
SUMATERA SELATAN
Propinsi Sumatera Selatan sejak berabad silam sudah dikenal dengan sebutan Bumi Sriwijaya. Pada abad 7 hingga abad 12 masehi, wilayah ini merupakan pusat kerajaan Sriwijaya yang dikenal sebagai kerajaan maritim terbesar di Nusantara. Pengaruh kekuasaannya sampai Madagaskar di Benua Afrika. Mulai abad 13 masehi, Sriwijaya berada di bawah kekuasaan Majapahit. Wilayah ini pernah menjadi sarang bajak laut yang pengaruhnya hingga negeri China.
Ketika masih jaya, kerajaan Sriwijaya berpusat di Palembang, sebagai Kota Raja (Kerajaan). Menurut Prasasti Kedukan Bukit yang ditemukan tahun 1926 menyebutkan, pemukiman yang bernama Sriwijaya didirikan 17 Juni 683 Masehi. Tanggal tersebut kemudian menjadi hari jadi Kota Palembang yang diperingati setiap tahun. Kini Sumatera Selatan menjadi gudang sumberdaya alam pertanian yang berlimpah dengan tanah yang subur-makmur.
Sebuah logika konyol sedang mengusik banyak orang, bagi daerah yang kaya akan hasil pertanian dan perkebunan, seperti di Propinsi Sumatera Selatan. Kalau diperhatikan berbagai harga komoditas hasil pertanian semua melambung tinggi. Hasil produksi pangan seperti; beras, jagung, kedelai, gandum, kelapa sawit, karet, lada, ketela, gula dan sebagainya harganya terus merangkak naik. Negeri ini kaya akan hasil sumberdaya alam, tak terkecuali Sumatera Selatan yang luas hamparan pertanian dan perkebunannya. Seharusnya masyarakat petaninya ikut menikmati lonjakan harga komoditas itu. Tapi realitanya mengapa justru babak belur menghadapi lonjakan harga kebutuhan pangan yang tetap mahal dan tak terjangkau mereka. Belum lagi jika dikaitkan dengan biaya kesehatan dan pendidikan yang terasa mahal.
Melihat data PDRB Propinsi Sumatera Selatan tahun 2006, perekonomiannya didominasi empat sektor yakni; (1) sektor pertambangan; (2) sektor industri pengolahan; (3) sektor pertanian; dan (4) sektor perdagangan.
Hasil produksi pertanian yang punya potensi besar, antara lain, tanaman padi 2.456.251 ton; jagung 73.896 ton, ubi kayu 228.321 ton; ubi jalar 20.747 ton, kacang tanah 11.696 ton, sayuran 348.191 ton (terutama kacang panjang, cabe, terong, tomat, timun, kangkung, bayam, dan melinjo), dan buah-buahan mencapai 2.040.982 ton (terutama duku, durian, jambu biji, jeruk siam, nangka, mangga, pisang, rambutan, dan semangka).
Semua hasil tanaman pangan itu terkonsentrasi di kabupaten Ogan Komering Ilir, Ogan Komering Ulu Timur, Banyuasin, Musi Rawas, Lahat, Musi Banyuasin, Ogan Ilir, dan Muara Enim.
Sementara hasil produksi perkebunan besar yang menonjol antara lain; karet mencapai 76.369 ton; kelapa sawit 1.043.251 ton, tebu 55.755 ton, dan teh 2.371 ton. Hasil perkebunan itu banyak dihasilkan dari Kabupaten Ogan Komering Ilir, Banyuasin, Muara Enim, dan Musi Banyuasin.
Sedangkan hasil produksi perkebunan rakyat yang dominan adalah; karet mencapai 654.908 ton, kopi 150.167 ton, kelapa 72.275,95 ton, kelapa sawit 51.453 ton, kayu 1.208,59 ton, coklat 590,15 ton, gambir 155 ton, pinang 1.584,21 ton, aren 195,40, dan nilam 152,60 ton. Hasil perkebunan rakyat ini terkonsentrasi di Ogan Komering Ulu Timur, Banyuasin, Musi Banyuasin, Muara Enim, Ogan Komering Ulu, dan Ogan Komering Ilir.
