasil Industri | 2.822.577,00 | ton | ||
| Jenis Komoditi Hasil Pertambangan | 193.654,00 | ton | ||
| Jenis Komoditi Hasil Pertanian | 63.040,00 | ton |
Sumber : Propinsi Sumatera Barat dalam angka 2007, BPS Propinsi Sumatera Barat.