Sementara hasil hutan di Sumatera Selatan yang menonjol hanya kayu bulat mencapai lebih dari 1,58 juta m3, wood 64.794 m3, rotan manau 224.280 Bt, rotan sega 768,70 Bt, dan damar 822 ton. Semua terkonsentrasi di Kabupaten Ogan Komering Ulu, Ogan Komering Ilir, Musi Rawas, Lubuk Linggau, Banyuasin, dan Musi Banyuasin.
Selanjutnya, hasil ternak yang dominan, antara lain Sapi, populasinya sekitar 450.300 ekor, Kerbau 86.777 ekor, Kambing 463.720 ekor, Domba 60.890 ekor, Babi 28.711 ekor, Ayam Buras 11.875 ekor, dan Itik 1.843 ekor. Produksi Daging, Telur dan Susu, masing-masing mencapai 44.825 ton, 46.683 ton, dan 239.000 liter. Semua terkonsentrasi di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Lahat, Muara Enim, Musi Rawas, Musi Banyuasin, Kota Palembang dan Lubuk Linggau.
Sedangkan hasil perikanan baik laut maupun perairan umum dan darat mencapai 178.684,6 ton. Dari hasil ikan lautmencapai 35.484,40 ton terkonsentrasi di Ogan Komering Ilir dan Banyuasin. Sementara hasil ikan darat, perairan umum, tambak, sawah, dan keramba mencapai 143.199,60 ton, terpusat di Ogan Komering Ilir, Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Komering Ulur, Ogan Komering Ulu Selatan, dan Ogan Komering Ulu Timur.
Melihat data-data di atas, maka untuk klaster Propinsi Sumatera Selatan, idealnya tetap berkonsentrasi pada sektor pertanian, sub-sektor perkebuan, perikanan dan peternakan. Apalagi tenaga kerja yang terserap pada sektor pertanian dan perkebunan mencapai 1.944.341 orang alias 64,47 persen dari total tenaga kerja yang ada. Namun potensi itu perlu ditunjang tenaga terampil/ahli, sarana dan prasarana yang memadahi, termasuk infrastruktur yang masih merupakan warisan masa lalu.
Selain semua itu, sektor perdagangan perlu terus dikembangkan mengingat perdagangan di Sumatera Selatan tahun 2006 mencapai US$ 1,99 milyar. Sedangkan ekspor produksi karet mencapai US$ 1,24 milyar. Suatu jumlah yang cukup besar untuk mengisi pundi-pundi keuangan daerah dan devisa negara. Dari semua itu, hasil tanaman Padi, Ubi Kayu, Karet, Kopi, Kelapa Sawit, Tebu, serta hasil ikan dan kelautan bisa dijadikan klaster untuk sektor Pertanian di Sumatera Selatan.
Sementara untuk sektor industri pengolahan tahun 2006 terdapat 5.867 unit usaha besar, sedang dan kecil yang mampu menyerap 116.861 orang tenaga kerja. Meliputi industri Kimia Dasar 32.985 orang, industri aneka 34.071 orang, industri kecil 47.680 orang, dan industri pengolahan karet 22.362 orang.
Untuk akselerasi ekonomi di Sumatera Selatan, tiga hal berikut harus dikedepankan; (1) penyempurnaan peningkatan kualitas aparatur pemda; (2) penyederhanaan prosedur dan sistem perizinan di daerah; serta (3) memperbaiki infrastruktur, sarana dan prasarana bagi peningkatan pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan dan kehutanan. Karena itu, peningkatan produksi pangan harus segera diwujudkan, agar masyarakat tidak menderita. Dan, diikuti distribusi komoditi hasil pertanian yang adil bagi masyarakat bawah.
Ketika masih jaya, kerajaan Sriwijaya berpusat di Palembang, sebagai Kota Raja (Kerajaan). Menurut Prasasti Kedukan Bukit yang ditemukan tahun 1926 menyebutkan, pemukiman yang bernama Sriwijaya didirikan 17 Juni 683 Masehi. Tanggal tersebut kemudian menjadi hari jadi Kota Palembang yang diperingati setiap tahun. Kini Sumatera Selatan menjadi gudang sumberdaya alam pertanian yang berlimpah dengan tanah yang subur-makmur.
Sebuah logika konyol sedang mengusik banyak orang, bagi daerah yang kaya akan hasil pertanian dan perkebunan, seperti di Propinsi Sumatera Selatan. Kalau diperhatikan berbagai harga komoditas hasil pertanian semua melambung tinggi. Hasil produksi pangan seperti; beras, jagung, kedelai, gandum, kelapa sawit, karet, lada, ketela, gula dan sebagainya harganya terus merangkak naik. Negeri ini kaya akan hasil sumberdaya alam, tak terkecuali Sumatera Selatan yang luas hamparan pertanian dan perkebunannya. Seharusnya masyarakat petaninya ikut menikmati lonjakan harga komoditas itu. Tapi realitanya mengapa justru babak belur menghadapi lonjakan harga kebutuhan pangan yang tetap mahal dan tak terjangkau mereka. Belum lagi jika dikaitkan dengan biaya kesehatan dan pendidikan yang terasa mahal.
Melihat data PDRB Propinsi Sumatera Selatan tahun 2006, perekonomiannya didominasi empat sektor yakni; (1) sektor pertambangan; (2) sektor industri pengolahan; (3) sektor pertanian; dan (4) sektor perdagangan.
Hasil produksi pertanian yang punya potensi besar, antara lain, tanaman padi 2.456.251 ton; jagung 73.896 ton, ubi kayu 228.321 ton; ubi jalar 20.747 ton, kacang tanah 11.696 ton, sayuran 348.191 ton (terutama kacang panjang, cabe, terong, tomat, timun, kangkung, bayam, dan melinjo), dan buah-buahan mencapai 2.040.982 ton (terutama duku, durian, jambu biji, jeruk siam, nangka, mangga, pisang, rambutan, dan semangka).
Semua hasil tanaman pangan itu terkonsentrasi di kabupaten Ogan Komering Ilir, Ogan Komering Ulu Timur, Banyuasin, Musi Rawas, Lahat, Musi Banyuasin, Ogan Ilir, dan Muara Enim.
Sementara hasil produksi perkebunan besar yang menonjol antara lain; karet mencapai 76.369 ton; kelapa sawit 1.043.251 ton, tebu 55.755 ton, dan teh 2.371 ton. Hasil perkebunan itu banyak dihasilkan dari Kabupaten Ogan Komering Ilir, Banyuasin, Muara Enim, dan Musi Banyuasin.
Sedangkan hasil produksi perkebunan rakyat yang dominan adalah; karet mencapai 654.908 ton, kopi 150.167 ton, kelapa 72.275,95 ton, kelapa sawit 51.453 ton, kayu 1.208,59 ton, coklat 590,15 ton, gambir 155 ton, pinang 1.584,21 ton, aren 195,40, dan nilam 152,60 ton. Hasil perkebunan rakyat ini terkonsentrasi di Ogan Komering Ulu Timur, Banyuasin, Musi Banyuasin, Muara Enim, Ogan Komering Ulu, dan Ogan Komering Ilir.
Sementara hasil hutan di Sumatera Selatan yang menonjol hanya kayu bulat mencapai lebih dari 1,58 juta m3, wood 64.794 m3, rotan manau 224.280 Bt, rotan sega 768,70 Bt, dan damar 822 ton. Semua terkonsentrasi di Kabupaten Ogan Komering Ulu, Ogan Komering Ilir, Musi Rawas, Lubuk Linggau, Banyuasin, dan Musi Banyuasin.
Selanjutnya, hasil ternak yang dominan, antara lain Sapi, populasinya sekitar 450.300 ekor, Kerbau 86.777 ekor, Kambing 463.720 ekor, Domba 60.890 ekor, Babi 28.711 ekor, Ayam Buras 11.875 ekor, dan Itik 1.843 ekor. Produksi Daging, Telur dan Susu, masing-masing mencapai 44.825 ton, 46.683 ton, dan 239.000 liter. Semua terkonsentrasi di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Lahat, Muara Enim, Musi Rawas, Musi Banyuasin, Kota Palembang dan Lubuk Linggau.
Sedangkan hasil perikanan baik laut maupun perairan umum dan darat mencapai 178.684,6 ton. Dari hasil ikan lautmencapai 35.484,40 ton terkonsentrasi di Ogan Komering Ilir dan Banyuasin. Sementara hasil ikan darat, perairan umum, tambak, sawah, dan keramba mencapai 143.199,60 ton, terpusat di Ogan Komering Ilir, Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Komering Ulur, Ogan Komering Ulu Selatan, dan Ogan Komering Ulu Timur.
Melihat data-data di atas, maka untuk klaster Propinsi Sumatera Selatan, idealnya tetap berkonsentrasi pada sektor pertanian, sub-sektor perkebuan, perikanan dan peternakan. Apalagi tenaga kerja yang terserap pada sektor pertanian dan perkebunan mencapai 1.944.341 orang alias 64,47 persen dari total tenaga kerja yang ada. Namun potensi itu perlu ditunjang tenaga terampil/ahli, sarana dan prasarana yang memadahi, termasuk infrastruktur yang masih merupakan warisan masa lalu.
Selain semua itu, sektor perdagangan perlu terus dikembangkan mengingat perdagangan di Sumatera Selatan tahun 2006 mencapai US$ 1,99 milyar. Sedangkan ekspor produksi karet mencapai US$ 1,24 milyar. Suatu jumlah yang cukup besar untuk mengisi pundi-pundi keuangan daerah dan devisa negara. Dari semua itu, hasil tanaman Padi, Ubi Kayu, Karet, Kopi, Kelapa Sawit, Tebu, serta hasil ikan dan kelautan bisa dijadikan klaster untuk sektor Pertanian di Sumatera Selatan.
Sementara untuk sektor industri pengolahan tahun 2006 terdapat 5.867 unit usaha besar, sedang dan kecil yang mampu menyerap 116.861 orang tenaga kerja. Meliputi industri Kimia Dasar 32.985 orang, industri aneka 34.071 orang, industri kecil 47.680 orang, dan industri pengolahan karet 22.362 orang.
Untuk akselerasi ekonomi di Sumatera Selatan, tiga hal berikut harus dikedepankan; (1) penyempurnaan peningkatan kualitas aparatur pemda; (2) penyederhanaan prosedur dan sistem perizinan di daerah; serta (3) memperbaiki infrastruktur, sarana dan prasarana bagi peningkatan pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan dan kehutanan. Karena itu, peningkatan produksi pangan harus segera diwujudkan, agar masyarakat tidak menderita. Dan, diikuti distribusi komoditi hasil pertanian yang adil bagi masyarakat bawah.
* Peta diadaptasi dari aselinya yang diperoleh dari www.bakosurtanal.go.id
| Nama Daerah | : | Sumatera Selatan |
| Ibu Kota | : | Bengkulu |
| Status | : | Provinsi |
| Luas | : | 87.017 km2 |
| Jumlah Kabupaten | : | 10 Kabupaten |
| Jumlah Kota | : | 4 Kota |
| Jumlah Kecamatan | : | 210 Kecamatan |
| Penduduk Laki-Laki | : | 3.490.550 jiwa |
| Penduduk Perempuan | : | 3.409.342 jiwa |
| Jumlah Penduduk | : | 6.899.892 jiwa |
Chart.
|
Peta Ekonomi Provinsi Sumatera Selatan
|
Chart.
|
Potensi Ekonomi Andalan Provinsi Sumatera Selatan
INDUSTRI PENGOLAHAN
Industri Bukan Migas
| Data Industri | Total | Satuan | ||
|---|---|---|---|---|
| Industri Kecil | 5.628,00 | unit | ||
| Industri Aneka | 99,00 | unit | ||
| Industri Kimia Dasar | 73,00 | unit | ||
| Industri Logam Dasar | 67,00 | unit | ||
| Industri Kecil | 47.680,00 | orang | ||
| Industri Aneka | 34.071,00 | orang | ||
| Industri Kimia Dasar | 32.985,00 | orang | ||
| Industri Logam Dasar | 2.125,00 | orang |
PERTANIAN, PETERNAKAN, KEHUTANAN DAN PERIKANAN
Kehutanan
| Hasil Hutan | Total | Satuan | ||
|---|---|---|---|---|
| Kayu Bulat | 1.579.943,00 | meter kubik | ||
| Rotan Manau | 224.280,00 | batang | ||
| Arang | 906,00 | ton | ||
| Damar | 822,00 | ton | ||
| Rotan Sega | 769,00 | ton | ||
| Kayu Tiang | 64.794,00 | m4 |
Perikanan
| Perikanan | Total | Satuan | ||
|---|---|---|---|---|
| Umum | 42.534,00 | ton | ||
| Laut | 35.484,00 | ton | ||
| Air Tawar | 35.263,00 | ton | ||
| Tambak | 27.388,00 | ton | ||
| Keramba | 15.840,00 | ton |
Peternakan dan Hasil-hasilnya
| Peternakan | Total | Satuan | ||
|---|---|---|---|---|
| Babi | 28.711,00 | ton | ||
| Kambing | 463.720,00 | ekor | ||
| Sapi | 450.300,00 | ekor | ||
| Kerbau | 86.777,00 | ekor | ||
| Domba | 60.890,00 | ekor | ||
| Ayam Buras | 11.875,00 | ekor | ||
| Itik | 1.843,00 | ekor |
Tanaman Bahan Makanan
| Buah-buahan | Total | Satuan | ||
|---|---|---|---|---|
| Pisang | 1.107.521,00 | ton | ||
| Jeruk Siam | 480.398,00 | ton | ||
| Nanas | 145.152,00 | ton | ||
| Semangka | 72.643,00 | ton | ||
| Durian | 44.160,00 | ton | ||
| Rambutan | 29.037,00 | ton | ||
| Nangka | 25.470,00 | ton | ||
| Mangga | 11.364,00 | ton |
Tanaman Bahan Makanan
| Padi dan Palawija | Total | Kecamatan | Jumlah | Satuan |
|---|---|---|---|---|
| Padi | 2.456.251,00 | Kabupaten Banyuasin | 604.741,00 | ton |
| Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur | 432.598,00 | |||
| Kabupaten Ogan Komering Ilir | 432.256,00 | |||
| Ubi Kayu | 228.321,00 | Kabupaten Ogan Komering Ilir | 114.538,00 | ton |
| Kabupaten Banyuasin | 31.551,00 | |||
| Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur | 29.413,00 | |||
| Jagung | 73.896,00 | Kabupaten Ogan Komering Ilir | 119.850,00 | ton |
| Kabupaten Musi Banyuasin | 30.960,00 | |||
| Kabupaten Banyuasin | 15.319,00 | |||
| Ubi Jalar | 20.747,00 | Kabupaten Banyuasin | 4.586,00 | ton |
| Kabupaten Musi Banyuasin | 3.161,00 | |||
| Kabupaten Ogan Komering Ilir | 2.265,00 | |||
| Kacang Tanah | 11.696,00 | Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur | 5.679,00 | ton |
| Kabupaten Ogan Komering Ilir | 1.869,00 | |||
| Kabupaten Musi Banyuasin | 581,00 | |||
| Kedelai | 3.788,00 | Kabupaten Lahat | 1.648,00 | ton |
| Kabupaten Musi Rawas | 841,00 | |||
| Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur | 332,00 | |||
| Kacang Hijau | 3.396,00 | Kabupaten Muara Enim | 1.161,00 | ton |
| Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur | 512,00 | |||
| Kabupaten Lahat | 400,00 |
Tanaman Bahan Makanan
| Sayur-sayuran | Total | Satuan | ||
|---|---|---|---|---|
| Timun | 7.857,00 | ton | ||
| Terung | 7.049,00 | ton | ||
| Kacang Panjang | 3.330,00 | ton | ||
| Tomat | 3.023,00 | ton | ||
| Cabe Besar | 2.509,00 | ton |
Tanaman Perkebunan
| Perkebunan Besar | Total | Satuan | ||
|---|---|---|---|---|
| Kelapa Sawit | 1.043.251,00 | ton | ||
| Karet | 76.369,00 | ton | ||
| Tebu | 55.755,00 | ton | ||
| Teh | 2.371,00 | ton |
Tanaman Perkebunan
| Perkebunan Rakyat | Total | Satuan | ||
|---|---|---|---|---|
| Karet | 654.908,00 | ton | ||
| Kopi | 150.167,00 | ton | ||
| Kelapa | 72.280,00 | ton | ||
| Kelapa Sawit | 51.453,00 | ton | ||
| Pinang | 1.584,00 | ton | ||
| Kayu Manis | 1.209,00 | ton |
Sumber : Propinsi Sumatera Selatan dalam Angka 2006, BPS Propinsi Sumatera Selatan

